Pengaruh pemberian fluid warmer pada infus terhadap suhu tubuh pada pasien dengan anestesi spinal
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i5.1338
Anestesi Spinal Fluid Warmer Hipotermia Perioperatif Suhu Tubuh.
Abstract
Background: Perioperative hypothermia is a common complication in patients undergoing spinal anesthesia, with a core body temperature below 36°C. This condition can cause various serious consequences, such as nervous system disorders, decreased blood pressure, and even death.
Purpose: To determine the effect of intravenous fluid warmers on body temperature in patients undergoing spinal anesthesia.
Method: This quantitative, pre-experimental study used a one-group pretest and posttest design. The sample consisted of 48 patients selected using purposive sampling. The intervention consisted of warm intravenous fluids using a fluid warmer (ANIMEC). Body temperature was measured before and after the intervention using a thermometer.
Results: The study showed that before the intervention, the majority of participants experienced mild hypothermia (33°C–35.9°C) (35 participants (72.9%) and moderate hypothermia (30°C–32.9°C) (13 participants (27.1%). After administration of a fluid warmer, there was a significant increase in body temperature, with a mean final temperature of 36.60°C (SD=0.3155). The Wilcoxon Signed-Rank Test showed a p-value of 0.001 <0.05.
Conclusion: The administration of a fluid warmer during infusion has an effect on the body temperature of spinal anesthesia patients.
Keywords: Body Temperature; Fluid Warmer; Hypothermia; Perioperative; Spinal Anesthesia.
Pendahuluan: Hipotermia perioperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca anestesi spinal, dengan suhu inti tubuh di bawah 36°C. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai dampak serius, seperti gangguan sistem saraf, penurunan tekanan darah, hingga kematian.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian fluid warmer pada infus terhadap suhu tubuh pasien dengan anestesi spinal.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimental menggunakan one group pretest and posttest design. Sampel terdiri dari 48 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pemberian cairan infus hangat menggunakan fluid warmer (ANIMEC). Suhu tubuh diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan termometer.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas partisipan mengalami hipotermia ringan (33°C–35,9°C) sebanyak 35 orang (72,9%) dan hipotermia sedang (30°C–32,9°C) sebanyak 13 orang (27,1%). Setelah pemberian fluid warmer, terjadi peningkatan suhu tubuh yang signifikan, dengan rata-rata suhu akhir 36,60°C (SD=0,3155). Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan (p value 0,001 < 0,05.
Simpulan: Pemberian fluid warmer pada infus berpengaruh terhadap suhu tubuh pasien anestesi spinal.
Kata Kunci: Anestesi Spinal; Fluid Warmer; Hipotermia; Perioperatif; Suhu Tubuh.
Downloads
References
Agrawijaya, R. (2024). Tata Laksana Non Farmakologi Pada Shivering Post Spinal Anesthesia. Jurnal Komplikasi Anestesi, 11(2)-2024.
Awwaliyah, S., Rachman, M. Z., & Ernawati, N. (2020). Pengaruh Pemberian Infus Hangat Terhadap Stabilitas Suhu Tubuh pada Pasien Post Operasi General Anestesi di Recovery Room RSU Karsa Husada Batu. Jurnal Keperawatan Terapan, 6(01), 36-42.
Caniago, A. G. (2022). Hubungan Lama Operasi dengan Hipotermi pada Pasien Pasca Spinal Anestesi di Instalasi Bedah Sentral RSU Permata Madina Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. In Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (pp. 197-201).
Cesaria, P. D. (2019). Pengaruh Penggunaan Fluid Infusion Warmer Intra Operasi Terhadap Kejadian Hipotermi Post Anestesi Pada Pasien Dengan Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Kota Yogyakarta (Doctoral dissertation, Poltekkes kemenkes Yogyakarta).
Chaeril. C. (2021). Hubungan Lama Durasi Operasi dengan Kejadian Hipotermi di RSUD Batara Belopa. Skripsi. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Data Tabulasi Nasional Departemen Kesehatan Republik Indonesia Bidang Pembedahan. DEPKES RI. Jakarta.
Dzuhuri, M. A., Sukmaningtyas, W., & Yudha, M. B. (2024). Implementasi Hot Pack Untuk Peningkatan Suhu Tubuh Pada Pasien Hipotermi Pasca Operasi. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(5), 373-380.
Hasibuan, G. S. A., Setyawati, M. B., & Adriyani, F. H. N. (2023). Gambaran waktu munculnya peristaltik usus pada pasien dengan post general anestesi di rumah sakit umum. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(2), 615-624.
Janner, H. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipotermi Pasca Spinal Anestesi Di Intalasi Bedah Sentral. Journal Of Anesthesiology Tiara Bunda, 3(1).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses dari: http://d3v.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2021
Mamola, N. R. (2020). Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Hipotermi Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di Rs Pku Muhammadiyah Yogyakarta (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Mendonça, F. T., de Lucena, M. C., Quirino, R. S., Govêia, C. S., & Guimarães, G. M. N. (2019). Fatores de risco para hipotermia pós‐operatória em sala de recuperação pós‐anestésica: estudo piloto prospectivo de prognóstico. Brazilian Journal of Anesthesiology, 69(2), 122-130.
Oktapiani, N. K. (2022). Gambaran Kejadian Hipotermi Selama Pemberian Intravena Hangat pada Pasien Pasca Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi Di RSAD Tk II Udayana. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali.
Pasang, M. (2025). Gambaran Pemberian Infus Hangat Pada Pasien Shivering Pasca Spinal Anestesi di RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Pemprov Sulawesi Selatan. Madani : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Volume 3, Nomor 3, April 2025, P. 268-277. E-ISSN: 2986-6340.
Pratiwi, N. K. D. T., Raya, N. A. J., & Puspita, L. M. (2021). Manajemen Hipotermia dalam Keperawatan Perioperatif pada Pasien yang Menjalani Pembedahan Abdomen: A Literature Review. Community of Publishing in Nursing (COPING), 9(5), 497-506.
Pringgayuda, F., & Putra, A. E. (2020). Faktor-Faktor Yang Behubungan Dengan Hipotermi Pada Pasien Pasca General Anestesi. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 8(1), 10-21.
Qona’ah, A., Rosuliana, N. E., & Bratasena, I., A. (2019). Management of shivering in post-spinal anesthesia using warming blankets and warm fluid therapy.
Rauch, S., Miller, C., Bräuer, A., Wallner, B., Bock, M., & Paal, P. (2021). Perioperative hypothermia—a narrative review. International journal of environmental research and public health, 18(16), 8749.
World Health Organization. (2020). Constitution of the World Health Organization edisi ke-49. Jenewa: hlm. 1. ISBN 978-92-4-000051-3. Diakses dari: https://www.who.int/about/governance/constitution
Wulandari, R., Wibowo, T. H., & Yudono, D. T. (2022). Hubungan Usia Dengan Hipotermi pada Pasien Lanjut Usia Post General Anestesi di Ruang Pemulihan Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto. Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan, 15(2), 12-19.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tri Mulyani, Sutrisno Sutrisno, Indriyati Indriyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







