Hubungan status demografi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pasien rawat jalan
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i4.1167
Demografi Pasien Reproduksi
Abstract
Background: Reproductive health problems in the Bandar Lampung area remain at around 118 cases, both new and existing. Approximately 52 patients visit the Bakung Community Health Center for treatment with reproductive problems. Considering the livelihoods of the residents within the Bakung Community Health Center's coverage area, the majority are fishermen and have little knowledge about maintaining reproductive health.
Purpose: To determine the relationship between reproductive health knowledge and the demographic status of outpatients at the Bakung Community Health Center.
Method: The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach. This study aimed to determine the relationship between the independent and dependent variables after identifying the characteristics of each variable (Notoatmodjo, 2002).
Results: Statistical tests showed a p-value of 0.000 for the education level variable, a p-value of 0.009 for the respondent's age variable, and a p-value of 0.000 for the respondent's occupation and knowledge level.
Conclusion: There is a significant relationship between education level, age, and occupation and respondents' knowledge level.
Keywords: Demographics; Patients; Reproduction.
Pendahuluan : Masalah kesehatan reproduksi di wilayah Bandar Lampung masih berkisar 118 kasus baik berupa kasus baru dan kasus lama. Wilayah Puskesmas Bakung pasien yang datang untuk berobat dengan masalah reproduksi berkisar 52 orang untuk berkonsultasi tentang masalah reproduksi. Apabila dilihat dari mata pencaharian penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bakung, rata-rata para penduduk yang ada hanya sebagai nelayan yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang menjaga kesehatan reproduksi.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan status demografi pasien rawat jalan di Puskesmas Bakung
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) setelah diketahui karakteristik dari masing-masing variabel (Notoatmodjo, 2002).
Hasil : Uji statistik menunjukkan p-value=0,000 pada variabel tingkat pendidikan, p-value=0,009 pada variabel tingkat usia responden, dan p-value=0,000 pada variabel pekerjaan responden dengan tingkat pengetahuan responden.
Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan, usia, dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden.
Kata Kunci: Demografi; Pasien; Reproduksi.
Downloads
References
Adnyana, S. (2014). Perbedaan Status Gizi Balita Berdasarkan Frekuensi Kunjungan ke Posyandu dan Tingkat Pengetahuan Ibu di Desa Bungaya Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Jurnal Bina Praja, 6(3), 221-226.
Darsini, D., Fahrurrozi, F., & Cahyono, E. A. (2019). Pengetahuan; artikel review. Jurnal Keperawatan, 12(1), 13-13.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2018). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Diakses dari: www.kesehatanibu.depkes.go.id/wp-content/.../download.php?id=18
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. (2021). Profil Kesehatan Kota Bandar Lampung. Diakses dari: https://dinkeskotabalam.com/prof/DINAS_KESEHATAN.pdf
Haris, H., Aris, M., & Muliyadi, M. (2019). Peningkatan Pengetahuan Lanjut Usia melalui Pendidikan Kesehatan dengan Menggunakan Media Power Point. Media Karya Kesehatan, 2(2).
Irmalia, A. N. G. G. I. E. (2014). Hubungan pengetahuan, sikap, motivasi dengan perilaku wus dalam Pemeriksaan Payudara Sendiri RT-08 Meruya Selatan. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YIMA.
Livana, P. H., Yulianto, E., & Hermanto, H. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan personal hygiene terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat. Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal), 4(1), 1-6.
Lusiana, L. H. (2024). Tujuan Pendidikan Di Indonesia (Sisdiknas) Analisis Dalam Perspektif Psikologi Pendidikan. Darussalam: Jurnal Ilmiah Islam Dan Sosial, 25(02).
Magdalena, M. (2020). Penyakit Infeksi Menular Seksual di Kota Batam= Sexually Transmitted Infectious Diseases in Batam City. Buletin Penelitian Kesehatan, 48(2), 99-108.
Nelwan, J. E., & Sumampouw, O. (2019). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi di Kota Manado. Journal Phwb, 1(2), 1-7.
Notoatmodjo, S. (2017). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta:Rineka Cipta
PPID Provinsi Lampung. (2022). Laporan PPID Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Diakses dari: https://ppid.lampungprov.go.id/detail-dokumen/Laporan-PPID-Dinas-Kesehatan-Provinsi-Lampung-Tahun-2021
Susanti, V. D. (2018). Analisis kemampuan kognitif dalam pemecahan masalah berdasarkan kecerdasan logis-matematis. JMPM: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 3(1), 71-83.
World Health Organization. (2019). Kesehatan Reproduksi. Diakses dari: https://www.who.int/westernpacific/health-topics/reproductive-health
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurul Aziza, Nova Mega Rumana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







