Sosioantropologi penyakit antraks di Indonesia: Kajian Literatur Review
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i3.1051
Antraks Indonesia One Health Pencegahan Pengendalian Pengetahuan Perilaku Peternak Sikap Zoonosis
Abstract
Background: Anthrax is a disease that is spread globally and is endemic in several countries, including Indonesia. Outbreaks of disease that attack animals in a specific area are usually influenced by ecological, demographic, and sociocultural aspects.
Purpose: To determine knowledge, attitudes, and behavior towards anthrax in socio-anthropological studies.
Method: Systematic literature research compiled based on the Preferred Reporting Items For Systematic Review and Meta Analysis (PRISMA) guidelines. The literature review used three databases -pubmed, sciencedirect, and google scholar, resulting in 10 articles being evaluated.
Results: The 10 evaluated journals revealed that 60% (6/10) of the studies stated that the low level of public knowledge about anthrax disease including symptoms, transmission, and prevention. In addition, 50% (5/10) of the literature stated that the public's habit of consuming meat from livestock that died suddenly increased the risk of anthrax transmission. This negative attitude is also reflected in the public's preference to get vaccines from shamans rather than official health services. The knowledge gap is a major factor driving this risky behavior.
Conclusion: The occurrence of anthrax disease is related to the knowledge, behavior, and attitudes of society in socio-anthropological studies, so that more effective education and socialization are needed to increase public understanding and awareness.
Keywords: Anthrax; Attitude; Behavior; Control; Farmers; Indonesia; Knowledge; One Health; Prevention; Zoonosis.
Pendahuluan: Antraks adalah penyakit yang tersebar secara global dan menjadi endemik di beberapa negara, termasuk Indonesia. Wabah penyakit yang menyerang hewan di suatu wilayah yang spesifik biasanya dipengaruhi oleh aspek ekologis, demografis, dan sosiokultural.
Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap antraks dalam kajian sosioantropologi.
Metode: Penelitian literatur sistematis yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items For Systematic Review and Meta Analysis(PRISMA). Ulasan literatur menggunakan tiga database-pubmed, sciencedirect, dan google scholar, sehingga diperoleh 10 artikel yang dievaluasi.
Hasil: 10 jurnal yang dievaluasi mengungkapkan bahwa 60% (6/10) penelitian menyatakan bahwa rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit antraks termasuk gejala, penularan, dan pencegahan. Selain itu, 50% (5/10) literatur menyatakan kebiasaan masyarakat mengonsumsi daging hewan ternak yang mati secara mendadak sehingga meningkatkan risiko penularan antraks. Sikap negatif ini juga tercermin dari preferensi masyarakat untuk mendapatkan vaksin dari dukun daripada layanan kesehatan resmi. Kesenjangan pengetahuan menjadi faktor utama yang mendorong perilaku berisiko ini.
Simpulan: Kejadian penyakit antraks berkaitan dengan pengetahuan, perilaku, dan sikap masyarakat dalam kajian sosioantropologi, sehingga perlunya edukasi dan sosialisasi yang lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.
Kata Kunci: Antraks; Indonesia; One Health, Pencegahan, Pengendalian; Pengetahuan; Perilaku; Peternak; Sikap; Zoonosis.
Downloads
References
Barre, A., Mohamed, S. A., Hassan, A. S., & Mohamed, A. N. (2024). Anthrax: Distribution, Knowledge, Attitude, and Practice Among Pastoralists In Jawhar, Qalimow, and Adan Yabal, Somalia. Journal of Applied Veterinary Science and Technology, 5(1).
Beganda, I., Dariani, W., & Yudianingtyas, D. W. (2018). AEVI-1 Investigasi Outbreak Penyakit Antraks di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2016. Hemera Zoa.
Dutta, P. K., Azam, S. U., Biswas, H., Ahmed, J. U., Mohammed, B., Ahammed, J., Rani, A., & Dey, A. R. (2021). Pengetahuan , sikap dan praktik ( KAP ) terhadap Antraks di antara peternak di daerah pedesaan tertentu di Bangladesh. 1648–1655.
Firdaus, A. R., Hasna, R. A., Putri, L. K., Kriswardhani, P. N., Zidan, M. H., & Triratnawati, A. (2024). Mengurai Tradisi Brandu dan Penularan Antraks sebagai Strategi Eliminasi Wabah Antraks di Gunungkidul, Yogyakarta. Umbara, 9(1), 65-75.
Halida, E. H., Hardjanti, A., & Arifandi, F. (2023). Kesadaran Masyarakat Terhadap Faktor Risiko Penyakit Zoonosis di Desa Koncang Pandeglang Banten dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. Junior Medical Journal, 2(2), 227-236.
Handoyo, N. E., Nurina, L., Febianti, I., Deo, D., Lidia, K., & Shinta, A. L. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Antraks dengan Kebiasaan Mengkonsumsi Daging Hewan yang Mati Mendadak di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Jiwuwu Kabupaten Sabu Raijua. August 2015.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Petunjuk Teknis Pencegahan dan Pengendalian Antraks. Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Dan Zoonotik, 113–114. Diakses dari: https://perpustakaan.bnpb.go.id/inlislite/opac/detail-opac?id=2923
Martindah, E. (2018). Risk Factors, Attitude and Knowledge of Farmers in Controlling Anthrax. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 27(3), 135.
Mebratu, A. T., Hailu, Z., & Weldearegay, Y. H. (2015). A retrospective survey and assessment of farmers indigenous knowledge on anthrax in and around Tanqua-Abergelle District, Northern Ethiopia. Academic Journal of Animal Diseases, 4(1), 10-6.
Mwakapeje, E. R., Høgset, S., Fyumagwa, R., Nonga, H. E., Mdegela, R. H., & Skjerve, E. (2018). Anthrax outbreaks in the humans-livestock and wildlife interface areas of Northern Tanzania: a retrospective record review 2006–2016. BMC Public Health, 18, 1-11.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pratama, Y. Y., Ismail, N. A., Saputra, K. D., & Miftahurrahmi, R. (2023). Unravelling anthrax transmission in Gunungkidul: A perspective of Islamic and medical studies. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 14(12), 234–235.
Priyamanaya, I. G. A. (2018). AEVI-16 Investigasi Wabah Anthraks di Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016. Hemera Zoa
Romha, G., & Girmay, W. (2020). Knowledge, attitude and practice towards anthrax in northern Ethiopia: a mixed approach study. BMC infectious diseases, 20, 1-17.
Sari, I. Z. R., & Apriliana, S. (2020). Gambaran Umum, Prevalensi, dan Pencegahan Antraks pada Manusia di Indonesia. Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 135–148.
Satya, T. R. I., & Naipospos, P. (2023). Antraks : Masalah Sosial Budaya. 1–5.
Sitali, D. C., Twambo, M. C., Chisoni, M., Bwalya, M. J., & Munyeme, M. (2018). Lay perceptions, beliefs and practices linked to the persistence of anthrax outbreaks in cattle in the Western Province of Zambia. Onderstepoort Journal of Veterinary Research, 85(1), 1–8.
Sunarno, S. (2019). Identifikasi Agen Penyakit Anthrax Pada Sediaan Apus Darah Sapi Potong Di Surakarta. Media Bina Ilmiah, 14(3), 2291.
Sutaip, S. (2023). Analisis Faktor Risiko Kejadian Antraks Pada Manusia di Padukuhan Jati Kalurahan Candirejo Kapanewon Semanu Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2023. Universitas Diponegoro.
Vieira, A. R., Salzer, J. S., Traxler, R. M., Hendricks, K. A., Kadzik, M. E., Marston, C. K., Kolton, C. B., Stoddard, R. A., Hoffmaster, A. R., Bower, W. A., & Walke, H. T. (2017). Enhancing Surveillance and Diagnostics in Anthrax-Endemic Countries. Emerging Infectious Diseases, 23(13), S147–S153.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sutaip Sutaip, Moh. Hafidz Affan Maulana, Moh. Zaenal Finani, M. Caesar Ulil Abshor, Gilang Setiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







