Manajemen risiko lingkungan terhadap pengelolaan sampah
DOI: https://doi.org/10.56922/quilt.v5i2.1017
Lingkungan Manajemen Risiko Pasar Pengelolaan Sampah
Abstract
Background: Markets as public places have the potential to be a place for disease transmission and environmental pollution. The increase in the amount of waste that is not balanced with good management will cause environmental pollution. Therefore, risk management is very important to know how big the risk level is as a basis for controlling and managing potential risks.
Purpose: To determine the value and level of risk for waste processing in the market.
Methods: The type of research used is descriptive research with a cross-sectional design. The research was conducted at Pasir Gintung Market, Bandar Lampung City in April-May 2023. Observations and interviews were conducted with 21 subjects in this study. The instrument used in this study is risk identification based on the AS/NZS 4360:2004 standard.
Results: The highest potential risk found in this study is the risk that occurs in the waste container process, namely experiencing itching and the surrounding environment is muddy and slippery with a risk value of 8 (medium), the waste sorting process with a risk value of experiencing back pain due to repeatedly lifting the waste basket of 10 (High), the waste collection process is at risk of experiencing back pain due to repeatedly lifting the waste basket, the surrounding environment is muddy and slippery with a risk value of 10 (High).
Conclusion: Risk assessment and risk evaluation obtained as many as 3 highest risks in waste management, including itching, experiencing back pain and environmental risks. Control efforts can be administrative, engineering, and the use of personal protective equipment.
Keywords: Environment; Market; Risk Management; Waste Management.
Pendahuluan: Pasar sebagai tempat umum memiliki potensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit dan pencemaran lingkungan. Pertambahan jumlah sampah yang tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Maka dari itu manajemen risiko sangat penting untuk mengetahui seberapa besar tingkat risiko sebagai dasar upaya pengendalian dan pengelolaan terhadap potensi risiko.
Tujuan: Untuk mengetahui nilai dan level risiko terhadap pengolahan sampah di pasar.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Pasar Pasir Gintung Kota bandar Lampung pada bulan April-Mei 2023. Observasi dan wawancara dilakukan kepada 21 orang subjek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi resiko berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004.
Hasil: Potensi risiko tertinggi yang ditemukan pada penelitian ini adalah risiko yang terjadi pada proses pewadahan sampah yaitu mengalami gatal-gatal serta lingkungan disekitar becek dan licin dengan nilai risiko 8 (medium), proses pemilahan sampah dengan nilai risiko mengalami nyeri punggung karena mengangkat keranjang sampah secara berulang sebesar 10 (High), proses pengumpulan sampah terdapat pada risiko mengalami nyeri punggung karena mengangkat keranjang sampah secara berulang, lingkungan disekitar becek dan licin dengan nilai risiko 10 (High).
Simpulan: Penilaian risiko dan evaluasi risiko diperoleh sebanyak 3 risiko tertinggi pada pengelolaan sampah, diantaranya gatal-gatal, mengalami nyeri punggung dan risiko lingkungan. Upaya pengendalian dapat secara administrasi, rekayasa teknik (engineering), dan penggunaan alat pelindung diri.
Kata Kunci: Lingkungan; Manajemen Risiko; Pasar; Pengelolaan Sampah.
Downloads
References
AS/NZS 4360. (2004). Risk management — Guidelines. BSI Standards Publication, ISO31000(January), 26. diakses melalui https://www.ashnasecure.com/uploads/standards/BS ISO 31000-2018.pdf
BPK Republik Indonesia. (2015). Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 05 Kota Bandar Lampung Nomor 05 Tahun 2015. Ekp, 13(3), 1576–1580. diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/114553/perda-kota-bandar-lampung-no-5-tahun-2015
Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan. (2008). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 519MenkesSKVI2008.pdf. diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/kepmenkes-519-2008/
Fitriana, G. F., Hashina, A., & Tanjung, N. A. F. (2022). Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Sampah Berbasis Android Studi Kasus Bank Sampah Desa Kalibagor. Journal of Dinda: Data Science, Information Technology, and Data Analytics, 2(2), 97-102.
Gusti, A. (2021). Monograf : Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pasar Tradisional. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.
Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. (2001). Peraturan Pemerintah No 82 PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR. 2017, 1–11. diakses dari: https://ppkl.menlhk.go.id/website/filebox/830/191010121614PP%20NO%2082%20TH%202001%20Tentang%20Pengelolaan%20Kualitas%20Air%20dan%20Pengendalian%20Pencemaran%20Air.pdf
Nida, K. (2014). Hubungan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Terhadap Daya Tarik Vektor Musca Domestica (Lalat Rumah) Dengan Risiko Diare Pada Balita Di Kelurahan Ciputat Tahun 2014.
Pirngadie, D. P. B. H. (2006). Pengelolaan Sampah di Sumbernya Sebagai Alternatif Pencarian Masalah Sampah Perkotaan. tidak dipublikasikan.
Prihatin, R. B. (2020). Pengelolaan Sampah di Kota Bertipe Sedang: Studi Kasus di Kota Cirebon dan Kota Surakarta. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 11(1), 1-16.
Restuaji, I. M., Pujiono, F. E., Mulyati, T. A., & Lukis, P. A. (2019). Penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga. Journal of Community Engagement and Empowerment, 1(1).
Rosmala, F., & Rosidah, I. (2019). Hubungan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan Dalam Pengelolaan Sampah Padat Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 15(1).
Sari, P. N. (2016). Analisis pengelolaan sampah padat di kecamatan Banuhampu kabupaten Agam. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(2), 157-165.
Saputri, E. T., & Efendy, M. (2020). Kepadatan bakteri coliform sebagai indikator pencemaran biologis di perairan pesisir sepuluh Kabupaten Bangkalan. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 1(2), 243-249.
Septiana, S. W., & Tarwaka, P. (2017). Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Petugas Sampah Di Kelurahan Sumber Kota Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Sukrorini, T., Budiastuti, S., Ramelan, H. A., & Kafiar, P. F. (2014). Kajian dampak timbunan sampah terhadap lingkungan di tempat pembuangan akhir (TPA) putri cempo surakarta. J. EKOSAINS, 6(3).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Chyndo Yudika, Sri Indra Trigunarso, Zainal Muslim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







