Penyuluhan penyakit diare pada masyarakat di desa Gunugsari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v1i1.59

Authors

  • Bahjatun Nadrati Program Studi D.III Keperawatan STIKES YARSI Mataram
  • Zurriyatun Thoyibah Program Studi D.III Keperawatan STIKES YARSI Mataram
  • Zuhratul Hajri Program Studi D.III Keperawatan STIKES YARSI Mataram
  • Baiq Ruli Fatmawati Program Studi D.III Keperawatan STIKES YARSI Mataram
  • Melati Inayati Albayani Program Studi D.III Keperawatan STIKES YARSI Mataram
  • Marthilda Suprayitna Program Studi D.III Keperawatan STIKES YARSI Mataram
  • Kurniati Prihatin Program Studi D.III Keperawatan STIKES YARSI Mataram
  • Lalu Dedy Supriatna Program Studi S.1 Keperawatan STIKES YARSI Mataram

Diare Masyarakat Penyuluhan kesehatan Promosi Kesehatan

Abstract

Diarrhea is an infectious disease that causes death in infants and toddlers. Diarrhea is currently still a difficult problem to solve in tropical countries like Indonesia. Diarrhea in children is the major cause of death and morbidity in children in the world. The primary cause is contaminating food and water sources. The purpose of counseling is to increase public knowledge about the dangers of diarrhea, its causes, signs, how to prevent it and how to handle it. Participants who attended were 5 peoples involve of men and women. There are limited places for counseling related to the Covid-19 pandemic, which must adjust health protocols. The media used in this counseling were flip charts and leaflets. The results can improve their knowledge about diarrhea. Suggestion; health education program by the health team from the local Public health centre deliveries sustainably with the achievements of the community and still follow health protocols during the Covid-19 pandemic.

Keywords: Diarrhea; Community; Health counseling; Health promotion

Diare merupakan penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Diare saat ini masih menjadi masalah yang sulit diatasi di negara tropis seperti Indonesia. Diare pada anak merupakan penyebab utama kematian pada anak di dunia. Penyebab utamanya adalah sumber makanan dan air yang tercemar. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya diare, penyebabnya, tanda-tandanya, cara pencegahannya dan cara menanganinya. Peserta yang hadir sebanyak 5 orang melibatkan laki-laki dan perempuan. Tempat konseling masih dibatasi terkait pandemi Covid-19, yang harus menyesuaikan protokol kesehatan. Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah flip chart dan leaflet. Hasilnya dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang diare. Saran; program penyuluhan kesehatan oleh tim kesehatan dari puskesmas setempat supaya disampaikan secara berkelanjutan dan tetap mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Cahyono, I. Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pondok Gede Kota Bekasi. Thesis Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Jakarta 2013.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2019). Data Kejadian Diare Propinsi Nusa Tenggara Barat Diakses dari: https://data.ntbprov.go.id/dataset/jumlah-10-besar-penyakit-terbanyak-di-puskesmas-se-ntb-tahun-2019.

Juffrie, M., & Darmawan, I. (2018). Panduan Praktek Pediatrik. UGM PRESS.

Kementerian Kesehatan Republik indonesia. (2011). Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare pada Balita. Jakarta: Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; 2011.

Kementerian Kesehatan Republik indonesia. (2011). Tatalaksana diare pada balita. Jakarta: Direktorat jenderal pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan 2011.

Laelasari, E., Anwar, A., & Soerachman, R. (2017). Evaluasi kesiapan pelaksanaan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Indonesian Journal of Health Ecology, 16(2), 57-72.

Murmiwaty, S. (2011). Faktor Resiko Kejadian Diare Akut pada Balita (Studi kasus di Kabupaten Semarang). Thesis Program Pasca Sarjana. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro. Semarang. 2011.

Ngastiyah.A. (2014). Perawatan Anak Sakit Edisi 2. Jakarta: EGC.

Novita, N., & Hermawan, D. (2019). Faktor resiko kejadian diare akut pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran tahun 2018. Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa, 6(4), 171-181.

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC (1st ed.). Yogyakarta: Mediaction.

Setyaningsih. S, Fitriyanto. S, Nugroho. A, & Fatyanhayanti.S. (2015). Laporan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN). Universitas Negeri Yogyakarta.

Setyawati, V. A. V., & Hartini, E. (2018). Buku Ajar Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat. Deepublish.Publisher, CV Budi Utama, Yogyakarta.

Soebagyo, B. (2008). Diare akut pada anak. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.(Acute Diarrhea in Children).

Suraatmaja, S. (2007). Kapita selekta gastroenterologi anak. Jakarta: Sagung Seto, 1-7.

Tjokroprawiro, A. (Ed.). (2015). Buku ajar ilmu penyakit dalam. Ed. 2: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Rumah Sakit Pendidikan Dr. Soetomo Surabaya. Airlangga University Press.

World Health Organization (WHO). (2012). Tentang Penyakit Diare dan Penularannya.

Wulandari, A. P. (2009). Hubungan antara faktor lingkungan dan faktor sosiodemografi dengan kejadian diare pada balita di Desa Blimbing Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen Tahun 2009 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Downloads

Additional Files

Published

25.04.2021