Kegiatan promotif-preventif kesehatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan sampah
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i6.4419
Edukasi kesehatan keluarga PHBS Pemberdayaan masyarakat Pengelolaan sampah rumah tangga
Abstract
Background: Indonesia faces significant health challenges, ranging from the double burden of disease to issues regarding the distribution of medical facilities and personnel. Official data from the Indonesian Ministry of Health and Statistics Indonesia (BPS) indicate that the country is grappling with a double health burden: a high prevalence of infectious diseases alongside a surge in non-communicable diseases. Consequently, educational interventions are required to provide insights aimed at improving health outcomes.
Purpose: To enhance public knowledge regarding the risks of stunting, adolescent early marriage, and hypertension, and to provide guided training on household waste management and the adoption of clean and healthy living behaviors.
Method: This initiative consisted of interactive education and training interventions conducted in Mandalahaji Village, Pacet District, Bandung Regency. Forty-two residents participated in the program, which involved eight lecturers and twenty-six students. Participant knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, utilizing questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational activities. Knowledge was evaluated by comparing pretest and posttest results, while participant skills were assessed through observations of waste sorting practices, health cadres conducting screening visits, and the implementation of clean and healthy living behaviors. These results were analyzed descriptively to provide an overview of healthy living behaviors implementation and to evaluate the success of the educational activities.
Results: Evaluation showed an improvement in participants' knowledge and skills across the entire series of activities, with achievements approaching or exceeding the minimum target of 70% of the total program target. Post-test results indicated that the number of participants demonstrating a "good" level of knowledge was 38 (90.5%) for waste management; 40 (95.2%) for balanced nutrition and immunization; 38 (90.5%) for screening techniques and hypertension; and 42 (100.0%) for the prevention of early marriage. Additionally, 40 participants (95.2%) demonstrated a "good" level of knowledge regarding clean and healthy living behavior following the educational activities.
Conclusion: The program successfully improved community knowledge and skills regarding household waste management, balanced nutrition, early detection of hypertension, adolescent reproductive health, and healthy living behavior, with outcomes approaching or meeting the minimum target of 70% of the program's objectives.
Suggestion: Periodic follow-up support by health volunteers and waste bank administrators is necessary to ensure the sustainability of waste management and healthy living behaviors practices. Health volunteers need to continue monitoring changes in community behavioral patterns specifically waste sorting practices, screening visits, and healthy living behaviors implementation in the subsequent months to ensure the program's impact is sustained.
Keywords: Community empowerment; Family health education; Healthy living behaviors; Household waste management
Pendahuluan: Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar di bidang kesehatan, mulai dari beban ganda penyakit hingga masalah penyebaran fasilitas dan tenaga medis. Data resmi dari Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pusat Statistik menunjukkan Indonesia menghadapi beban ganda kesehatan, yaitu tingginya penyakit menular serta lonjakan penyakit tidak menular. Sehingga diperlukan intervensi edukasi untuk memberikan wawasan sebagai upaya perbaikan derajat kesehatan.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai risiko stunting, pernikahan dini pada remaja, hipertensi, serta pelatihan dengan pendampingan pengelolaan sampah rumah tangga dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Metode: Kegiatan ini merupakan edukasi interaktif dengan intervensi pelatihan yang dilaksanakan di Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini diikuti 42 warga untuk menjadi partisipan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 8 orang dosen serta 26 orang mahasiswa. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest, sedangkan untuk tingkat kemampuan partisipan di evaluasi berdasarkan observasi ketika melakukan praktik pemilahan sampah, kader dalam melakukan kunjungan skrining, dan penerapan PHBS. Hasil evaluasi ini di analisa secara deskriptif untuk memberikan gambaran penerapan PHBS dan menilai keberhasilan kegiatan edukasi.
Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pada seluruh rangkaian kegiatan, dengan capaian mendekati atau melampaui target minimal 70 persen dari total sasaran program. Berdasarkan posttest menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dalam kategori baik menjadi sebanyak 38 partisipan (90.5%), untuk tingkat pengetahuan mengenai gizi seimbang dan imunisasi dalam kategori baik menjadi sebanyak 40 partisipan (95.2%), untuk tingkat pengetahuan mengenai teknik skrining dan hipertensi dalam kategori baik menjadi sebanyak 38 partisipan (90.5%), untuk tingkat pengetahuan mengenai pencegahan pernikahan dini dalam kategori baik menjadi sebanyak 42 partisipan (100.0%). Sedangkan untuk tingkat pengetahuan mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kategori baik menjadi sebanyak 40 partisipan (95.2%) setelah kegiatan edukasi.
Simpulan: Program berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, gizi seimbang, deteksi dini hipertensi, kesehatan reproduksi remaja, dan PHBS, dengan capaian mendekati atau memenuhi target minimal 70 persen dari sasaran program.
Saran: Perlu dilakukan pendampingan lanjutan secara berkala oleh kader kesehatan dan pengurus bank sampah agar praktik pengelolaan sampah dan PHBS dapat berjalan berkelanjutan. Pemantauan perubahan pola perilaku masyarakat (praktik pemilahan sampah, kunjungan skrining, dan penerapan PHBS) perlu terus dilakukan oleh kader kesehatan pada bulan-bulan berikutnya untuk memastikan keberlanjutan dampak program.
Downloads
References
Afkarina, N., Rhodiyah, D., Insani, N. F., Efendi, M. I., Muhammad, D. H., & Hasanah, N. (2025). Meningkatkan kesadaran hidup sehat melalui sinergi mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam program cek kesehatan gratis di Desa Leces. Jurnal Abdimas ITEKES Bali, 5(1), 79-89.
Annisa, N., & Ningrum, D. E. A. F. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan sampah plastik rumah tangga. Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat), 6(3), 258-264.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024a). Hasil utama SKI 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/daftar-frequently-asked-questions-seputar-hasil-utama-ski-2023/hasil-utama-ski-2023/
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024b). Potret sehat Indonesia dari kacamata SKI 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/potret-sehat-indonesia-dari-kacamata-ski-2023/
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024c). Prevalensi, dampak, serta upaya pengendalian hipertensi dan diabetes di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/5536/
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2024). Statistik pemuda Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik. Diakses dari: https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/31/b2dbaac4542352cea8794590/statistik-pemuda-indonesia-2024.html
Databoks Katadata. (2024). Prevalensi hipertensi Indonesia turun jadi 30,8% pada 2023. Diakses dari: https://databoks.katadata.co.id/layanan-konsumen-kesehatan/statistik/8a60c7f555dd1ac/prevalensi-hipertensi-indonesia-turun-jadi-308-pada-2023
Dewi, I. N., Royani, I., Sumarjan, S., & Jannah, H. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah skala rumah tangga menggunakan metode komposting. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 2(1), 12-18.
GoodStats. (2024). Angka pernikahan anak di Indonesia terus menurun. Diakses dari: https://data.goodstats.id/statistic/angka-pernikahan-anak-di-indonesia-terus-menurun-9wZgi
Irwanto, I., & Wibowo, T. U. S. H. (2023, December). Sosialisasi Dalam Pengelolaan Sampah Plastik Melalui Bank Sampah Desa Panamping Kecamatan Bandung Kabupaten Serang. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (Vol. 1).
Kelompok 10 KKN Mahasiswa Tematik. (2026). Proposal kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Tematik Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung [Dokumen internal tidak diterbitkan]. Universitas Bhakti Kencana.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). PHBS. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/phbs
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Buku : Pedoman PHBS. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/pedoman-phbs
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2023). Pencegahan perkawinan anak perlu menjadi prioritas demi wujudkan Indonesia Layak Anak 2030. Diakses dari: https://www.kemenkopmk.go.id/pencegahan-perkawinan-anak-perlu-menjadi-prioritas-demi-wujudkan-indonesia-layak-anak-2030
Kurniawati, D., Kholidah, F., Negarawati, R. G. M., Febriyanti, V. D., & Radianto, D. O. (2024). Pengelolaan limbah sampah rumah tangga sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup. Jurnal Wilayah, Kota Dan Lingkungan Berkelanjutan, 3(1), 72-83.
Padang, A. N. (2024). Hubungan penyuluhan kesehatan reproduksi dengan pengetahuan tentang pernikahan dini remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tinggi Tahun 2024 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Medan).
Pakpahan, M., Sirait, A. S., Budiaty, W. O. S., Sianturi, T. R. S. E., Ashari, A. E., Nasution, L. G. D. G. S., & Simamora, J. P. (2022). Pengantar Kesehatan Masyarakat.
Perkasa, D. H. (2023). Pemanfaatan limbah plastik menjadi biji plastik yang bernilai tambah ekonomi di Kelurahan Dadap Tangerang. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 171-181.
Perwitasari, D. S., Fauziyah, N. A., & Mas’udah, K. W. (2021). Pemberdayaan masyarakat kelurahan gebang putih-surabaya dalam mengelola sampah ruamah tangga menggunakan komposter sederhana. SELAPARANG J. Pengabdi. Masy. Berkemajuan, 4(3), 581.
Prasetyo, J., & Fithriani, Z. W. (2025). Penguatan pemberdayaan peran kader dan ibu dalam peningkatan gizi anak: edukasi dan demonstrasi membuat menu mp asi dengan tepung kedelai dan ikan pindang di Pos Paud Asmawiyah Desa Aeng Sareh Sampang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 89-98.
Putra, I. N. G. J., Dewi, I. K., Pramesti, N. P. L. A., & Sari, N. M. D. P. (2025). Perilaku hidup bersih dan sehat (phbs) dan makanan sehat kepada anak–anak TK Tri Dharma Budaya. Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA), 6(2), 97-105.
Rawa, P. H., Rosdiana, Y., Arini, S. D., Kurniawan, D., Dedi, M. M., Suryani, N. J., & Bele, F. T. (2025). Peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi anak usia dini melalui edukasi dan demonstrasi di posyandu: Improving Mother's Knowledge on Child Nutrition Through Education and Demonstration in Posyandu. JAMAS: Jurnal Abdi Masyarakat, 3(3), 1026-1030.
Sukadaryati, S., & Andini, S. (2021). Upaya pengelolaan minim sampah rumah tangga: management effort for minimum household waste. Jurnal Silva Tropika, 5(2), 419-432.
Tiani, N. I., Falah, M., Najib, M. R., Yusdiantini, E., Nursoffiah, N., Nurlaela, A., & Nataprawira, I. H. (2023). Perilaku hidup bersih dan sehat tentang praktik cuci tangan yang baik dan benar bagi siswa di SDN 2 Batumalang. Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 1-8.
UNICEF Indonesia. (2020). Perkawinan Anak di Indonesia. Diakses dari; https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/perkawinan-anak-di-indonesia
Utami, N. N., & Muhammad, M. (2024). Edukasi terkait pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui program sosialisasi kebersihan dalam mencuci tangan di MI Al-Huda, Desa Cijagang. Jurnal Abdimas Mandiri, 8(1), 28-36.
Widyaswara, G., & Palupi, R. E. A. (2025). Upaya pencegahan penyakit tidak menular melalui pemeriksaan kesehatan warga usia produktif di Banmati, Sukoharjo. Medical Community Dedication, 1(2), 72-78.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








