Pemberdayaan masyarakat berbasis smart emergency village untuk meningkatkan kesiapsiagaan gawat darurat dan bencana

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i6.4312

Authors

  • Etika Emaliyawati Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Yanny Trisyani Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Aan Nuraeni Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Ayu Prawesti Priambodo Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Anastasia Anna Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Cecep Eli Kosasih Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Ristina Mirwanti Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Donny Nurhamsyah Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran
  • Firman Sugiharto Departemen Gawat Darurat dan Kritis, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran

Kegawatdaruratan Kesiapsiagaan bencana Pemberdayaan masyarakat Smart emergency village

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs) and disasters represent two public health threats requiring a rapid community response prior to the arrival of professional medical aid; however, rural communities often lack the knowledge to recognize the associated emergency signs.

Purpose: To provide health education based on the "Smart Emergency Village" model, aiming to enhance community knowledge regarding medical emergencies caused by NCDs and disaster preparedness.

Method: The Smart Emergency Village community service program was conducted in Sagaracipta Village, Ciparay District, Bandung Regency, between March and August 2026. The initiative aimed to provide education on NCD-related medical emergencies and guided training on disaster preparedness for health volunteers and the general public, involving 27 participants. The program utilized a community empowerment approach and a one-group pretest-posttest evaluation design. Participant knowledge levels were assessed using a structured nine-item questionnaire administered before the health education (pretest) and after the completion of the educational sessions (posttest). The results were analyzed descriptively to evaluate the success of the education and training activities. Furthermore, the analysis findings served as a basis for selecting and establishing a village-level "emergency first responder" cadre group responsible for monitoring and implementing NCD-related medical emergency and disaster preparedness concepts within the village.

Results: The findings indicate that prior to the educational activity, participants' knowledge levels were categorized as good for 2 participants (7.4%), fair for 10 (37.0%), and poor for 15 (55.6%); following the activity, there was a proportional improvement, with 22 participants (81.5%) demonstrating good knowledge and 5 (18.5%) demonstrating fair knowledge. The mean knowledge score rose from 4.67 points at the pre-test to 6.70 points at the post-test, and the Wilcoxon Signed-Rank test yielded a p-value of <0.001.

Conclusion: The Smart Emergency Village program demonstrates that community empowerment—through education on non-communicable disease emergencies and disaster preparedness—significantly enhances community knowledge (p<0.001). In addition to raising the average knowledge score, the program also fostered a more uniform level of understanding among participants. These results indicate improved community capacity to recognize and respond to both medical emergencies and disasters.

Suggestion: Program sustainability requires a commitment from village authorities and community health centers (Puskesmas) to integrate the training and mentoring of emergency first responder volunteers into routine programming, as well as to conduct periodic simulations and refresher training. Universities are encouraged to further develop this model as a sustainable community service program that can be replicated in other regions.

Keywords: Community empowerment; Disaster preparedness; Emergencies; Smart emergency village

Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) dan kejadian bencana merupakan dua ancaman kesehatan masyarakat yang memerlukan respons cepat dari komunitas sebelum bantuan medis profesional tiba, namun masyarakat pedesaan umumnya memiliki keterbatasan pengetahuan dalam mengenali tanda kegawatdaruratan tersebut.

Tujuan: Memberikan edukasi kesehatan berbasis smart emergency village sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kegawatdaruratan medis akibat PTM dan kesiapsiagaan bencana.

Metode: Program pengabdian kepada masyarakat smart emergency village dilaksanakan di Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dalam periode Maret hingga Agustus 2026. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan edukasi kegawatdaruratan medis akibat penyakit tidak menular dan pelatihan dengan pendampingan mengenai kesiapsiagaan bencana pada kader kesehatan dan masyarakat umum. Sebanyak 27 orang untuk menjadi partisipan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) menggunakan desain evaluasi one-group pretest and posttest. Pengukuran tingkat pengetahuan peserta dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur berupa sembilan item pertanyaan yang diberikan kepada seluruh partisipan sebelum pelaksanaan edukasi kesehatan (pretest) dan setelah rangkaian edukasi selesai (posttest). Hasil evaluasi ini di analisa secara deskriptif untuk menilai keberhasilan kegiatan edukasi kegawatdaruratan medis akibat penyakit tidak menular dan pelatihan dengan pendampingan mengenai kesiapsiagaan bencana. Sedangkan hasil analisa digunakan sebagai rujukan dalam pemilihan dan pembetukan kader emergency first responder Desa sebagai kelompok kader yang melakukan monitoring dan penerapan konsep kegawatdaruratan medis akibat penyakit tidak menular dan kesiapsiagaan bencana di tingkat Desa.

Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan partisipan sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 2 partisipan (7.4%) baik, sebanyak 10 partisipan (37.0%) cukup, dan sebanyak 15 partisipan (55.6%) kurang, sedangkan setelah kegiatan edukasi mengalami peningkatan secara proporsional menjadi sebanyak 22 partisipan (81.5%) baik dan sebanyak 5 partisipan (18.5%) cukup. Sedangkan rata-rata skor pengetahuan partisipan mengalami peningkatan dari 4.67 poin pada saat pretest menjadi 6.70 poin pada posttest, dan uji Wilcoxon Signed-Rank mendapatkan p-value<0.001.

Simpulan: Program Smart emergency village membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kegawatdaruratan penyakit tidak menular dan kesiapsiagaan bencana secara signifikan meningkatkan pengetahuan masyarakat (p<0.001). Selain meningkatkan rata-rata skor pengetahuan, program ini juga meratakan pemahaman peserta. Hasil ini menunjukkan kapasitas komunitas yang lebih baik dalam mengenali dan merespons kondisi darurat medis maupun bencana.

Saran: Keberlanjutan program membutuhkan komitmen pemerintah desa dan puskesmas untuk mengintegrasikan pelatihan dan pendampingan kader emergency first responder ke dalam program rutin, serta melaksanakan simulasi dan pelatihan penyegaran secara berkala. Universitas diharapkan mengembangkan model ini sebagai program pengabdian berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abuejheisheh, A. J., Alshraideh, J. A., Amro, N., Hani, S. B., & Darawad, M. W. (2023). Effectiveness of blended learning basic life support module on knowledge and skills: A systematic review of randomized controlled trials. Heliyon, 9(11).

Aliakbari, F., Pirani, T., Heidari, M., & Kheiri, S. (2023). Effects of empowerment programs on nurses’ competence in disaster response. Health in Emergencies and Disasters Quarterly, 8(2), 87-94.

Al-Qbelat, R. M., Subih, M. M., & Malak, M. Z. (2022). Effect of educational program on knowledge, skills, and personal preparedness for disasters among emergency nurses: a quasi-experimental study. INQUIRY: The Journal of Health Care Organization, Provision, and Financing, 59, 00469580221130881.

American Diabetes Association Professional Practice Committee. (2023). 6. Glycemic goals and hypoglycemia: standards of care in diabetes—2024. Diabetes care, 47(Suppl 1), S111.

American Heart Association. (2010). Highlights of the 2010 American Heart Association guidelines for CPR and ECC. American Heart Association.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung. (2023). Kecamatan Ciparay dalam angka 2023. BPS Kabupaten Bandung. Diakses dari: https://bandungkab.bps.go.id/id/publication/2023/09/26/97e19e8b1fe70ab5f336d76a/kecamatan-ciparay-dalam-angka-2023.html

Benkerrou, H., Lockhart, M., Heidet, M., Azzouz, R., Vilhelm, C., Hubert, H., & Baert, V. (2025). The association between the type of bystander and survival after an out-of-hospital cardiac arrest: A French nationwide study. Resuscitation Plus, 21, 100858.

Calicchia, S., Capanna, S., De Rosa, M., Papaleo, B., & Pera, A. (2024). Six years of spreading BLSD skills in schools: empowering teachers as trainers. Frontiers in Public Health, 12, 1454603.

Davis, J., Fischl, A. H., Beck, J., Browning, L., Carter, A., Condon, J. E., & Villalobos, S. (2022). 2022 National standards for diabetes self-management education and support. The science of diabetes self-management and care, 48(1), 44-59.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Bandung tahun 2022. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Diakses dari: https://ppid.bandungkab.go.id/detail/dinas-kesehatan-profil-kesehatan-tahun-2022-edisi-terbit-2023

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2023). Profil kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Diakses dari: https://diskes.jabarprov.go.id/profilkesehatan

Han, S., Lee, C. A., Jeong, W. J., Park, J., & Park, H. A. (2023, July). Framework Development of Non-Face-to-Face Training of Basic Life Support for Laypersons: A Multi-Method Study. In Healthcare (Vol. 11, No. 14, p. 2110). MDPI.

Janah, A. L., Pratiwi, A. M., Fatimatasari, F., Lestari, P., & Rafida, S. P. (2025). The effect of education using the emo demo ATIKA (Ati Telur Ikan-Liver Egg Fish) method on knowledge about anemia among pregnant women in Bantul Regency. JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia)(Indonesian Journal of Nursing and Midwifery), 13(3), 444-455.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Gambaran prevalensi, dampak, serta upaya pengendalian hipertensi dan diabetes di Indonesia: Laporan tematik Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diakses dari: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5536/

Kumar, A. N. E. E. L., Shaikh, Z., Prithian, S., Shaikh, B. A., Ansari, I., & Hyder, I. Q. R. A. (2021). Knowledge of hypoglycemic symptoms and their Self-Management among patients with type II diabetes mellitus. Pakistan J Health Med Sci, 15, 2961-2.

Li, S., Qin, C., Zhang, H., Maimaitiming, M., Shi, J., Feng, Y., & Zheng, Z. J. (2024). Survival after out-of-hospital cardiac arrest before and after legislation for bystander CPR. JAMA network open, 7(4), e247909.

Nurlaili, T., Wardhani, P. I., Hafida, S. H. N., & Susilawati, S. A. (2024, March). Effectiveness of landslide mitigation education on disaster knowledge and preparedness of students in class VIII SMPN 1 Jenawi. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1314, No. 1, p. 012102). IOP Publishing.

Powers, M. A., Bardsley, J. K., Cypress, M., Funnell, M. M., Harms, D., Hess-Fischl, A., & Uelmen, S. (2020). Diabetes self-management education and support in adults with type 2 diabetes: a consensus report of the American Diabetes Association, the Association of Diabetes Care & Education Specialists, the Academy of Nutrition and Dietetics, the American Academy of Family Physicians, the American Academy of PAs, the American Association of Nurse Practitioners, and the American Pharmacists Association. Journal of the American Pharmacists Association, 60(6), e1-e18.

Rarani, M. A., Omid, A., & Nosratabadi, M. (2024). The effect of an educational program on the knowledge and attitude of medical sciences students about social determinants of health in Iranian University Students: A quasi‐experimental study. Health Science Reports, 7(11), e70182.

Schnaubelt, S., Veigl, C., Snijders, E., Abelairas Gómez, C., Neymayer, M., Anderson, N., & Greif, R. (2024). Tailored basic life support training for specific layperson populations—a scoping review. Journal of clinical medicine, 13(14), 4032.

Shams, L., Shirzad, M., Atighechian, G., Nasiri, T., & Shahbazi, S. (2024). Community-based education: An effective policy for earthquake preparedness in Iran: Empirical study. Journal of Education and Health Promotion, 13, 51.

Sofyana, H., Ibrahim, K., Afriandi, I., & Herawati, E. (2024). The implementation of disaster preparedness training integration model based on Public Health Nursing (ILATGANA-PHN) to increase community capacity in natural disaster-prone areas. BMC nursing, 23(1), 105.

Sutrisno, D., Suwarno, Y., Rahadiati, A., Habibie, M. I., Putra, P. K., Prayogi, H., & Kosasih, A. (2025). Community preparedness for earthquake disasters: A preliminary assessment of awareness and disaster infrastructure response in Cianjur, West Java-Indonesia. F1000Research, 13, 256.

Tamiru, S., Dugassa, M., Amsalu, B., Bidira, K., Bacha, L., & Tsegaye, D. (2023). Effects of nurse-led diabetes self-management education on self-care knowledge and self-care behavior among adult patients with type 2 diabetes mellitus attending diabetes follow up clinic: A Quasi-Experimental study design. International Journal of Africa Nursing Sciences, 18, 100548.

Tupper, J., & Karacaoğlu, Ö. C. (2025). Access to ınformation and social solidarity in the 2023 Turkey earthquake: disaster education as citizenship education. Humanities and Social Sciences Communications, 12(1), 386.

World Health Organization. (2025). Noncommunicable diseases [Fact sheet]. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases

Downloads

Published

30.08.2026