Pendampingan kader melalui pembuatan crinkle cookies ubi ungu sebagai upaya pencegahan anemia remaja putri

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i6.4281

Authors

  • Rismawati Rismawati Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Megarezky
  • Nurqalbi Sampara Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Megarezky
  • Hardyanty Subair Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Megarezky
  • Erni Erni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Makassar

Anemia Crinkle cookies Kader Remaja putri Ubi ungu

Abstract

Background: Stunting remains a pressing issue that requires resolution. The government has undertaken various efforts to address rising stunting rates across all levels of society, including in rural communities. Anemia is one factor potentially contributing to stunting. Anemia can be prevented through the consumption of foods rich in vitamins and minerals that support red blood cell formation. Purple sweet potato, which is rich in carbohydrates, vitamins, and minerals, holds great potential for use in food products designed to address nutritional issues, including anemia prevention.

Purpose: To empower community health volunteers by enhancing their knowledge and skills regarding anemia screening and the production of purple sweet potato crinkle cookies as a nutritional source.

Method: This community service activity was conducted at the Romang Polong Urban Village Hall in Gowa Regency. The initiative aimed to equip *Posyandu* (Integrated Health Post) volunteers with the knowledge and skills to process local purple sweet potatoes into crinkle cookies, serving as an alternative strategy for anemia prevention, particularly among adolescents. Twenty volunteers participated in the activity, accompanied by five adolescents as participating subjects. Participants' knowledge and understanding were assessed using a one-group pre-test and post-test design, utilizing questionnaires administered before and after the educational session. The evaluation results were analyzed descriptively to assess the success of the educational activity and the training on making purple sweet potato crinkle cookies as an alternative nutritional option for adolescents.

Results: The findings indicate that prior to the educational activity, participant knowledge levels were categorized as good for 1 participant (5.0%), fair for 5 participants (25.0%), and poor for 14 participants (70.0%); following the activity, there was a proportional improvement, with 17 participants (85.0%) reaching the "good" category and 3 participants (15.0%) the "fair" category. Regarding participant proficiency in hemoglobin (Hb) testing and the technique for processing purple sweet potatoes into crinkle cookies, improvements were observed post-training, with all participants (100.0%) achieving the "good" category. Descriptively, the evaluation results also demonstrate a significant improvement in both knowledge and skills.

Conclusion: This community service activity was conducted smoothly and effectively, enhancing community knowledge regarding anemia and providing skills aligned with community needs. The activity also motivated the community and fostered awareness regarding anemia prevention through the use of local food products to meet nutritional needs. Improved community knowledge and skills concerning nutrition will positively impact public health quality.

Suggestion: It is hoped that this service activity can be continued through collaborative efforts aimed at preventing anemia among adolescents. Support from local government or relevant agencies is needed to enable the training to be conducted on a wider scale and over a longer period.

Keywords: Adolescent girls; Anemia; Crinkle cookies; Health volunteers; Purple sweet potato

Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan yang harus dituntaskan saat ini. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi peningkatan angka penderita stunting pada semua tingkatan termasuk pada masyarakat pedesaan. Salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan stunting adalah anemia. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang menunjang pembentukan sel darah merah. Ubi ungu yang kaya akan karbohidrat, vitamin dan mineral sangat potensial digunakan dalam pembuatan produk yang dapat membantu mengatasi masalah gizi, termasuk pencegahan anemia.

Tujuan: Pemberdayaan kader untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan mengenai anemia serta pembuatan crinkle cookies dari ubi ungu sebagai sumber gizi.

Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Romang Polong Kabupaten Gowa. Sasaran kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan pada kader Posyandu dalam pengolahan pangan lokal ubi ungu menjadi crinkle cookies sebagai alternatif upaya pencegahan anemia khususnya pada remaja. Kegiatan diikuti oleh 20 kader untuk menjadi partisipan dan 5 remaja sebagai subyek penyerta. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group posttest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (posttest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Hasil evaluasi ini di analisa secara deskriptif untuk menilai keberhasilan kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan crinkle cookies ubi ungu sebagai salah satu alternatif pemenuhan gizi pada remaja.

Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan partisipan sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 1 partisipan (5.0%) baik, sebanyak 5 partisipan (25.0%) cukup, dan sebanyak 14 partisipan (70.0%) kurang, sedangkan setelah kegiatan edukasi mengalami peningkatan secara proporsional menjadi sebanyak 17 partisipan (85.0%) baik dan sebanyak 3 partisipan (15.0%) cukup. Sedangkan untuk tingkat kemampuan partisipan dalam pemeriksaan Hb dan teknik pengolahan ubi ungu menjadi crinkle cookies mengalami peningkatan setelah kegiatan pelatihan menjadi seluruh partisipan dalam kategori baik (100.0%). Secara deskriptif hasil evaluasi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dari aspek pengetahuan dan kemampuan.

Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana dengan lancar dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai anemia dan juga memberikan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga memberikan motivasi dan menumbuhkan kesadaran pada masyarakat dalam mencegah anemia dengan menggunakan olahan bahan pangan lokal sebagai pemenuhan kebutuhan gizi. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang pemenuhan gizi akan memberikan dampak positif pada perbaikan kualitas kesehatan masyarakat.

Saran: Diharapkan untuk kegiatan pengabdian ini dapat dilanjutkan sebagai kegiatan kerjasama dalam upaya pencegahan anemia pada remaja. Perlunya bantuan pelaksanaan dari pemerintah setempat atau instansi terkait agar pelaksanaan pelatihan dapat dilaksanakan dalam lingkup yang lebih luas serta jangka waktu yang lebih lama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa. (2022). Statistik Daerah Kabupaten Gowa 2022. Diakses dari: https://gowakab.bps.go.id/id/publication/2022/09/26/8716b668228774f3d131293b/statistik-daerah-kabupaten-gowa-2022.html

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa. (2023). Kecamatan Somba Opu Dalam Angka 2023. Diakses dari: https://gowakab.bps.go.id/id/publication/2023/09/26/bc01ac9b1bd0b363cc0bb6df/kecamatan-somba-opu-dalam-angka-2023.html.

Jusriani, R., Syarfaini, S., Zulfitrawati, Z., & Syahrir, S. (2024). Asupan fe, perilaku jajan anak, dan pengetahuan ibu terhadap kejadian anemia pada anak sekolah di Wilayah Pesisir. Jurnal Promotif Preventif, 7(3), 553-561.

Kasmawati, K., Rasmaniar, R., Nurlaela, E., Koro, S., & Nurbaya, N. (2023). Pelatihan kader posyandu remaja dalam upaya peningkatan keterampilan kader remaja. Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM), 7(3), 1-6.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Cegah anemia raih masa remaja yang sehat aktif dan berprestasi. Diakses dari: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4224/cegah-anemia-raih-masa-remaja-yang-sehat-aktif-dan-berprestasi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil Kesehatan Indonesia 2024. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024

Khonitatillah, N. A. (2024). Peningkatan kapasitas kader PKK melalui program pelatihan: Menuju organisasi yang lebih efektif. Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat, 1(1), 38-40.

Kusniyanto, R. E., Sudirman, J., & Aziz, M. (2022). Penyuluhan daun kelor terhadap peningkatan pengetahuan anemia pada ibu hamil di Desa Tanakaraeng Kecamatan Manuju. Nusantara Jurnal Pengabdian, 5(1), 10-15.

Lasmawanti, S., Muflih, M., & Siregar, M. A. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja di SMA Budi Agung Medan. Jurnal Keperawatan Cikini, 5(1), 77-85.

Mahbubi, M. F. (2025). Efektivitas tugas kelurahan di bidang pemberdayaan masyarakat kelurahan pekan kuala kecamatan kuala kabupaten langkat (Doctoral dissertation, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Universitas Islam Sumatera Utara).

Mandar, T. A., Djannah, S. N., & Handayani, L. (2025). Peran edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting: Studi Literature Review. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 18-30.

Muaningsih, M., Lusiana, E., Suriyani, S., & Ryadinency, R. (2024). Cemilan sehat ibu hamil bisikoik lekok kelorok sebagai pencegahan stunting di Kelurahan Bontonompo Selatan Kab. Gowa. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(2), 614-631.

Muliyah, P., Aminatun, D., Nasution, S. S., Hastomo, T., & Sitepu, S. S. W. (2020). Exploring learners’autonomy in online language-learning in STAI Sufyan Tsauri Majenang. Getsempena English Education Journal, 7(2), 382-394.

Nurkalisa, N., Azniah, A., & Nurafriani, N. (2024). Hubungan sikap, tindakan dan status gizi dengan resiko anemia pada remaja putri di sekolah SMA Negeri 21 Makassar. JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 4(5), 37-42.

Rahayu, E. K. (2020). Analysis of Hemoglobine Levels in Sweet Potatoes (Ipomoe Batatas) Processing for Multiparous Pregnant Women at Minasa Upa Public Health Centre of Makassar. INTERNATIONAL JOURNAL, 1(4), 342-345.

Rasdianah, N., Yusuf, M. N. S., & Tandiabang, P. A. (2023). Edukasi anemia bagi remaja putri sebagai upaya pencegahan dini stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 2(2), 97-102.

Rismawati, R., Fatima, A., & Nuryam, N. (2025). Penyuluhan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Diakses dari: https://www.e-jurnal.iphorr.com/index.php/phc/article/view/778

Rizal, A., & Tandos, R. (2021). Strategi pemberdayaan kader posyandu melalui pendampingan komunitas di Yayasan Kalyanamitra. Jurnal Kommunity Online, 2(1), 1-10.

Rizkiana, E. (2022). Pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah (TTD) sebagai pencegahan stunting. Jurnal Ilmu Kebidanan, 9(1), 24-29.

Savitri, M. K., Tupitu, N. D., Iswah, S. A., & Safitri, A. (2021). Hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri: a systematic review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(2), 43-49.

Syam, N. F. S., Triananinsih, N., Azis, M., & Eryanti, R. (2025). The relationship between type and frequency of complementary feeding and nutritional status among infants aged 7–12 months. Omni Health Journal, 2(4), 92-96.

Zunaidi, A. (2024). Metodologi pengabdian kepada masyarakat pendekatan praktis untuk memberdayakan komunitas.

Downloads

Published

30.08.2026