Implementasi gerakan sikat gigi massal sebagai upaya pencegahan karies gigi pada anak prasekolah
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i6.4189
Anak prasekolah Edukasi kesehatan gigi Pencegahan karies Teknik sikat gigi
Abstract
Background: Dental caries remains a major oral health issue among preschool-aged children in Indonesia; the prevalence of early childhood caries in Luwu Regency is reported to reach 60–70%. Preschoolers are particularly vulnerable due to a lack of understanding among both parents and children regarding proper dental care, high consumption of sweet and sticky foods, and the absence of established regular tooth-brushing habits. The preschool years represent a "golden period" for behavioral development; therefore, educational interventions combined with hands-on practice from an early age are crucial for fostering healthy lifestyle habits.
Purpose: To increase preschool children's knowledge and awareness regarding oral health and to teach proper tooth-brushing techniques.
Method: A community service activity utilizing a community health education approach was conducted on Friday, May 1, 2026, at Ananda Lebani Kindergarten in Lebani Village, North Belopa District, Luwu Regency, South Sulawesi Province. Thirty children participated, accompanied by four classroom teachers. Participant knowledge and understanding were assessed using a one-group pretest-posttest design, employing observational questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. Participant proficiency was evaluated based on observations of their performance during a tooth-brushing simulation, specifically focusing on the correct procedural steps.
Results: The community service activity was attended by 30 children from Ananda Lebani Kindergarten with great enthusiasm. Prior to the activity, the children's understanding of oral health was low; only about 20% knew the causes of cavities, and approximately 30% knew which foods were beneficial for teeth. Following the educational session and demonstration, about 93% of the children could identify the causes of caries, foods harmful to teeth, and the correct times to brush their teeth. Regarding skills, most children initially brushed only the front surfaces of their teeth using random motions for less than one minute; however, after the guided session, approximately 87% were able to use a directional brushing motion (from gum to tooth), clean all tooth surfaces, and brush for at least two minutes. The children also displayed a more positive and enthusiastic attitude toward maintaining oral hygiene compared to before the activity.
Conclusion: Interactive health education combined with a group toothbrushing session proved effective in improving the knowledge, skills, and attitudes of preschool-aged children regarding oral health maintenance. This approach serves as a strategic initial step in preventing dental caries among preschoolers.
Suggestion: Similar activities should be conducted on an ongoing basis every 3 to 6 months—to reinforce the children's understanding, while directly involving parents to ensure consistent toothbrushing habits at home. Schools are also encouraged to monitor the children's oral hygiene and provide adequate clean water facilities for group toothbrushing activities.
Keywords: Caries prevention; Dental health education; Preschoolers; Toothbrushing technique
Pendahuluan: Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang utama pada anak usia prasekolah di Indonesia, dengan prevalensi karies anak usia dini di Kabupaten Luwu dilaporkan mencapai 60-70%. Anak usia prasekolah sangat rentan karena masih kurangnya pemahaman orang tua dan anak tentang cara merawat gigi yang benar, tingginya konsumsi makanan manis dan lengket, serta belum terbentuknya kebiasaan menyikat gigi secara teratur. Masa prasekolah merupakan periode emas pembentukan perilaku, sehingga intervensi edukasi disertai praktik langsung sejak usia dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak usia prasekolah mengenai kesehatan gigi dan mulut serta mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar.
Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan community health education yang dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Mei 2026 bertempat di TK Ananda Lebani, Desa Lebani, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan diikuti sebanyak 30 orang anak sebagai partisipan yang didampingi oleh 4 orang guru kelas. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman partisipan dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner observasi yang dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Untuk tingkat kemampuan partisipan di evaluasi berdasarkan hasil observasi dari simulasi ketika melakukan praktik sikat gigi dengan tahapan yang benar.
Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 30 anak TK Ananda Lebani dengan antusiasme yang tinggi.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, pemahaman anak mengenai kesehatan gigi dan mulut masih rendah, di mana hanya sekitar 20% anak yang mengetahui penyebab gigi berlubang dan sekitar 30% anak yang mengetahui makanan yang baik untuk gigi. Setelah kegiatan edukasi dan demonstrasi dilaksanakan, sekitar 93% anak mampu menyebutkan penyebab karies, makanan yang merusak gigi, serta waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Pada aspek keterampilan, sebagian besar anak sebelumnya hanya menyikat permukaan depan gigi dengan gerakan acak dan durasi kurang dari satu menit, sedangkan setelah pendampingan sekitar 87% anak sudah mampu melakukan gerakan menyikat gigi searah dari gusi ke gigi, membersihkan seluruh permukaan gigi, dan mempraktikkannya selama minimal dua menit. Anak-anak juga menunjukkan sikap yang lebih senang dan antusias terhadap kegiatan menjaga kebersihan gigi dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
Simpulan: Edukasi kesehatan interaktif yang dikombinasikan dengan praktik sikat gigi massal terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak usia prasekolah dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut. Pendekatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mencegah karies gigi pada anak usia prasekolah.
Saran: Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan setiap 3-6 bulan untuk memperkuat pemahaman anak, dengan melibatkan orang tua secara langsung agar kebiasaan menyikat gigi berjalan konsisten di rumah. Pihak sekolah juga diharapkan terus memantau kebersihan gigi anak dan menyediakan fasilitas air bersih yang memadai untuk kegiatan sikat gigi bersama.
Downloads
References
Anssy, A. K., Yani, R. W. E., Kiswaluyo, Hadnyanawati, H., Wanodyo, A. T., Handayani, Misrohmasari, & Surartono, E. A. A. (2025). Perbedaan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut wali murid tk sebelum dan setelah penyuluhan dengan media poster. Quality: Jurnal Kesehatan, 19, 68–76.
Elsa, S. A., Roslita, R., & Wisanti, E. (2023). Peningkatan pengetahuan menggosok gigi yang benar pada anak usia sekolah melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan media video. BIMIKI, 11(1), 46–55.
Herawati, A., Sari, A., Santoso, D., Brahmastha, F., Sitorus, G., & Setiawaty, S. (2022). Edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui media pembelajaran berbasis interaktif pada siswa sdn mekarjaya 11 kota depok tahun 2022. Jurnal Pengabdian Masyarakat SAGA Komunitas, 01(04), 124–131.
Ilmianti, Mattulada, I. K., Aldilawati, S., Aslan, S., & Febriany, M. (2020). Media komunikasi, informasi dan edukasi terhadap pengetahuan anak sekolah dasar tentang kesehatan gigi mulut. Sinnun Maxxillofacial Journal, 02(01), 26–33.
Khafid, M., Putriwijaya, F. D., Prakosa, B. R., & Salsabila, N. (2023). Efektivitas penyuluhan media poster secara luring dan daring dalam meningkatkan kesehatan gigi. MKGK Clinical Dental Jorrnal, 9(2), 47–52.
Koniah, R., Hendratno, & Sukartiningsih, W. (2025). Keefektifan media poster sebagai sarana penyampaian informasi: studi literatur tinjauan multi perspektif. JS (Jurnal Sekolah), 9(2), 281–291.
Kuswanto, Haryono, D., & Igayanti, I. B. (2024). Hubungan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian penyakit periodontal pada masyarakat. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6, 2239–2246.
Lusiani, Y., & Ridha, M. A. (2019). Gambaran penyuluhan dengan media poster dan animasi terhadap pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi pada siswa/i kelas iv sdn 050736 pulau banyak kecamatan tanjung pura. Jurnal Ilmiah PANNMED, 91–94.
Oktaviani, E., Feri, J., Aprilyadi, N., Zuraidah, Susmini, & Ridawati, I. D. (2022). Edukasi kesehatan gerogi (gerakan gosok gigi) untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak pra sekolah. Journal of Character Education Society, 5(2), 363–371.
Pay, N. M., Wali, A., Fankari, F., & Tedi, P. (2023). Penerapan permainan puzzle tentang karies gigi sebagai media promosi kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Mayasyarakat, 3, 146–153.
Rahmi, S. A., Mulia, R. J., Sara, F., & Rahman, W. A. (2023). Penggunaan media yang efektif dalam promosi kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dasar. Jurnal Ilmu Kesehatan, 1, 203–209.
Shafia, A., Feranisa, A., & Syahari, H. P. (2026). Edukasi kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan rongga mulut pada siswa smp melalui media poster dan leaflet di smp n 9 semarang. Jurnal Medika, 5(1), 587–594.
Sihombing, K. P., Siahaan, Y. L., & Rosma, M. (2025). Penyuluhan pencegahan sejak dini risiko karies gigi dengan media edukasi kesehatan gigi pada siswa sekolah dasar kelas 1. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5, 294–302.
Simaremare, S. A. (2015). Peranan penggunaan media poster dalam penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan anak tentang kelas v sd negeri perumnas simalingkar kecamatan medan tuntungan 2015. Jurnal Ilmiah PANNMED, 10, 81–84.
Sitalaksmi, R. M., Kresnoadi, U., Mundiratri, K., Utami, F., & Ashrin, M. N. (2023). Knowledge improvement after dental health education for elementary school students in Surabaya , East Java. Indonesian Journal of Dental Medicine, 6(1), 16–18.
Sumerti, Agung, A. G., Arini, & Arnata, A. R. (2022). Perbedaan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui penyuluhan dengan media poster dan video pada siswa kelas iv dan v sdn 2 kaliakah kecamatan negara tahun 2022. Jurnal Kesehatan Gigi, 9(2), 99-107.
Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Laporan tematik ski. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/laporan-tematik-ski/
Theresia, T. T., Goalbertus, Putri, C. A. K., & Gultom, A. (2024). Efektivitas program pendidikan kesehatan gigi terhadap status kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah. Jurnal Dunia Kesmas, 13, 219–228.
World Health Organization. (2023). Global oral health status report: towards universal health coverage for oral health by 2030. Diakses dari https://www.who.int/publications/i/item/9789240061484
Wilis, R., & Keumala, C. R. (2023). Hubungan perilaku menyikat gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut PHPM (Personal Hygiene Performance-Modified) pada murid sekolah dasar. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 5(1), 107-113.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








