Sosialisasi sehat tanpa hipertensi (SEHATI) pada ibu kader PKK sebagai upaya pencegahan hipertensi
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i5.3741
Edukasi kesehatan Hipertensi Ibu kader PKK Pencegahan
Abstract
Background: Hypertension is a public health issue with a high prevalence, particularly among women of reproductive age. Limited early detection and knowledge regarding hypertension prevention at the community level necessitate educational interventions. The "SEHATI" (Healthy Without Hypertension) outreach program was designed to increase knowledge and facilitate the early detection of hypertension among family welfare empowerment (FWE) cadres in Banjar Village, Licin District, Banyuwangi.
Purpose: To evaluate the effectiveness of the "SEHATI" program in increasing knowledge about hypertension and assessing blood pressure status among FWE cadres as a hypertension prevention measure.
Method: The activity was conducted on Saturday, May 31, 2025, at the Banjar Village Hall, Licin District, Banyuwangi. A one-group pretest-posttest design was employed, utilizing purposive sampling to select 20 FWE cadres as respondents. The intervention consisted of educational sessions including lectures, participatory discussions, and educational games alongside anti-hypertension exercises and blood pressure screenings. Knowledge improvement was measured using pretest and posttest questionnaires. Descriptive data analysis was used to describe respondent characteristics and blood pressure screening results, while inferential analysis using a paired t-test was employed to measure the improvement in knowledge among the FWE cadres of Banjar Village.
Results: The study showed that the mean age of respondents was 40.2 years (SD ±5.47 years), with the majority (n=10; 50.0%) falling within the 30–40 age range. Blood pressure assessments revealed that most respondents (n=10; 50.0%) fell into the Stage 1 hypertension category. Meanwhile, a paired-samples t-test comparing pre-test and post-test knowledge scores yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.0001623.
Conclusion: The "Sehat Tanpa Hipertensi" (SEHATI) program demonstrated a significant positive impact on increasing the knowledge of FWE cadre members regarding hypertension risks. A combination of education, games, and physical activity (anti-hypertension exercises) contributed positively to improving the participants' knowledge. Early detection through blood pressure checks demonstrated that community-based screening is effective in preventing fatal complications, thereby enabling rapid intervention based on required health services.
Suggestion: It is recommended that the SEHATI program be continued and expanded to the entire community of Banjar Village. Continuous education regarding healthy diets, physical activity, and early hypertension detection should be strengthened to translate knowledge into behavioral change. Regular blood pressure monitoring should be conducted particularly for pre-hypertensive and hypertensive groups with support from the Community Health Center and the Integrated Health Post .
Keywords: FWE cadre members; Health education; Hypertension; Prevention
Pendahuluan: Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi, khususnya pada perempuan usia produktif. Keterbatasan deteksi dini dan pengetahuan mengenai pencegahan hipertensi di tingkat komunitas memerlukan intervensi edukatif. Program sosialisasi "SEHATI" (Sehat Tanpa Hipertensi) dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan mendeteksi hipertensi dini pada ibu kader PKK Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi.
Tujuan: Menilai efektivitas sosialisasi “SEHATI” dalam meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan mendeteksi status tekanan darah pada ibu kader PKK sebagai upaya pencegahan hipertensi.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Mei 2025 di Balai Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan one group pretest and posttest design dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling mendapatkan 20 ibu kader PKK untuk menjadi responden. Intervensi diberikan berupa edukasi melalui ceramah, diskusi partisipatif, games edukatif, senam anti hipertensi, dan pemeriksaan tekanan darah. Peningkatan pengetahuan diukur menggunakan instrumen kuesioner pretest dan posttest. Analisis data deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik dan hasil pemeriksaan tekanan darah responden dan analisis inferensial menggunakan paired t-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu kader PKK Desa Banjar.
Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 40.2 tahun dengan standar deviasi ±5.47 tahun dan mayoritas responden berada direntang usia 30-40 tahun yaitu sebanyak 10 responden (50.0%). Sedangkan untuk pemeriksaan tekanan darah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam kategori hipertensi tingkat-1 yaitu sebanyak 10 responden (50.0%). Sementara itu uji paired samples test antara nilai pengetahuan pretest dan posttest mendapatkan nilai sig. (2-Tailed) sebesar 0.0001623.
Simpulan: Program sehat tanpa hipertensi (SEHATI) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu kader terkait risiko hipertensi. Kombinasi edukasi, games, dan aktivitas fisik (senam anti hipertensi) berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan sasaran. Deteksi dini pengecekan tekanan darah juga menunjukkan bahwa skrining komunitas efektif dalam mencegah komplikasi fatal sehingga dapat mengambil langkah intervensi cepat berdasarkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Saran: Disarankan program SEHATI dilanjutkan dan diperluas ke seluruh masyarakat Desa Banjar. Perkuat edukasi berkelanjutan tentang pola makan sehat, aktivitas fisik, dan deteksi dini hipertensi agar pengetahuan berubah menjadi perilaku. Lakukan pemantauan rutin tekanan darah, terutama pada kelompok pra-hipertensi dan hipertensi, dengan dukungan Puskesmas dan Posyandu.
Downloads
References
Amalia, A. (2026). Bealty-Blood Pressure & Sugar: Navigasi cerdas manajemen kesehatan vital dan metabolisme. Afdan Rojabi Publisher.
Ardiyanti, A. M., Puspikawati, S. I., Prayoga, D., Abilia, A., Eksa, F., Damayanti, I., & Nanda, F. (2024). Sosialisasi program yakin (Yuk Antisipasi dan Kendalikan Hipertensi) sebagai upaya pencegahan hipertensi di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi. BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 214-220.
Bastian, Y. A. F., Dewi, W., Rinjani, S., Ainurrahmah, Y., Nurjaman, I., & Jinan, R. R. (2025). Edukasi kesehatan (hipertensi) dalam meningkatkan kesadaran kepada masyarakat di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Jurnal Pengabdian Meambo, 4(2), 375-381.
Devi, H. M., & Putri, R. S. M. (2021). Peningkatan pengetahuan dan kepatuhan diet hipertensi melalui pendidikan kesehatan di Posyandu Lansia Tlogosuryo Kota Malang. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(2), 432-438.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Diakses dari: https://dinkes.banyuwangikab.go.id
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Diakses dari: https://dinkes.jatimprov.go.id
Dinata, R. D., Alviana, V., Madaniyah, S. A., Ramadhini, A. N., Agustin, F. R., Margareta, F., & Rahayuningsih, F. B. (2025). Upaya pencegahan hipertensi melalui pendidikan kesehatan dan screening hipertensi pada kader PKK desa kertonatan. Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 271-279.
Handayani, D. S., & Nurmaguphita, D. (2026). Perwujudan tanggap hipertensi melalui pengoptimalan kader Kesehatan PKK Sidomakmur. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 6(2), 282-290.
Hany, A., Putra, K. R., Wibisono, A. H., Vatmasari, R. A., Anwar, M. S., Nurdiana, S., & Syadilla, I. P. (2025). Kunci Hidup Sehat: Panduan Lengkap Mengurangi Risiko Penyakit Tidak Menular. Universitas Brawijaya Press.
Istiqomah, F., Tawakal, A. I., Haliman, C. D., & Atmaka, D. R. (2022). Pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan hipertensi peserta prolanis perempuan di Puskesmas Brambang, Kabupaten Jombang. Media Gizi Kesmas, 11(1), 159-165.
Karini, T. A., Syahrir, S., Rezki, S. S., Lestari, N. K., Mardiah, A., Nuriyah, I., & Ayudia, I. (2023). Penyuluhan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang garam beryodium. Sociality: Journal of Public Health Service, 44-50.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/riskesdas/ketersediaan-data/riskesdas-2018
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diakses dar: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Lay, L. T., & Ernawati, E. (2024). Peningkatan pengetahuan untuk menurunkan kasus baru di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Jaya. Malahayati Nursing Journal, 6(2), 736-746.
Panma, Y., & Clara, H. (2022). Penyegaran kader kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hipertensi dan diabetes melitus. Jurnal Masyarakat Mandiri, 6(2), 1360-1368.
Pratiwi, C., Saputra, M. N. D., Fauziah, N., & Wulandari, A. (2026). Edukasi kesehatan dan senam antihipertensi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 37-46.
Rahayu, P., Hartati, A., Yulyuswarni, Y., Julaiha, S., Isnenia, I., Mulatasih, E. R., & Fauziyah, A. H. (2026). Edukasi dan pemeriksaan tekanan darah sebagai upaya deteksi dini hipertensi ibu PKK Desa Hajimena. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 5(2), 199-207.
Siregar, R., Adawiyah, R., Ratnasari, O., Setiawaty, S., Auliasari, D., & Asilah, N. (2025). Efektivitas penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan pencegahan hipertensi pada wanita dewasa di lingkungan masyarakat. Proficio, 6(2), 1022-1027.
Widodo, G. G., Setyoningrum, U., Wibowo, A., Wulandari, A. P., & Yevy, R. (2025). Pendampingan pencegahan hipertensi pada kader posyandu dengan optimalisasi deteksi dini risiko berbasis digital. Indonesian Journal Of Community Empowerment (IJCE), 7(2), 303-313.
World Health Organization. (2025). Global report on hypertension 2025: high stakes: turning evidence into action. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240115569
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








