Pendidikan kesehatan tentang pemanfaatan rebusan jahe merah-kayu manis dalam penanganan dismenore pada remaja putri
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v6i5.3700
Dismenore; Jahe merah Kayu manis Pendidikan kesehatan Remaja putri
Abstract
Background: Dysmenorrhea is menstrual pain frequently experienced by adolescent girls that can interfere with daily activities, school attendance, and academic concentration. Providing health education accompanied by a demonstration on preparing a red ginger and cinnamon decoction is important so that adolescents understand menstrual pain and are able to apply complementary treatment options that are practical, measurable, and safe.
Purpose: To provide health education, practical guidance, and the use of a red ginger and cinnamon decoction to reduce menstrual pain intensity among adolescent girls.
Method: The activity was conducted at MTs Tri Bhakti Alhusna, Purbolinggo District, East Lampung Regency, over two days on February 13–14, 2025. The population consisted of 35 female students; purposive sampling was used to select 26 students as respondents. Health education was delivered through concise and practical lectures. The intervention involved administering 250 ml of a herbal decoction made from red ginger and cinnamon, consumed twice daily in the morning (07:00) and the afternoon (16:00). A numeric rating scale (NRS 0–10) was used to measure pain intensity levels before and after the intervention. Evaluation was carried out using a one-group pretest-posttest approach, and data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to determine the significance of the difference in pain intensity before and after the intervention.
Results: The study showed that the respondents' pain intensity prior to the intervention had a mean score of 7.88 (SD ±1.243) within a range of 5–9 points, whereas after a two-day intervention, the mean score was 3.46 (SD ±1.655) within a range of 1–6 points. The Wilcoxon signed-rank test revealed a significant difference between the pre-test and post-test results (Z = -4.488, p < 0.001).
Conclusion: The community service activity regarding health education and the use of a red ginger and cinnamon decoction yielded positive results. This decoction serves as a simple, affordable, accessible, and relatively safe non-pharmacological alternative for alleviating menstrual pain.
Suggestion: It is recommended that educational activities on managing dysmenorrhea through the use of red ginger and cinnamon decoctions be conducted sustainably among adolescent girls, reaching a wider audience. These educational sessions should incorporate demonstrations, discussions, instructional materials, and hands-on practice to ensure participants clearly understand preparation methods, serving sizes, consumption schedules, safety considerations, and warning signs requiring medical attention.
Keywords: Adolescent girls; Cinnamon; Dysmenorrhea; Health education; Red ginger
Pendahuluan: Dismenore merupakan nyeri haid yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kehadiran di sekolah, serta konsentrasi belajar. Pendidikan kesehatan yang disertai demonstrasi rebusan jahe merah-kayu manis penting diberikan agar remaja memahami nyeri haid dan mampu menerapkan pilihan perawatan komplementer yang praktis, terukur, dan aman.
Tujuan: Memberikan pendidikan kesehatan, pendampingan praktik, dan penggunaan rebusan jahe merah-kayu manis untuk menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri.
Metode: Kegiatan dilaksanakan di MTs Tri Bhakti Alhusna, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur selama dua hari yaitu pada tanggal 13-14 Februari 2025. Populasi dalam kegiatan ini adalah 35 siswi dan dengan teknik purposive sampling mendapatkan 26 siswi untuk menjadi responden. Penyuluhan kesehatan diberikan melalui ceramah secara ringkas dan aplikatif. Intervensi yang diberikan adalah pemberian 250 ml minuman herbal rebusan jahe merah dan kayu manis yang di minum 2 kali sehari setiap pagi (jam 07.00) dan sore hari (jam 16.00). Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini adalah numeric rating scale (NRS 0-10) untuk mengukur tingkat intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest dan data dianalisa menggunakan uji wilcoxon signed-rank untuk melihat signifikansi perbedaan intensitas nyeri antara sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Menunjukkan bahwa intensitas nyeri responden sebelum intervensi mendapatkan nilai mean sebesar 7.88 poin dengan nilai standar deviasi sebesar ±1.243 poin dari rentang nilai 5-9 poin, sedangkan setelah intervensi selama 2 hari mendapatkan nilai mean sebesar 3.46 poin dengan nilai standar deviasi sebesar ±1.655 poin dari rentang nilai 1-6 poin. Berdasarkan uji wilcoxon signed-rank, perbedaan antara pretest dan posttest mendapatkan nilai Z= -4.488 dan p-value<0.001.
Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pendidikan kesehatan dan pendayagunaan rebusan jahe merah-kayu manis menunjukkan hasil yang positif. Rebusan jahe merah dan kayu manis dapat digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis yang sederhana, murah, mudah diperoleh, dan relatif aman untuk membantu mengurangi nyeri haid.
Saran: Diharapkan kegiatan edukasi mengenai penanganan dismenore melalui pendayagunaan rebusan jahe merah-kayu manis perlu dilaksanakan secara berkelanjutan komunitas remaja putri dengan sasaran yang lebih luas. Edukasi sebaiknya disertai demonstrasi, diskusi, media panduan, dan praktik langsung agar peserta lebih mudah memahami cara pembuatan, porsi, jadwal konsumsi, keamanan penggunaan, serta tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Downloads
References
Abdullah, V. I., Rosdianto, N. O., Adyani, K., Rosyeni, Y., & Rusyanti, S. (2024). Dismenore. Penerbit NEM.
Aziza, W., Tatisina, C. M., & Pudyastuti, R. R. (2021). Seduhan jahe merah dan terapi imajinasi termbimbing efektif dalam menurunkan intensitas dismenore pada mahasiswi Poltekkes Maluku. Global Health Science, 6(3), 124-129.
Bahrah, B. (2022). Manfaat ginger (jahe) sebagai terapi nonfarmakologis dalam mengatasi emesis gravidarum berdasarkan evidance based. Penerbit NEM. Diakses dari: https://www.penerbitnem.com/2022/05/
Cahya, I. S., Kamillah, S., & Daeli, W. (2025). Pengaruh pemberian minuman kunyit asam dan jahe terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 1 Bojongpicung Tahun 2024. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(3), 4707-4722.
Carolin, B. T., Rifiana, A. J., Syifaunnisa, S., & Novelia, S. (2023). Edukasi dan pemberian dark chocolate sebagai upaya untuk mengatasi nyeri dismenore pada remaja putri. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(1), 78-82.
Dahlan, M. S. (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan: deskriptif, bivariat dan multivariat, dilengkapi dengan menggunakan SPSS. Edisi kelima. Jakarta: Salemba Medika, 91-136.
Fahmiah, N. A., Huzaimah, N., & Hannan, M. (2022). Dismenorea dan dampaknya terhadap aktivitas sekolah pada remaja. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 3(1), 81-87.
Gurung, A., Khatiwada, B., Kayastha, B., Parsekar, S., Mistry, S. K., & Yadav, U. N. (2022). Effectiveness of Zingiber Officinale (ginger) compared with non-steroidal anti-inflammatory drugs and complementary therapy in primary dysmenorrhoea: A systematic review. Clinical Epidemiology and Global Health, 18, 101152.
Haryanti, R. P., & Livianica, R. (2023). Efektifitas pemberian air kelapa hijaudan olahan temulawak dalam menurunkan skala nyeri dismenore. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(4), 991-1000.
Hasanah, N. N. (2025). Kupas tuntas kunyit dan jahe: Panduan praktis manajemen nyeri menstruasi dengan minuman kunyit dan jahe. Penerbit NEM.
Itani, R., Soubra, L., Karout, S., Rahme, D., Karout, L., & Khojah, H. M. (2022). Primary dysmenorrhea: pathophysiology, diagnosis, and treatment updates. Korean journal of family medicine, 43(2), 101.
Julaecha, J., Fatmawati, T. Y., & Nurita, S. R. (2025). Pengaruh pemberain air jahe terhadap nyeri menstruasi di Posyandu Remaja Danau Sipin Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 14(2), 375-380.
Kamaruddin, I., Firmansah, D., Amane, A. P. O., & Samad, M. A. (2023). Metodologi penelitian kuantitatif. Pertama. Edited by Diana Purnama Sari. Padang: Global Eksekutif Teknologi.
Kuminah, K., Noorma, N., & Imamah, I. N. (2023). Pengaruh pemberian seduhan jahe merah terhadap intensitas dismenore pada remaja putri di Madrasah Aliyah Negeri Tanjung Selor Bulungan. Aspiration of Health Journal, 1(2), 314-325.
Lestari, W., Mariza, A., Susilawati, S., & Amirus, K. (2025). Efektivitas pemberian air rebusan jahe merah terhadap penurunan intensitas dismenorea pada remaja putri di MTS Darul Falah Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara. Malahayati Nursing Journal, 7(1), 150-161.
Manafe, K. N., Adu, A. A., & Ndun, H. J. (2021). Pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang dismenore dan penanganan non farmakologi Di SMAN 3 Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 3(3), 258-265.
Maringga, E. G., & Ivantarina, D. (2023). Pemberdayaan kelompok teman sebaya: edukasi penggunaan terapi komplementer untuk mengurangi dismenorea primer. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 7(1), 1-14.
Marliany, H., Sukmawati, I., Septiani, H., & Nurhidayah, A. S. (2023). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap tingkat pengetahuan remaja putri. HealthCare Nursing Journal, 5(1), 650-655.
Maulani, R. G., Husnah, R., Julianawati, T., & Susan, L. (2025). Pengaruh pemberian minuman herbal kayu manis (cinnamomum zeylanicum) untuk penurunan derajat desminorea. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 8(1), 423-427.
Saputri, M. I. D., Supriyadi, S., & Santosa, B. (2025). The effectiveness of herbal interventions in reducing dysmenorrhea: A scoping review. Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region, 8(3), 266-278.
Sulistyaningdiah, E., & Astuti, R. P. (2023). Hubungan pengetahuan, menarche dan kadar hemoglobin dengan kejadian disminore pada siswi SMA Negeri 1 Way Bungur Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur Tahun 2023. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 3(2), 623-629.
Wilandari, R., Muliawati, N. K., & Candrawati, S. A. K. (2025). Pengaruh pemberian air rebusan jahe merah terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 16(1), 107-114.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








