Pelatihan kader kesehatan dalam pengamatan efek samping penggunaan Kontrasepsi hormonal di wilayah kerja Puskesmas Onekore
Efek Samping Kontrasepsi Hormonal
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v3i4.345
Efek Samping Kader Kesehatan Kontrasepsi Hormonal Pemberdayaan Pengetahuan
Abstract
Background: Onekore Public Health Center has 24 Posyandu, the only active village health worker (Kader) are Posyandu Kompi C. Meanwhile, 32% of acceptors are obesity and have hypertension. According to the results of the study showed that there was an effect of the long use of hormonal contraception on the incidence of obesity. While the research was conducted in Kumasi sub-district, Ghana, India, because some of the acceptors experienced long and heavy menstruation, no menstruation, and vaginal discharge, they were afraid of modern contraceptive methods.
Perpose: So the community service team of the Ende Nursing DIII Study Program was motivated to empower health cadre village health worker (Kader) to help midwives identify side effects of using hormonal contraception through community service activities.
Method: The method used is lecture, discussion, simulation and practicum by the target audience.
Result: The results of community service showed that all acceptors had good knowledge (83.33%) in the pretest while the posttest (100%) but did not know about the duration of using hormonal contraception either by injection, implant and pill except for one village health worker (Kader) (3.57%). The skills achieved are that all 28 health village health worker (Kader) (100%) can measure height, weight, assess normal weight and measure blood pressure.
Conclusion: Based on the results of community service at the Onekore Community Health Center, it was concluded that all cadres had good knowledge (100%) while the cadres skills in measuring weight, TB, blood pressure and calculating weight were normal (> 80%).
Keywords: Empowerment; Health Cadres; Hormonal Contraceptives; Knowledge; Side effects.
Pendahuluan: Puskesmas Onekore memilki 24 Posyandu, kader kesehatan yang aktif hanya Posyandu Kompi C. Sementara akseptor yang mengalami obesitas dan hipertensi 32%. Hasil penelitian di 3 Puskesmas Kota Ende menunjukan ada pengaruh lama penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kejadian obesitas. Penelitian di kecamatan Kumasi Ghana India, sebagian akseptor mengalami haid yang lama dan banyak, tidak haid, dan keputihan sehingga mereka takut akan metode kontrasepsi modern.
Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan pelatihan kader kesehatan Puskesmas Onekore, agar dapat mengamati efek samping pada akseptor dengan penggunaan kontrasepsi hormonal.
Metode: Metode yang digunakan ceramah oleh tim pengabdian masyarakat, diskusi, simulasi, praktikum oleh khalayak sasaran.
Hasil: Menunjukan semua akseptor memiliki pengetahuan cukup (60%) pada pretest, namun belum tahu tentang lama penggunaan kontrasepsi hormonal baik secara suntik, implant dan pil kecuali satu kader (3,57%). Sedangkan post test kader kesehatan berpengetahuan baik (80%), Keterampilan yang dicapai semua kader kesehatan 18 orang (100%) dapat mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, menilai berat badan normal dan mengukur tekanan darah.
Simpulan: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat di Puskesmas Onekore mendapatkan simpulan bahwa semua kader memiliki pengetahuan baik (100%) Sedangkan ketrampilan kader dalam mengukur BB, TB, tekanan darah, dan menghitung BB normal (> 80%).
Downloads
References
Audu, B. M., Yahya, S. J., & Bassi, A. (2006). Knowledge, attitude and practice of natural family planning methods in a population with poor utilisation of modern contraceptives. Journal of obstetrics and gynaecology, 26(6), 555-560.
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. (2017). Pelayanan KB. Diakses Dari: Pelayanan KB (Bkkbn.Go.Id)
Devi, S., Fatchiya, A., & Susanto, D. (2016). Kapasitas Kader Dalam Penyuluhan Keluarga Berencana Di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penyuluhan, 12(2), 144-156.
Devi, S., Fatchiya, A., & Susanto, D. (2016). Kapasitas kader dalam penyuluhan keluarga berencana di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penyuluhan, 12(2), 144-156.
Faisal, W., Zubaidi, A., & Ikhwan, H. (2018). Pengaruh Pengetahuan Dan Motivasi Kerja Ppkbd Terhadap Kinerja Dan Ketahanan Keluarga (Studi Pada Dinas PPPAKB Kabupaten Semarang).
Gerits, G. N., Sambiran, S., & Sampe, S. (2022). Strategi Pemerintah Kota Bitung Dalam Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Di Kecamatan Matuari (Studi Di Dinas Pengendalian Dan Keluarga Berencana Kota Bitung). Governance, 2(2).
Irbani, D. P. (2022). Profil Pengguna Kontrasepsi Di Puskesmas Kalumata Kota Ternate. Kieraha Medical Journal, 4(2), 109-115.
Iswarawanti, D. N. (2010). Kader posyandu: peranan dan tantangan pemberdayaannya dalam usaha peningkatan gizi anak di Indonesia. Jurnal manajemen pelayanan kesehatan, 13(4), 169-173.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Pedoman Kader Seri Kesehatan Anak. Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Anak.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Umum Pengelola Posyandu. Diakses Dari: Scanned Image (Kemkes.Go.Id)
Kristiarini, J. J. (2022). Model Hubungan Antara Kepemimpinan Kepala Desa, Modal Sosial, Motivasi Dengan Keberdayaan Kader Keluarga Berencana. Jurnal Indonesia Sehat, 1(1), 33-45.
Lailida, T. A., Al Maududdi, A., Septiani, A. W., Febriani, E. L. A., Sulistya, I., Nadiro, N., & Katmawanti, S. (2021). Model Pemberdayaan Masyarakat pada Posyandu: Literature Review. In Prosiding Seminar Nasional" Sport Health Seminar With Real Action" Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang.
Macharia, J. G. (2019). Perception on use of contraceptives among households’ heads in low-income families in Kuresoi North Sub-County, Nakuru county, Kenya (Doctoral dissertation, Egerton University).
Maisya, I. B., & Putro, G. (2011). Peran kader dan klian adat dalam upaya meningkatkan kemandirian Posyandu di Provinsi Bali (Studi Kasus di Kabupaten Badung, Gianyar, Klungkung dan Tabanan). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 14(1), 21254.
Notoatmodjo, S. (2014). IPKJRC (2015). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Biomass Chem Eng, 49 (23-6).
Rahayu, T. B., & Wijanarko, N. (2017). Efek Samping Akseptor Kb Suntik Depo Medroksi Progesterone Acetat (Dmpa) Setelah 2 Tahun Pemakaian. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu, 8(1), 32-38.
Rahmawati, S. D. (2016). Peran Suami Dalam Pengambilan Keputusan Keluarga Berencana Di Puskesmas Gatak Sukoharjo.
Sartika, F. (2012). Model Komunikasi Kesehatan Kader Desa Dalam Sosialisasi Keluarga Berencana Pada Masyarakat (Studi Pada Kader Di Desa Tumpang, Kabupaten Malang) (Doctoral Dissertation, University Of Muhammadiyah Malang.
Sembiring, N. (2004). Posyandu Sebagai Saran Peran Serta Masyarakat Dalam Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara, USU Digital Library.
Suratun, S., Tien, H., & Rusmiati, S. (2008). Pelayanan Keluarga Berencana Dan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Trans Info Media.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 JOURNAL OF Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








