Peningkatan peran ibu dalam penerapan pijat bayi mandiri sebagai upaya kesehatan dan tumbuh kembang anak

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i11.2423

Authors

  • Asmaurina Pramulya Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
  • Marchella Audina Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
  • Telly Katharina Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
  • Susanna Susanna Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
  • Agnes Dwiana Widi Astuti Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Pemberdayaan ibu Pijat bayi Stimulasi sensori Tumbuh kembang anak

Abstract

Background:Toddler growth and development require a balance between nutrition and sensory stimulation, yet many parents focus solely on macronutrients. A lack of tactile stimulation, such as infant massage, risks inhibiting the optimization of brain synapses. In the community, the problem is exacerbated by mothers' reliance on traditional birth attendants or traditional massage therapists, which limits access to self-care due to the time and cost of these services.

Purpose: To provide mothers with practical knowledge and skills in safely and correctly performing infant massage as a means of promoting healthy child development.

Method: This community service activity was conducted in Kasromego Village, Beduai District, Sanggau Regency, West Kalimantan Province on Thursday, November 13, 2025. Ten mothers with infants participated. The educational intervention involved a lecture method supported by PowerPoint presentations and leaflets. The activity continued with a discussion and a live demonstration of how to properly perform infant massage. Evaluation of the activity involved observation and mentoring, with respondents directly practicing infant massage simulations on their infants. Descriptive analysis was conducted to assess the respondents' level of knowledge during the activity.

Results: Data showed that 80.0% of respondents were housewives, 8 (80.0%) were only junior high school graduates. Most of the respondents' babies were second children (70.0%), and the majority of respondents' babies, 60.0%, were between 8 and 9 months old. There was an increase in mothers' knowledge and confidence in performing infant massage independently. Most participants were able to perform simulation practices directly on their babies.

Conclusion: Community service activities, including education, training, and mentoring regarding proper infant massage, were very effective in increasing mothers' knowledge and confidence in performing infant massage independently. This activity also increased mothers' awareness that massaging their babies by their own mothers will influence the emotional or psychological connection between mother and baby and help the child grow and develop optimally according to their age.

Suggestion: It is hoped that relevant health institutions will conduct educational and training activities on proper infant massage routinely and in a wider area, so that the health benefits of independent families can translate into optimal child health and development for the wider community.

Keywords: Child development; Infant massage; Maternal empowerment; Sensory stimulation

Pendahuluan: Tumbuh kembang balita menuntut keseimbangan antara nutrisi dan stimulasi sensorik, namun banyak orang tua hanya fokus pada gizi makro. Kurangnya stimulasi taktil, seperti pijat bayi, berisiko menghambat optimalisasi sinapsis otak. Di masyarakat, masalah diperburuk oleh ketergantungan ibu pada dukun bayi atau pijat tradisional, yang membatasi akses penanganan mandiri karena bergantung pada waktu dan biaya layanan tersebut.

Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis pada ibu dalam melakukan stimulasi secara aman dan benar sebagai upaya kesehatan tumbuh kembang anak.

Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kasromego, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat pada hari Kamis 13 November 2025. Melibatkan 10 orang ibu yang memiliki bayi sebagai responden. Intervensi edukasi melalui metode ceramah yang dibantu dengan media powerpoint dan leaflet. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan memberikan praktik demonstrasi secara langsung kepada ibu mengenai cara melakukan pijat bayi dengan baik dan benar. Evaluasi kegiatan dengan pendekatan observasi dan pendampingan, dimana responden melakukan praktik simulasi pijat bayi kepada bayi nya secara langsung. Analisa deskriptif dilakukan sebagai penilaian tingkat pengetahuan responden selama mengikuti kegiatan.

Hasil: Mendapatkan data bahwa sebesar 80.0% responden memiliki status pekerjaan sebagai IRT, sebanyak 8 orang (80.0%) hanya lulusan SMP, Sebagian besar bayi responden adalah anak ke 2 (70.0%) dan mayoritas usia bayi responden yaitu sebesar 60.0% berada di usia 8-9 bulan. Terdapat peningkatan pengetahuan serta kepercayaan diri para ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Sebagian besar peserta dapat melakukan praktik simulasi secara langsung pada bayinya.

Simpulan: Kegiatan pengabdian berupa edukasi, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai memijat bayi dengan baik dan benar, sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kepercayaan diri para ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Kegiatan ini juga memberikan peningkatan kesadaran para ibu bahwa pemijatan terhadap bayi oleh ibunya sendiri akan memberikan pengaruh terhadap hubungan batin atau hubungan kejiwaan antara ibu dengan bayi serta menjaga anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai umurnya.

Saran: Diharapkan lembaga kesehatan terkait, untuk kegiatan edukasi dan pelatihan mengenai pijat bayi dengan baik dan benar dapat dilakukan secara rutin dan wilayah yang lebih luas, sehingga manfaat kesehatan keluarga mandiri dapat mewujudkan kesehatan tumbuh kembang anak yang optimal kepada msyarakat yang lebih luas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azizah, A., & Thamrin, H. (2022). Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Normal pada Bayi Ny. N. Window of Midwifery Journal, 61-69.

Field, T. (2010). Touch for socioemotional and physical well-being: A review. Developmental Review, 30(4),

Gampur, I. R., Winangsih, R., & Sulastina, E. (2024). Pelatihan Pijat Bayi Sebagai Upaya Bounding Attachment di Desa Bongan, Kabupaten Tabanan. Jurnal Abdi Mahosada, 2(2), 14-18.

Herlina, S., Qomariah, S., & Sartika, W. (2023). Pengaruh Baby Massage Terhadap Perkembangan Bayi. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 7(2),

Hidayat, A. A. A. (2014). Pengantar ilmu keperawatan anak. Jakarta: Salemba Medika. Diakses dari: https://penerbitsalemba.com/buku/08-0029-pengantar-ilmu-keperawatan-anak-1

Ismarina, I., Prihayati, P., Ikhlasiah, M., & Sunengsih, S. (2022). Pengaruh Pemberian Pijat Bayi Terhadap Ketidak Nyamanan (Rewel). Journal of Information Systems and Management (JISMA), 1(6), 71-88.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta. Diakses dari: https://lisa.poltekkesjakarta3.ac.id/perpusta kaan/index.php?p=show_detail&id=14837.

Khotimah, S. K. (2020). The Effect Of Infant Massage On The Bounding Between Mothers And Infants Aged 1–24 Months In Semen Sub-District Village District Kedak. REPRODUKSI, 1(1), 8-19.

Mardiyana, R., Anisa, N., Damayanti, D. S., Suryanti, S., Sutik, S, & Yusiana, M. A. (2025). Health Care "Growth and Development for Infant and Early Childhood". Nuansa Fajar Cemerlang.

Mulyani, R., Indriyani, R., & Lupiana, M. (2024). Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Ibu Dalam Stimulasi Dini Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Lokus Stunting Cipadang Kec. Gedong Tataan Kab. Pesawaran. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(1), 530-540.

Paninsari, D., Juwita, N., Malasari, N., & Purba, N. B. (2024). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pijat Bayi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Memijat Bayi Secara Mandiri. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 9215-

Nurseha, N., & Lintang, S. S. (2022). Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Kenaikan Berat Badan Dan Kualitas Tidur Bayi Di Puskesmas Kramatwatu. Journal Of Midwifery, 10(1), 29-34.

Pratiwi, K. P., & Rodiana, A. A. (2024). Improving The Health Status Of Infants And Toddlers With The Implementation Of Baby Massage At The Cibeureum Hilir Health Center, Sukabumi City. Jurnal Pengmas Kusuma Bangsa, 1(1), 22-27.

Rangkuti, N. A., Aswan, Y., & Harahap, N. (2022). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Pertumbuhan Bayiusia 7-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Baringin. Jurnal Education and Development, 10(1), 559-565.

Roesli, U. (2013). Pedoman Pijat Bayi. Jakarta: Trubus Agriwidya. Diakses dari: https://www.goodreads.com/book/show/14616916-pedoman-pijat-bayi

Salsabila, A. (2024). Hubungan Antara Perilaku Ibu Tentang Pijat Bayi Dengan Pertumbuhan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Wilayah Puskesmas Bangetayu Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Santrock, J. W. (2011). Life span development 13th edition. McGraw Hill.

Sari, E. (2021). Pengaruh Stimulasi Psikososial Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Pra Sekolah. Jurnal Keperawatan, 10(2), 20-27.

Setiowati, P. S. (2021). Golden Age Parenting: Periode Emas Tumbuh Kembang Anak. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

World Health Organization. (2018). Nurturing care for early childhood development: A framework for helping children survive and thrive to transform health and human potential. Geneva: WHO. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/

Downloads

Published

31.01.2026