Peningkatan kesadaran risiko kanker payudara pada perempuan dengan riwayat menyusui kurang dari dua tahun

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i11.2412

Authors

  • Marleni Marleni Institut Citra Internasional
  • Shandy Kusumawardhani Institut Citra Internasional

Deteksi dini Edukasi kesehatan Kanker payudara Menyusui Pencegahan

Abstract

Background:: Breast cancer is a leading cause of morbidity and mortality in women. A protective factor against breast cancer is adequate breastfeeding. However, many women who have breastfed for less than two years still do not understand the potential health risks.

Purpose: To increase women's awareness and knowledge of the breast cancer risks associated with breastfeeding for less than two years.

Method: This community service activity was carried out on Saturday, December 10, 2025, at 09.00–11.30 WIB at the Melati Integrated Health Post, Air Kepala Tujuh Village, Gerunggang District, Pangkalpinang, Bangka Belitung Islands. The target group of this activity was a group of mothers who were breastfeeding or who had a history of breastfeeding for less than two years. Using a purposive sampling technique based on suitability criteria, 30 respondents were obtained, consisting of breastfeeding mothers and mothers with a history of breastfeeding for less than two years. The implementation of health education was carried out through direct, communicative and interactive counseling with powerpoint presentation media. The material included the definition of breast cancer, risk factors, duration of breastfeeding related to risks, benefits of long-term breastfeeding, and early detection efforts, especially breast self-examination. The instrument to measure the level of knowledge and understanding of respondents used a questionnaire and the evaluation of the activity was carried out descriptively by comparing the assessment of knowledge and awareness of respondents before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test).

Results: The average age of respondents was 29.14 years with a standard deviation of ±2.64 years. The majority of respondents (19 respondents) were between the ages of 26 and 29. 46.7% were housewives, the majority (60.0%) were elementary school graduates, and most (21 respondents) had one child. There was an increase in the average knowledge score of respondents from 56 points before the educational activity (pre-test) to 82 points after the educational activity (post-test).

Conclusion: Direct, communicative, and interactive health education regarding breast cancer, risk factors, and breastfeeding duration has proven effective in increasing awareness and understanding of the importance of early detection and preventive behaviors as an effort to prevent breast cancer. Mothers' behavior of breastfeeding their babies for a longer period has a protective effect against breast cancer risk.

Suggestion: Continuous strengthening of community-based health education is needed to ensure wider dissemination of information about the long-term benefits of breastfeeding and the importance of early breast cancer detection and foster sustainable health behaviors. Educational materials on the importance of early breast cancer risk detection are also recommended for integration into health worker programs for premarital adolescents, maternal and child health, and the broader community.

Keywords: Breast cancer; Breastfeeding; Early detection; Health education; Prevention

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan. Salah satu faktor protektif terhadap kanker payudara adalah pemberian ASI dalam jangka waktu yang cukup. Namun, masih banyak perempuan yang memiliki riwayat menyusui kurang dari dua tahun dan belum memahami risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan.

Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan perempuan mengenai risiko kanker payudara yang berkaitan dengan riwayat menyusui kurang dari dua tahun.

Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Desember 2025, pukul 09.00–11.30 WIB di Posyandu Melati, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok ibu yang sedang menyusui maupun yang memiliki riwayat menyusui kurang dari dua tahun. Dengan teknik purposive sampling berdasarkan kesesuaian kriteria mendapatkan 30 orang responden yang terdiri dari ibu menyusui dan ibu dengan riwayat menyusui kurang dari dua tahun. Pelaksanaan edukasi kesehatan dilakukan melalui penyuluhan langsung, komunikatif dan interaktif dengan media presentasi powerpoint. Materi mencakup pengertian kanker payudara, faktor risiko, durasi menyusui terkait risiko, manfaat menyusui jangka panjang, serta upaya deteksi dini, khususnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Instrumen untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman responden menggunakan kuesioner dan evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan penilaian pengetahuan dan kesadaran responden sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test).

Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata usia responden berada di usia 29.14 tahun dengan standar deviasi ±2.64 tahun dan sebagian besar responden berada di rentang usia 26-29 tahun yaitu sebanyak 19 orang (63.3%). Sebesar 46.7% responden adalah sebagai IRT, mayoritas tingkat pendidikan responden adalah lulusan SD-SMP yaitu sebesar 60.0% dan sebagian besar responden memiliki 1 anak yaitu sebanyak 21 orang (70.0%). Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan responden dari sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah 56 poin dan menjadi 82 poin sesudah kegiatan edukasi (post-test). 

Simpulan: Penyuluhan kesehatan secara langsung, komunikatif dan interaktif mengenai pengertian kanker payudara, faktor risiko, dan durasi menyusui terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap pentingnya deteksi dini dan perilaku preventif sebagai upaya pencegahan kanker payudara. Perilaku ibu dengan menyusui bayinya dalam jangka waktu lebih lama memberikan efek protektif terhadap risiko kanker payudara.

Saran: Diperlukan penguatan edukasi kesehatan berbasis komunitas secara berkesinambungan agar informasi mengenai manfaat menyusui jangka panjang dan pentingnya deteksi dini kanker payudara lebih luas tersosialisasi serta membentuk perilaku kesehatan yang berkelanjutan. Diharapkan juga untuk mengintegrasikan materi edukasi tentang pentingnya deteksi dini risiko kanker payudara ke dalam program kegiatan tenaga kesehatan pada remaja pranikah, kesehatan ibu dan anak, dan komunitas yang lebih luas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, S. N., Suhartati, S., & Hernanda, P. Y. (2023, January). Review Sistematik Analisa Keterkaitan Faktor Hormonal terhadap Risiko Terjadinya Kanker Payudara pada Wanita. In Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran (Vol. 1, pp. 1-28). LPPM UWK Surabaya..

Alifiyanti, D., Hermayanti, Y., & Setyorini, D. (2017). Kualitas Tidur Pasien Kanker Payudara Berdasarkan Terapi yang Diberikan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 3(2), 115-125.

Alimun, S. R., Rijal, S., Musa, I. M., Purnamasari, R., & Irsandy, F. (2024). Analisis Faktor Risiko Kanker Payudara. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(6), 473-484.

Collaborative Group on Hormonal Factors in Breast Cancer. (2002). Breast Cancer and Breastfeeding: Collaborative Reanalysis of Individual Data From 47 Epidemiological Studies in 30 Countries, Including 50 302 Women With Breast Cancer and 96 973 Women Without the Disease. The Lancet, 360(9328), 187-195.

Desweni, E. (2025). Literature Review: Menyusui dan Pengurangan Risiko Kanker Payudara pada Wanita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), 4(1), 50-57.

Dinana, I. (2025). Pengaruh Health Education Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Terhadap Praktik Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri (Di Kelas X Menejemen Perkantoran SMK PGRI 1 Jombang) (Doctoral dissertation, ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang).

Global Cancer Observatory. (2022). Indonesia Fact Sheet: Globocan 2022. International Agency for Research on Cancer. Diakses dari: https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheet.pdf

Herita, S. I., Siswandi, A., Arisandi, S., & Prasetyo, W. W. G. T. (2024). Hubungan Lama Periode Menyusui dengan Kejadian Kanker Payudara pada Wanita Multipara di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2022. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(23), 753-760.

Hero, S. K. (2021). Faktor Risiko Kanker Payudara. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1533-1537.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, 2 Februari). Kanker Payudara Paling Banyak di Indonesia, Kemenkes Targetkan Pemerataan Layanan Kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/kanker-payudaya-paling-banyak-di-indonesia-kemenkes-targetkan-pemerataan-layanan-kesehatan

Key, T. J., Verkasalo, P. K., & Banks, E. (2001). Epidemiology of Breast Cancer. The Lancet Oncology, 2(3), 133-140.

Kristiyanti, R., & Chabibah, N. (2020). Dukungan Keluarga dan Dukungan Perusahaan pada Ibu Menyusui yang Bekerja di Wilayah Kabupaten Pekalongan. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 11(1), 145-152.

Kurniawati, H. (2023). Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS. BAKTIMU: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2),

Maresa, A., Riski, M., & Ismed, S. (2023). Hubungan sikap dan keterpaparan informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara. Jurnal'Aisyiyah Medika, 8(1).

Marfianti, E. (2021). Peningkatan Pengetahuan Kanker Payudara dan Keterampilan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Semutan Jatimulyo Dlingo. Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI),.

Munandar, I., Jamil, A. R., & Hadi, J. (2024). Sosialisasi Kesehatan dalam Rangka Hari Patologi Internasional “All About Breast Cancer”. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JURABDIKES), 2(2), 55-60.

Partama, I. P. G., As, M. K., & Koerniawan, H. S. (2021). Program Deteksi Dini Kanker Payudara melalui Pengayaan Materi dan Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara oleh Tenaga Klinis (SADANIS) pada Bidan di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan. Jurnal Sewaka Bhakti, 7(2),

Saputri, S. R., Sugesti, R., & Lisca, S. M. (2025). Efektivitas Penyuluhan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMAN 8 Garut Kabupaten Garut Tahun 2025. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(1), 471-484.

Sinaga, C., Indra, R. L., & Saputra, B. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kanker Payudara pada Wanita Berusia di Bawah 40 Tahun. Jurnal Siti Rufaidah, 3(4), 276-295.

Siregar, R., Felincia, A., Ramadhani, N. A., Hanivah, S., Fadlilah, S. N., & Aulia, S. (2025). Edukasi dan Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara pada WUS. PROFICIO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 846-851.

World Health Organization. (2025). The Global Breast Cancer Initiative. Diakses dari: https://www.who.int/initiatives/global-breast-cancer-initiative

Wulandari, R. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktik SADARI dalam Upaya Pencegahan Kanker Payudara pada Mahasiswi Universitas Jambi [Skripsi Sarjana, Universitas Jambi]. Repository Universitas Jambi. Diakses dari: https://repository.unja.ac.id/67401/

Downloads

Published

31.01.2026