Optimalisasi pengetahuan keluarga tentang penanganan demam pada anak di Poli Anak
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i11.2392
Anak dan balita Asuhan keperawatan Demam Edukasi kesehatan Penanganan demam
Abstract
Background: Fever is the most common complaint in children and the primary reason for visits to healthcare facilities. However, parents' lack of knowledge often leads to fever phobia, irrational medication use, and delayed recognition of danger signs. This situation emphasizes the need for systematic health education to improve family literacy. Hospitals, through pediatric clinics, play a strategic role in optimizing family knowledge, with nurses acting as educators and counselors providing evidence-based information and support.
Purpose: To increase knowledge as an effort to optimize parental understanding in managing fever in children.
Method: The activity was conducted in October 2025 at the Pediatric Clinic of Cibabat Regional Hospital, Cimahi, involving 25 parents selected based on their willingness and attendance. The study design used a pre-experimental, one-group pre-test and post-test, using a questionnaire on fever knowledge. Education was provided through lectures, discussions, videos, and leaflets, followed by evaluation through a post-test and Q&A. Data were analyzed descriptively by comparing pre-test and post-test results to determine improvements in family knowledge and understanding regarding fever management in children.
Results: Prior to the educational activity, the knowledge and understanding of most participants were in the poor category (20 participants (82.5%) and in the adequate category (5 participants (17.5%). After the health education program, all participants improved to the good category (25 participants (100%). The comparison of the pre-test and post-test results showed a significant increase in family knowledge regarding fever management in children.
Conclusion: Optimizing family knowledge about fever management in children is a crucial step in improving the quality of care and preventing complications. Appropriate and continuous education has been shown to strengthen parents' ability to manage fever independently and safely. Nurses play a strategic role as educators and counselors in providing information and support to families.
Suggestion: Strengthening health education programs by nurses in healthcare facilities and the community is necessary to support fever management in children. Furthermore, the development of innovative and easily accessible educational media is expected to strengthen understanding and increase family involvement in safe and appropriate child care practices, with nurses acting as educators and counselors.
Keywords: Children and toddlers; Fever; Fever management; Health education; Nursing care
Pendahuluan: Demam merupakan keluhan paling sering pada anak dan menjadi alasan utama kunjungan ke fasilitas kesehatan, namun kurangnya pengetahuan orang tua sering menimbulkan fever phobia, penggunaan obat yang tidak rasional, serta keterlambatan mengenali tanda bahaya. Kondisi ini menegaskan perlunya edukasi kesehatan yang sistematis untuk meningkatkan literasi keluarga. Rumah sakit melalui poli anak memiliki peran strategis dalam optimalisasi pengetahuan keluarga, dengan perawat sebagai edukator dan konselor yang memberikan informasi berbasis bukti serta pendampingan.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan sebagai upaya optimalisasi pemahaman orang tua dalam penanganan demam pada anak.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2025 di Poli Anak RSUD Cibabat Cimahi dengan melibatkan 25 orang tua yang dipilih berdasarkan kesediaan dan kehadiran. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental satu kelompok pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner pengetahuan tentang demam. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi, video, dan leaflet, kemudian dilakukan evaluasi melalui post-test dan tanya-jawab. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan dan pemahaman keluarga tentang penanganan demam pada anak.
Hasil: Sebelum kegiatan edukasi, pengetahuan dan pemahaman peserta sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 20 orang (82.5%) dan kategori cukup sebanyak 5 orang (17.5%). Setelah edukasi kesehatan dilaksanakan, seluruh peserta meningkat ke kategori baik yaitu 25 orang (100%). Hasil perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan keluarga mengenai penanganan demam pada anak.
Simpulan: Optimalisasi pengetahuan keluarga tentang penanganan demam pada anak merupakan upaya penting untuk meningkatkan kualitas perawatan dan mencegah komplikasi. Edukasi yang tepat dan berkesinambungan terbukti memperkuat kemampuan orang tua dalam menangani demam secara mandiri dan aman. Perawat memiliki peran strategis sebagai edukator dan konselor dalam memberikan informasi serta pendampingan kepada keluarga.
Saran: Penguatan program edukasi kesehatan oleh perawat di fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat perlu ditingkatkan untuk mendukung penanganan demam pada anak. Selain itu, pengembangan media edukasi yang inovatif dan mudah diakses diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta meningkatkan keterlibatan keluarga dalam praktik perawatan anak yang aman dan tepat, dengan perawat berperan sebagai edukator dan konselor.
Downloads
References
Ambarwati, W. (2018). Pemberian Antibiotik pada Pasien ISPA Non-Pneumonia di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor Tahun 2018 [Tesis Magister, Universitas Indonesia]. Diakses dari: https://repositori-ditjen-nakes.kemkes.go.id/id/eprint/276
Anggraeni, L., Suangga, F., & Eliawati, U. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua dengan Anak Kejang Demam di Rumah Sakit Bakti Timah Karimun. Jurnal Ventilator, 2(1), 303-312.
Evans, S. S., Repasky, E. A., & Fisher, D. T. (2015). Fever and the Thermal Regulation of Immunity: The Immune System Feels the Heat. Nature Reviews Immunology, 15(6), 335-349.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2014). Penanganan Demam pada Anak. IDAI. Diakses dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023
Kristianingsih, A., Sagita, Y. D., & Suryaningsih, I. (2019). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Demam dengan Penanganan Demam pada Bayi 0–12 Bulan di Desa Datarajan Wilayah Kerja Puskesmas Ngarip Kabupaten Tanggamus Tahun 2018. Midwifery Journal, 4(1), 26-31.
Kumalasari, D. N., Devi, N. L. P. S., Rasmita, D., Hatala, T. N., Widiyastuti, N. R., Torano, F. M., Ernawati, D., Purwaningsih, E., Lestari, M. P. L., Deswani, D., Saidah, Q. I., Kelrey, F., Kapti, R. E., & Tambunan, D. M. (2023). Keperawatan Anak: Panduan Praktis untuk Perawat dan Orang Tua. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Malasari, M., Lestari, I. P., & Mardiana, N. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Orang Tua terhadap Hospitalisasi Anak. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(4), 1491-1498.
Ningrum, S. S., & Gunawan, S. (2023). Gambaran Ketepatan Penggunaan Antibiotik pada Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut di Poli Anak RSUD Batara Siang Sulawesi Selatan. Malahayati Nursing Journal, 5(9), 3253-3265.
Poernomo, D. I. S. H., & Mahanani, S. (2021). Tugas Keluarga dalam Perawatan Anak dengan ISPA yang Mengalami Demam. Jurnal Penelitian Keperawatan, 7(1), 26-31.
Rini, T. Y. (2022). Hubungan antara Demam Causa Infeksi Virus dan Bakteri terhadap Nilai Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), Monocyte Lymphocyte Ratio (MLR), dan Platelet Lymphocyte Ratio (PLR) [Tesis Dokter Spesialis-1, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin. Diakses dari: https://repository.unhas.ac.id/id/eprint
Rizkidawati, R., Syakir, M., & Amna, E. Y. (2024). Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu terhadap Kejadian Kejang Demam Anak di Poliklinik Saraf RSUD Meuraxa. Jurnal Aceh Medika, 8(1),
Saidi, N. A. Y. (2023). Pengetahuan, Sikap, dan Kecemasan Orang Tua terhadap Pemberian Antibiotik pada Anak di Beberapa Rumah Sakit di Sulawesi Selatan [Tesis Magister, Universitas Hasanuddin]. Diakses dari: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/35506
Sirait, N. A. J., Rustina, Y., & Waluyanti, F. T. (2013). Pemberian Informasi Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Orang Tua dalam Penanganan Demam pada Anak. Jurnal Keperawatan Indonesia, 16(2), 101-106.
Sumantri, A. W. (2025). Relationship between the Level of Knowledge and Education of Mothers Regarding Fever Management in Children 1–5 Years: A Cross-Sectional Study: Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Pendidikan Ibu tentang Penanganan Demam pada Anak 1–5 Tahun: Studi Cross-Sectional. Lentera Perawat, 6(2), 372-379.
Susanti, N. (2012). Efektivitas Kompres Dingin dan Hangat pada Penatalaksanaan Demam. Sainstis, 1(1), 55-64.
World Health Organization. (2012). Recommendations for management of common childhood conditions. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789241502825
Yuniati, F., & Shobur, S. (2025). Home Fever Remedies: Solusi Praktis Penanganan Demam Anak di Rumah. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








