Edukasi pengenalan golongan obat sebagai upaya pencegahan efek samping obat

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i11.2228

Authors

  • Putri Rovita Sari STIKES Bhakti Husada Mulia, Madiun
  • Iqbal Wahib Abdullah Universitas Setia Budi, Surakarta
  • Agatha Tyva Julian Atmajaningtyas Universitas Setia Budi, Surakarta

Efek samping obat Golongan obat Penggunaan obat-obatan Penyuluhan kesehatan

Abstract

Background: Self-medication is still widespread among the public, but often lacks adequate understanding of safety aspects. Lack of knowledge regarding drug classes, dosage and usage, indications, contraindications, and expiration dates potentially increases the risk of side effects. This situation emphasizes the importance of ongoing health education so that the public can use medications appropriately, safely, and according to regulations.

Purpose: To increase public knowledge regarding drug classes, including dosage and usage, indications, contraindications, and expiration dates.

Method: The community service activity was conducted on December 20, 2025, from 10:00–12:00 WIB in Kedungputri Village, Paron District, Ngawi Regency, East Java. Thirty women aged 30–60 years old were selected using purposive sampling. To evaluate the level of knowledge in this activity, we compared the accumulated answers from respondents before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test).

Results: The average level of knowledge of respondents regarding drug classification before the pre-test was 41.0% with a standard deviation of 8.32, increasing to 91.7% with a standard deviation of 3.59 after the post-test.

Conclusion: The educational activity, which introduced drug classification, dosage, indications, contraindications, and expiration dates, significantly increased respondents' knowledge and understanding of drug use. The interactive community service program proved highly effective in educating respondents about drug classification as a way to prevent side effects.

Suggestion: It is hoped that education regarding the proper and correct use of drugs should be continued, involving the health care team and involving all family members. This is important because achieving good health depends not only on the mother's knowledge but also on the understanding and involvement of the entire family in the proper and safe use of drugs.

Keywords: Drug classification; Drug side effects; Drug use; Health education

Pendahuluan: Penggunaan obat secara mandiri masih marak dilakukan oleh masyarakat, namun sering kali tidak disertai pemahaman yang memadai mengenai aspek keamanan. Minimnya pengetahuan terkait golongan obat, dosis dan cara pakai, indikasi, kontraindikasi, serta tanggal kadaluwarsa berpotensi meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat. Kondisi ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan agar masyarakat mampu menggunakan obat secara tepat, aman, dan sesuai aturan.

Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai golongan obat meliputi dosis dan cara pakai, indikasi, kontraindikasi, serta tanggal kadaluwarsa.

Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 20 Desember 2025 pukul 10.00–12.00 WIB di Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Peserta berjumlah 30 orang ibu-ibu berusia 30–60 tahun yang dipilih secara purposive sampling untuk menjadi responden. Sebagai evaluasi tingkat pengetahuan dalam kegiatan ini dengan membandingkan akumulasi jawaban dari responden sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test).

Hasil: Menunjukkan bahwa rerata tingkat pengetahuan responden dalam kategori baik tentang penggolongan obat sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah sebesar 41.0% dengan standar deviasi 8.32 meningkat menjadi sebesar 91.7% dengan standar deviasi 3.59 setelah kegiatan edukasi (post-test).

Simpulan: Kegiatan edukasi pengenalan mengenai penggolongan obat, dosis, indikasi, kontraindikasi, serta tanggal kadaluwarsa memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang cukup signifikan terhadap responden dalam menggunakan obat-obatan. Program pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan interaktif terbukti sangat efektif dalam mengedukasi pengenalan golongan obat sebagai upaya pencegahan efek samping obat.

Saran: Diharapkan, edukasi mengenai cara dan tatalaksana penggunaan obat yang baik dan benar perlu dilanjutkan dengan melibatkan tim petugas kesehatan serta diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Hal ini penting karena pencapaian derajat kesehatan tidak hanya bergantung pada pengetahuan ibu, tetapi juga pada pemahaman dan keterlibatan seluruh keluarga dalam penggunaan obat yang tepat dan aman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chusun, C., Sanjaya, M. H., & Nuha, N. (2022). Edukasi Penggolongan Obat dan “Dagusibu” kepada Ibu-Ibu Majelis Taklim di Rumah Yatim Al-Amin-Tangerang Selatan. Jurnal Abdi Masyarakat Kita, 2(1), 1-12.

Dai, H. J., Su, C. H., & Wu, C. S. (2020). Adverse Drug Event and Medication Extraction in Electronic Health Records via a Cascading Architecture With Different Sequence Labeling Models and Word Embeddings. Journal of the American Medical Informatics Association, 27(1), 47-55.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/pedoman-penggunaan-obat-bebas-dan-bebas-terbatas/

Ikawati, Z. (2010). Cerdas Mengenali Obat. Yogyakarta: PT Kanisius.

Junaedi, C., Mawardi, U., & Indratmoko, D. D. (2022). Edukasi Golongan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas pada Siswa Kelas 12 di Pandeglang Banten. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 4(3), 153-159.

Khoerunisa, W. S., & Ruswanto, R. (2025). Penyuluhan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) di Puskesmas Siliwangi Kabupaten Garut. KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(3), 465-471.

Latifah, L., Adianto, A., Salsa, S. A., & Fanani, F. (2024). Edukasi Pengenalan Bentuk dan Logo Obat pada Siswa-Siswi SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan BPPT. Jurnal Dedikasi Masyarakat, 8(1), 15-20.

Mayefis, D., Marliza, H., Hainil, S., Utami, R. T., & Gusmali, D. M. (2024). Penyuluhan Swamedikasi Terpadu tentang Logo Obat kepada Masyarakat Pulau Tanjung Pengapit Galang Baru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(2), 49-53.

Pali, A. H. (2023). Sosialisasi dan Edukasi tentang Pentingnya Mengenal Penggolongan Obat Berdasarkan Penandaan pada Kemasan Obat bagi Masyarakat Desa Milangodaa, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Journal of Hulonthalo Service Society (JHSS), 2(2), 163-169.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144.

Rambi, S., Lolo, W. A., & Jayanto, I. (2024). Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat tentang Penandaan Obat pada Kemasan Obat di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Lentera Farma, 3(1), 31-37.

Sari, P. R., Rosalina, V., Fu’adah, N. N., & Puspita, S. (2025). Penyuluhan Efek Samping Obat Warung di Desa Kedungputri Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Jurnal Relawan dan Pengabdian Masyarakat REDI, 3(1), 8-12.

Stevanny, V. (2024). Analisis Sistem Perencanaan dan Persediaan Obat dengan Metode ABC dan VEN di Salah Satu RS Swasta di Kota Bandung [Karya tulis ilmiah Diploma III, Universitas Bhakti Kencana]. Repository Universitas Bhakti Kencana. Diakses dari: https://repository.bku. ac.id/id/eprint/764/

Suena, N. M. D. S., Juliadi, D., Suradnyana, I. G. M., Juanita, R. A., Siada, N. B., & Antari, N. P. U. (2022). Sosialisasi Cek Klik (Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa) untuk Mendukung Penggunaan Obat dengan Aman dan Cermat di Era New Normal Pandemi Covid-19. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(11), 2939-2946.

Yanti, S., & Vera, Y. (2020). Penyuluhan tentang Cara Penggunaan Obat yang Baik dan Benar di Desa Manunggang Jae. Jurnal Education and Development, 8(1), 26-28.

Downloads

Published

25.01.2026