Penyuluhan interaktif melalui literasi kesehatan dan bijak menggunakan media sosial pada generasi-Z
DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i11.2144
Generasi-Z Literasi kesehatan Penyuluhan interaktif Sosial media
Abstract
Background: The development of digital media has made it easier to access health information, but it also presents challenges due to the prevalence of misinformation and a lack of digital literacy among adolescents and Generation-Z. This situation impacts how students receive, understand, and share health information on social media.
Purpose: To increase awareness of digital health literacy through interactive and wise social media education for Generation-Z.
Method: The activity was carried out on November 5, 2025 at SMKN 1 Peusangan, Bireuen Regency. This activity involved 50 students who are young adults (generation-Z) who actively use social media. The implementation of this activity uses a participatory interactive approach in the form of lectures, group discussions, and question and answer sessions. The presentation of the material uses audio-visual media in the form of educational videos and slide shows. Measurement of the level of awareness of students in using social media with an instrument in the form of a questionnaire given before educational activities (pre-test) and after educational activities (post-test). As an evaluation of the level of awareness of students, namely by providing an assessment on the questionnaire and comparing the results of the scores between the pre-test and post-test.
Results: Data obtained showed that the majority of students (30 students) used Instagram. Most students (21 students) used social media applications for 1-2 hours per day, with 21 students (42.0%). Only 18 students (36.0%) consistently verified health information on social media for hoaxes, while 15 students (30.0%) never verified health information on social media for hoaxes. Meanwhile, the average score for students' awareness of health literacy and wise use of social media before the educational activity (pre-test) was 69 points and the average score after the educational activity (post-test) was 82 points.
Conclusion: This community service activity identified Instagram as the dominant platform frequently accessed. Consistent provision of health information on the Instagram platform is necessary to positively contribute to health literacy among followers.
Suggestion: Competent institutions are expected to provide support by providing verified health information on social media so that social media users can be more informed in accepting the benefits of each health information. Educational institutions that continuously support adolescents are also expected to provide massive educational interventions about limiting the duration of daily social media use.
Keywords: Generation Z; Health Literacy; Interactive Counseling; Social Media
Pendahuluan: Perkembangan media digital memberikan kemudahan dalam mengakses informasi kesehatan, namun sekaligus menimbulkan tantangan akibat maraknya informasi palsu dan kurangnya literasi digital di kalangan remaja ataupun generasi-Z. Kondisi ini berdampak pada cara siswa menerima, memahami, dan membagikan informasi kesehatan di media sosial.
Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran dalam literasi kesehatan digital melalui penyuluhan interaktif dan bijak menggunakan media sosial pada generasi-Z.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 05 November 2025 di SMKN 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa/siswi yang merupakan remaja dewasa (generasi Z) yang aktif menggunakan sosial media. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan interaktif partisipatif berupa ceramah, diskusi kelompok, dan sesi tanya-jawab. Pemaparan materi menggunakan media audio visual berupa video edukatif dan slide show. Pengukuran tingkat kesadaran siswa/siswi dalam menggunakan media sosial dengan instrumen berupa kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Sebagai evaluasi tingkat kesadaran siswa/siswi yaitu dengan memberikan penilaian pada kuesioner dan membandingkan hasil skor antara pre-test dan post-test.
Hasil: Mendapatkan data bahwa sebagian besar siswa/siswi menggunakan aplikasi instagram yaitu sebanyak 30 orang (60.0%), sebagian besar siswa/siswi menggunakan aplikasi sosial media dengan durasi 1-2 jam setiap hari yaitu sebanyak 21 orang (42.0%) dan hanya sebanyak 18 orang (36.0%) yang selalu melakukan verifikasi informasi kesehatan di media sosial dari hoax, sedangkan sebanyak 15 orang (30.0%) tidak pernah melakukan verifikasi informasi kesehatan di media sosial dari hoax. Sedangkan skor rata-rata tingkat kesadaran siswa/siswi tentang literasi kesehatan dan bijak menggunakan sosial media sebelum kegiatan edukasi (pre-test) adalah sebesar 69 poin dan skor rata-rata sesudah kegiatan edukasi (post-test) menjadi sebesar 82 poin.
Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil identifikasi bahwa aplikasi instagram sebagai platform dominan yang sering di akses. Perlunya memberikan dan menyediakan informasi yang konsisten tentang kesehatan pada platform instagram agar dapat memberikan kontribusi positif tentang literasi kesehatan pada pengikutnya.
Saran: Diharapkan kepada lembaga yang berkompeten untuk melakukan dukungan dengan menyediakan informasi tentang kesehatan yang terverifikasi di media sosial sehingga pengguna media sosial menjadi lebih bijak dalam menerima manfaat dari setiap informasi kesehatan. Diharapkan juga kepada lembaga pendidikan yang selalu mendampingi remaja untuk secara masif memberikan intervensi pengetahuan tentang pembatasan durasi penggunaan sosial media per harinya.
Downloads
References
AL-Dossary, R. N., Al-Motawa, T. E., Alanezi, F., Al-Rayes, S., Attar, R., Saraireh, L., & Alanzi, T. M. (2022). Use of social media in nursing education in Saudi Arabia. Informatics in Medicine
Ariyo, R. V. B., & Achadi, A. (2022). Penggunaan strategi pemasaran digital dalam layanan kesehatan di saat pandemi covid-19: literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(7), 775-780.
Aulia, L., & Pinem, L. H. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Media Sosial Instagram (Social Media Campaign) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Dismenore di SMA Negeri X. Muhammadiyah Journal of Midwifery, 4(1), 16-25.
Choukou, M. A., Ramirez, D. C. S., Pol, M., Uddin, M., Monnin, C., & Abdul, S. S. (2022). COVID-19 infodemic and digital health literacy in vulnerable populations: a scoping review. Digital health, 8,
Destrity, N. A., Rakhmawati, F. Y., & Alfira, N. (2025). Pengaruh Literasi Digital terhadap Literasi Kesehatan Digital Tenaga Kesehatan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Komunikasi, 14(1), 133-
Fajarlie, N. I. (2022). Heboh Video Nakes dan Mahasiswi Keperawatan Disebut sebagai Perilaku Tidak Etis Bermedia Sosial. Yogyakarta:Kompas.Tv. Diakses dari: https://www.kompas.tv/article/295409/heboh-
Handayani, T., Ayubi, D., & Anshari, D. (2020). Literasi kesehatan mental orang dewasa dan penggunaan pelayanan kesehatan mental. Perilaku dan promosi kesehatan: Indonesian journal of health promotion and behavior, 2(1), 2.
Husna, Z. Z. (2021). Perkembangan Dakwah Melalui Media Sosial Instagram: Literature Review. Ath-Thariq: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 5(2), 197-208.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Nakes Tetap Etis di Era Maraknya Konten Eksis. Diakses dari: https://keslan.kemkes.go.id/view.
Laksono, R. D., Nurjanah, N., Sukmawati, F., Junizar, J., & Judijanto, L. (2024). Pengantar Psikologi Umum. PT. Green Pustaka Indonesia.
Lee, J., & Tak, S. H. (2022). Factors associated with eHealth literacy focusing on digital literacy components: a cross-sectional study of middle-aged adults in South Korea. Digital Health, 8, 20552076221102765.
Mustofa, R. A. B., & Sani, M. (2024). Efektivitas promosi kesehatan melalui media sosial dalam mendorong perilaku hidup sehat pada remaja. Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial Dan Politik, 1(3), 212-223.
O’Connor, S., Zhang, M., Honey, M., & Lee, J. J. (2021). Digital professionalism on social media: A narrative review of the medical, nursing, and allied health education literature. International journal of medical informatics, 153, 104514.
Rahman, H., Alam, S., Ahmad, A., Bachmid, F., Bangsawan, A. A., Edar, A. N., & Ramdaniyah, R. (2021). Penguatan Promosi Kesehatan melalui Literasi Kesehatan pada Santri. Idea Pengabdian Masyarakat, 1(1), 25-30.
Sanggarwati, D. A., Lestari, S., & Hayati, C. (2025). Membangun Kesadaran Masyarakat Terhadap Hoaks dan Disinformasi: Sosialisasi Literasi Media Digital di Kalangan Remaja. Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 2(2), 40-44.
Saputro, R. O. A., & Koerniawati, T. (2023). Dampak Literasi Digital terhadap Pencegahan Informasi Hoaks di SMK Kristen Bisnis dan Manajemen Salatiga. IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 2(3), 232-246.
Social, W. A. (2023). Digital 2023 We Are Social Indonesia.
Susanti, M. (2024). Penguatan literasi media digital dalam melawan penyebaran berita hoax terhadap anak dan remaja. Indonesian Journal of Multidisciplinary Expertise, 2(2), 44-49.
Vassilenko, D., Taba, M., Marcello, L., Haynes, T., Smith, J., Parish, J. S., & McCaffery, K. (2025). The effects of a short video intervention on digital health literacy skills: Protocol for an online randomised controlled trial. Health Literacy and Communication Open, 3(1), 2489723.
Wardani, K. D. K. A., Wanggai, E., & Gorda, A. A. N. E. S. (2024). Literasi Digital Generasi Z LPP TVRI Bali dalam Menghadapi Hoaks Jelang Pemilu 2024. DEDIKASI PKM, 5(1), 13–23. Diakses dari: https://openjournal.unpam.ac.id/ index.php/DKP/article/view/33542.
Yonatan, A. Z. (2025). Indonesia habiskan 188 menit per hari akses media sosial.
Zahroh, A., Nasriyanto, E. N., & Idu, C. J. (2023). Hubungan Antara Literasi Kesehatan Dengan Kualitas Hidup Siswa SMKN 9 Kota Tangerang. Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES), 2(1), 5–9. Diakses dari: https://www.researchgate.net/ publication/375818032_Hubungan_Antara_Literasi_Kesehatan_Dengan_Kualitas_Hidup_Siswa_SMKN_9_Kota_Tangerang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL of Public Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








