Promosi kesehatan holistik ibu hamil dan postpartum melalui penguatan kader Posyandu

DOI: https://doi.org/10.56922/phc.v5i11.2106

Authors

  • Diana Ulfah Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Eki Pratidina Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Asep Aep Indarna Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Wini Resna Novianti Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana

Dukungan keluarga Kader Kesehatan fisik dan mental Promosi kesehatan

Abstract

Background: Maternal and postpartum health is a crucial indicator of health development, yet the prevalence of postpartum mental disorders in Indonesia remains high, reaching 20–40%. In Cileunyi Kulon Village, efforts to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) are hampered by limited family understanding and the strong influence of traditional practices on medical and psychological care. Although the family plays a crucial role in successful recovery, the competence of the 27 Posyandu (Integrated Service Post) cadres, the frontline health education providers in this area, is not yet optimal in providing evidence-based health promotion. Therefore, this community service program focuses on strengthening the capacity of cadres through comprehensive family mentoring and education. This strategy aims to improve health literacy and family involvement in maintaining maternal physical and mental well-being, while simultaneously supporting the achievement of SDG point three, related to a healthy and prosperous life.

Purpose: To provide technical knowledge regarding perineal wound care and breast care to cadres in an effort to optimize their capacity to become effective facilitators in maintaining maternal physical and mental well-being.

Method: Community service was conducted from November 25–28, 2025, in Cileunyi Kulon Village, Cileunyi District, Bandung Regency, involving 42 cadres from 27 Integrated Health Posts (Posyandu) as respondents. Information provided covered perineal wound care, breast care, stress management, and family support. Data were presented descriptively. This community service activity was implemented using a community education and mentoring approach.

Results: Based on the results before the educational activity (pre-test), the majority of cadres had poor knowledge, namely 24 people (57.1%), while after the educational activity (post-test), results showed that the knowledge category increased to 15 people (35.7%), and the knowledge category became dominant with 19 people (45.2%).

Conclusion: The Posyandu cadre capacity building program in Cileunyi Village significantly improved their understanding of physical and mental health care for pregnant and postpartum women. The increased number of cadres with knowledge after the intervention demonstrates that family health promotion methods effectively equip cadres to be at the forefront of improving maternal well-being in the community.

Suggestion: Posyandu cadres are expected to apply the knowledge they have gained in routine service activities, particularly in educating families of pregnant women to create a strong support system at the household level.

Keywords: Cadres; Family support; Health promotion; Physical and mental health

Pendahuluan: Kesehatan ibu hamil dan pasca persalinan merupakan indikator krusial pembangunan kesehatan, namun prevalensi gangguan mental postpartum di Indonesia masih tinggi mencapai 20–40%. Di Desa Cileunyi Kulon, upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) masih terkendala oleh terbatasnya pemahaman keluarga serta kuatnya pengaruh adat dalam perawatan medis dan psikologis. Meskipun peran keluarga sangat menentukan keberhasilan pemulihan, kompetensi 27 unit kader Posyandu sebagai garda terdepan edukasi kesehatan di wilayah ini belum optimal dalam memberikan promosi kesehatan berbasis bukti. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini berfokus pada penguatan kapasitas kader melalui pendampingan dan edukasi keluarga yang komprehensif. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan serta keterlibatan keluarga dalam menjaga kesejahteraan fisik dan mental ibu, sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin ketiga terkait kehidupan sehat dan sejahtera.

Tujuan: Memberikan pengetahuan teknis mengenai perawatan luka perineum dan perawatan payudara pada kader sebagai upaya mengoptimalkan kapasitas kader menjadi fasilitator yang efektif dalam menjaga kesejahteraan fisik dan mental ibu.

Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 25–28 November 2025 di di desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dengan melibatkan 42 kader dari 27 Posyandu untuk menjadi responden. Informasi yang diberikan adalah perawatan luka perineum, perawatan payudara, manajemen stres dan dukungan keluarga. Akumulasi data disampaikan secara deskriptif. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan masyarakat (community education) dan pendampingan.

Hasil: Berdasarkan hasil sebelum kegiatan edukasi (pre-test), mayoritas kader memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, yaitu sebanyak 24 orang (57.1%), sedangkan setelah kegiatan edukasi (post-test) mendapatkan hasil dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 15 orang (35.7%) dan kategori cukup menjadi dominan dengan 19 orang (45.2%).

Simpulan: Program penguatan kapasitas kader Posyandu di Desa Cileunyi secara signifikan meningkatkan pemahaman kader mengenai perawatan fisik dan kesehatan mental ibu hamil serta postpartum. Meningkatnya jumlah kader yang memiliki pengetahuan sesudah intervensi membuktikan bahwa metode promosi kesehatan keluarga efektif membekali kader sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan ibu di masyarakat.

Saran: Para kader Posyandu diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh pada kegiatan pelayanan rutin, khususnya dalam mendidik keluarga ibu hamil untuk menciptakan sistem dukungan yang kuat di tingkat rumah tangga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alves, A. L. N., Oliveira, M. I. C. D., & Moraes, J. R. D. (2013). Iniciativa Unidade Básica Amiga da Amamentação e sua relação com o aleitamento materno exclusivo. Revista de Saúde Pública, 47(6), 1130-1140.

Boskabadi, H., Ramazanzadeh, M., Zakerihamidi, M., & Omran, F. R. (2014). Risk factors of breast problems in mothers and its effects on newborns. Iranian Red Crescent Medical Journal, 16(6), e8582.

Dalal, N., Chambwe, C., Maila, B., & Chilengi, R. (2024). Reimagining community mental health: adapting interventions for culturally rich, low-resource settings. The Lancet Psychiatry, 11(12), 944-945.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2025). Profil Kesehatan. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Diakses dari: https://diskes.jabarprov.go.id/profilkesehatan.

Fardi, F. (2023). The Role Of Family Support On Postnatal Mothers'mental Wellbeing: A Literature Review. Journal Of Humanities And Social Studies, 1(03), 1342-1350.

Jamil, S. M. P. J. J., & Padang, P. K. S. (2018). Hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu tentang ASI perah dengan praktek pemberian ASI perah. Jurnal Endurance, 3(2), 415-421.

Karaçam, Z., & Sağlık, M. (2018). Breastfeeding problems and interventions performed on problems: Systematic review based on studies made in Turkey. Turkish Archives of Pediatrics/Türk Pediatri Arşivi, 53(3), 134.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Diakses dari: https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/Profil-Kesehatan-Indonesia-2019.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/1275

Kumalasari, I. (2015). Panduan Praktik Laboratorium dan Klinik Perawatan Antenatal, Intranatal, Postnatal, Bayi Baru Lahir dan Kontrasepsi. Jakarta: Salemba Medika.

Lisa, U. F., & Putri, M. (2019). Pengaruh Demonstrasi Terhadap Keterampilan Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester Ketiga Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 40-45.

Mercy, J. A., & Vivolo-Kantor, A. M. (2016). The center for disease control and prevention’s (CDC) youth violence prevention centers: paving the way to prevention. The journal of primary prevention, 37(2), 209-214.

Norazizah, Y., & Hidayah, L. (2013). Hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian puting susu tenggelam di BPM Ny. Sri Handayani Desa Welahan Jepara. Jurnal Kesehatan dan Budaya, 4(02).

Septiani, H. U., Budi, A., & Karbito, K. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 217373.

Sulistiyanto, A. D., Jauhar, M., Lestari, D. T., Rahmawati, A. M., Suwandi, E. W., Kartikasari, F., & Pusparatri, E. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini sunting berbasis masyarakat pada kader kesehatan. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 14(2), 425-436.

Wardani, I. K. F. (2021). Pelatihan Cara Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2021. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 5(1), 115-119.

Widiyanti, S., Isnawati, M., Nabiha, P. I., Pujiastuti, R. S. E., Atifah, S. D. H., & Aeni, N. (2025). Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu Melalui Pelatihan dan Asesmen Berbasis Kompetensi. LINK, 21(2), 186-195.

Yunia, R. D., & Raraningrum, V. (2020). Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Peran Kader dalam Pelaksanaan Post Natal Care (PNC) di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibaru Kulon. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 7(2), 105-124.

Downloads

Published

08.01.2026