Hubungan karakteristik caregiver dengan tingkat kecemasan caregiver yang memiliki orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
DOI: https://doi.org/10.56922/nmi.v2i2.1311
Caregiver Characteristics, Anxiety Level, Mental Disorders
Abstract
Background: The burden of caring for family members with mental disorders often triggers anxiety in caregivers, the intensity of which is influenced by caregiver characteristics.
Purpose: To determine the correlation between caregiver’s characteristics and anxiety level in caregivers of individuals with mental disorders.
Method: The research design used a descriptive with a cross-sectional approach model. The population of this study amounted to 155 people using purposive sampling, with a sample size of 123 people. The research instrument used a family characteristics questionnaire and the STAI-T Questionnaire. Data analysis using Spearman rank correlation test and Chi-Square test.
Results: The results showed that the age of respondents was early adulthood (26–35 years) 45 respondents (36.5%), female 78 respondents (63.4%), high school/vocational high school education 75 respondents (61%), and worked as private employees 68 respondents (55.3%). The anxiety level of the respondents was in moderate anxiety as many as 53 respondents (43.1%). The results showed there was a relationship between age (p=0.013), gender (p=0.046), and occupation (p=0.019) with anxiety level, and there was no relationship between education and anxiety level (p=0.617).
Conclusion: The results showed that caregiver characteristics such as age, gender, and occupation are factors that can affect caregiver anxiety levels.
Keywords: Caregiver Characteristics; Anxiety Level; Mental Disorders.
Pendahuluan: Beban merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa seringkali memicu kecemasan pada caregiver, yang intensitasnya dipengaruhi oleh berbagai karakteristik dari caregiver.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan karakteristik caregiver dengan tingkat kecemasan caregiver yang memiliki orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan model pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah caregiver yang memiliki orang dengan gangguan jiwa sebanyak 155 orang. Teknik sampling menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling, dengan jumlah sampel 123 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik keluarga dan State Trait Anxiety Inventory-Trait (STAI-T). Analisis data menggunakan uji korelasi rank Spearman dan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan karakteristik usia responden berada pada usia dewasa awal (26–35 tahun) sebanyak 45 responden (36.5%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 78 responden (63.4%), berpendidikan SMA/SMK sebanyak 75 responden (61%), dan bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 68 responden (55.3%). Tingkat kecemasan responden sebagian besar mengalami kecemasan sedang dengan jumlah 53 responden (43.1%). Terdapat hubungan antara usia (p=0.013), jenis kelamin (p=0.046), pekerjaan (p=0.019) dengan tingkat kecemasan. Tidak terdapat hubungan antara pendidikan dengan tingkat kecemasan (p=0.617).
Simpulan: Sebagian besar caregiver mengalami kecemasan sedang. Beberapa karakteristik caregiver seperti usia, jenis kelamin, dan pekerjaan merupakan faktor yang dapat memengaruhi tingkat kecemasan caregiver selama merawat penderita gangguan jiwa. Diharapkan puskesmas dapat berperan aktif dalam membangun jaringan dukungan komunitas demi memudahkan keluarga untuk berkomunikasi mengenai kesulitan yang dihadapi sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan.
Kata Kunci: Karakteristik Caregiver; Tingkat Kecemasan: Gangguan Jiwa.
Downloads
References
Afniwati A, Sinaga F. Tingkat Kecemasan Keluarga Dalam Menghadapi Perilaku Pasien Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan. J Ilm PANNMED (Pharmacist, Anal Nurse, Nutr Midwivery, Environ Dent. 2019;14(1):1–4.
Anisah N. Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Anggota Keluarga Yang Mengalami Gangguan Jiwa Di Puskesmas Wonosari I Gunung Kidul Diy. J Kesehat Masy. 2020;13(1):244–52.
Daulay W, Wahyuni SE, Nasution ML. Kualitas HIdup Orang dengan Gangguan Jiwa: Systematic Review. J Keperawatan Jiwa Persat Perawatan Nas Indones. 2021;9(1):187–96.
Dinas Kesehatan Kota Denpasar. LAPORAN PROFIL DINAS KESEHATAN KOTA DENPASAR TAHUN 2023. 2023;223.
Dourado DM, Rolim JA, Machado N, Ahnerth DS, Gonzaga NM, Batista C. Anxiety and Depression in the Caregiver of the Family Member with Mental Disorder 1. 2020;3(1):5–15.
Freska W, Wenny BP. Caregiver Pada Klien Skizofrenia. Pertama. Bantul: Mitra Edukasi Negeri; 2022. 102 p.
Hartatik M. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Keluarga Dalam Merawat Keluarga Yang Mengalami Odgj Di Wilayah Kerja Puskesmas Cinta Karya Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2021’. 2021;17–8. Available from: http://rama.binahusada.ac.id:81/id/eprint/476/1/meri hartatik.pdf
Iklima N, Irawan E, Mawaddah RA, Budiyanti Y, Saputra A. Gambaran Kecemasan Keluarga Dalam Merawat Pasien Dengan Gangguan Jiwa. J Keperawatan BSI [Internet]. 2023;11(2):207–14. Available from: https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/index
Kaplan HI, Sadock BJ. Synopsis of Psychiatry 12th Edition. Vol. 12, International Clinical Psychopharmacology. 2022. 3768 p.
Munira S, Puspasari D, Trihono, Thaha R, Musadad A, Junadi P, et al. Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Kementeri Kesehat RI [Internet]. 2023;1–964. Available from: https://drive.google.com/file/d/1SAomJxUTXwlSzsRrGJfRPxzV3ZzypaRU/view
Muslimin I, Selviana, Suwarni L, Khariri, Bidullah R, Ahmad M, et al. Teori Antropologi Kesehatan [Internet]. Afritayeni, editor. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini; 2022. vii, 229 lembar. Available from: https://books.google.co.id/books?id=JiduEAAAQBAJ
Nikawati NN, Muryani NMS, Suarjaya IW. Gambaran Tingkat Kecemasan Keluarga Merawat Pasien Dengan Skizofrenia. J Kesehat Med Udayana. 2021;7(1):22–9.
Osborn TL, Wasanga CM, Ndetei DM. Transforming mental health for all. The BMJ. 2022.
Palupi DN, Ririanty M, Nafikadini I. Karakteristik Keluarga ODGJ dan Kepesertaan JKN Hubungannya dengan Tindakan Pencarian Pengobatan bagi ODGJ. J Kesehat. 2019;7(2):82–92.
Prabhawidyaswari NMC, Yanti NPE, Saraswati WS, Darmawan IPE, Puspitasari NPR, Suari DAWM, et al. Hubungan Karakteristik Keluarga terhadap Frekuensi Kekambuhan pada Pasien dengan Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. J Ber Ilmu Keperawatan. 2022;15(1):15–26.
Prayogo FA, Noviana I. Psikoedukasi Keluarga Terhadap Kecemasan Merawat Keluarga Dengan Penyakut Kronis Dan Gangguan Jiwa. J Penelit Sekol Tinggi Ilmu Kesehat Nahdlatul Ulama Tuban. 2021;3(1):32–45.
Qotrunnada BO, Kurniawan H. DUKUNGAN SOSAIL MENURUNKAN STRESS DAN MENINGKATKAN EFIKASI DIRI CAREGIVER. Ilmu Kesehat. 2021;19(2):63–70.
Riskesdas. Laporan Provinsi Bali RISKESDAS 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Lembaga Penerbitan dan Pengembangan Kesehatan (LPB); 2018. 575 p.
Stuart GW. Principles and Practice of Psychiatric Nursing. 10th ed. Singapore: Elsevier Inc; 2016. 170–190 p.
WHO. Mental Disorders [Internet]. 2019 [cited 2024 Jul 8]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 THE JOURNAL OF Nursing Management Issues

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








