Pengaruh komunikasi persuasif terhadap tingkat pengetahuan pada pasien tuberkulosis paru

DOI: https://doi.org/10.56922/msc.v4i2.698

Authors

  • Afrida Afrida Universitas Malahayati
  • Lolita Sari Universitas Malahayati
  • Dina Dwi Nuryani

Internasional Komunikasi Linier Pengetahuan Transaksional Tuberkulosis

Abstract

Absract

Background: Tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis.

Purpose: To determine the effect of the level of knowledge of pulmonary TB patients.

Method: Quantitative research design using quasi experiment. The population is outpatients (pulmonary poly) who are still being treated at RSPBA, the sample size is 30 participants divided into 3 groups and each group contains 10 participants. The intervention of each group is different, namely by carrying out linear communication interventions, interactional communication interventions and transactional communication. Univariate data analysis obtained the average value of pre-test and post-test, bivariate analysis using t-test and multivariate. There is an influence on the level of knowledge that undergoes linear communication interventions, interactional communication interventions and transactional communication interventions.

Results: Based on multivariate analysis with annova, it was found that there was no dominant communication on the knowledge level of pulmonary tuberculosis patients. There is an effect on the level of knowledge after the intervention of linear communication, interactional communication and transactional communication with a p-value <0.05. Based on the results of research on knowledge in the Transactional group, there was a significant influence between before the intervention and after the intervention, with a p value of 0.000 (p <0.05).

Conclusion: Analysis used One way ANOVA. For health workers at Pertamina Bintang Amin Hospital, they can apply transactional communication in order to increase the knowledge of pulmonary TB patients in particular.

 

Pendahuluan: Tuberkulosis (Tb Paru) merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan pasien TB Paru.

Metode: Desain penelitian kuantitatif menggunakan kuasi eksperimen. Populasinya adalah pasien rawat jalan (Poli paru) yang masih dalam pengobatan di RSPBA, jumlah sampelnya adalah 30 partisipan dikelompokkan menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok berisi 10 peserta. Intervensi tiap kelompok berbeda-beda, yaitu dengan melakukan intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan komunikasi transaksional. Analisis data univariat didapatkan nilai rata-rata pre test dan post test, analisis bivariat menggunakan uji t dan multivariat. Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan yang menjalani intervensi komunikasi linier, intervensi komunikasi interaksional dan intervensi komunikasi transaksional.

Hasil: Berdasarkan analisis multivariat dengan annova, ditemukan bahwa tidak ada komunikasi yang dominan terhadap tingkat pengetahuan pasien tb paru. Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi komunikasi linier, komunikasi interaksional dan komunikasi transaksional dengan p-value <0.05. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan pada kelompok transaksional terjadi pengaruh yang signifikan antara sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi, dengan p value 0.000 (p<0.05).

Simpulan: Analisis menggunakan One way ANOVA. Bagi tenaga kesehatan di RS Pertamina Bintang Amin bisa menerapkan komunikasi transaksional dalam rangka meningkatkan pengetahuan pasien tb paru khususnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abd Hady, J., Simunati, S., & Hariani, H. (2024). Sosialisasi dan Pendidikan Kesehatan dalam Optimalisasi Temuan Kasus Tuberculosis di Kelurahan Mamajang dalam Kota Makassar. Media Implementasi Riset Kesehatan, 5(2), 88-101.

Adelia, S., Sary, L., & Nuryani, D. D. (2024). Pengaruh Komunikasi Persuasif Terhadap Pengetahuan Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran Tahun 2023. Syntax Idea, 6(3), 1287-1298.

Anwar, Z., & Djudiyah, D. (2021). Pengembangan program psikoedukasi untuk mengelola stres, cemas, dan depresi pada mahasiswa yang sedang menempuh skripsi. Cognicia, 9(1), 1-5.

Bawonte, T. G., Mambo, C. D., & Masengi, A. S. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tuberculosis Multidrug Resistance (TB MDR). eBiomedik, 9(1).

Budiarto, S. A., Setianingsih, H., & Mutiadesi, W. P. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Upaya Pencegahan Covid-19 di Mataram. Hang Tuah Medical Journal, 19(1), 54-76.

Chomaerah, S. (2020). Program pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis di puskesmas. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(3), 398-410.

Fitri, L. D. (2018). Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(01), 33-42.

Hanum, F., Muzaqi, A. H., & Yanuarita, H. A. (2021). Sosialisasi Peran Kader Tuberkulosis (TB) Care Aisyiyah Kabupaten Kediri Terdampak Pandemi Covid-19. SINAR SANG SURYA: Jurnal Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 74-82.

Laily, D. W., Rombot, D., & Lampus, B. (2015). Karakteristik pasien tuberkulosis paru di puskesmas tuminting manado. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, 3(1).

Lisum, K., Waluyo, A., Nursasi, A. Y., & Supardi, S. (2023). Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pengobatan dan Perawatan Klien Tuberkulosis Menggunakan Model Penguatan Kapasitas Pemuda. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(9), 1818-1826.

Nefri, R. (2017). Peranan komunikasi melalui penyuluhan terhadap kemampuan masyarakat dalam penanggulangan penyakit tuberkulosis di kecamatan medan maimun. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 184-193.

Nurcandrani, P. S. (2024). Manajemen Produksi Pesan Program Inovasi Ketilang Tuberkulosis (Tb) Puskesmas Purwokerto Utara II. Jurnal Komunikasi dan Kajian Media, 8(1), 1-18.

Nurdin, N. (2020). Analisis faktor-faktor determinan Individu terhadap Tuberculosis Multidrug Resistant (TB MDR) di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health), 6(1), 63-67.

Reviono, S., Adji, M., & Sulaeman, E. S. (2015). Hubungan modal sosial dan pencapaian case detection rate tuberkulosis puskesmas kabupaten karanganyar. J Respir Indo, 35(1), 28-38.

Riyadi, I. (2018). Analisis strategi komunikasi community TB-HIV Care Aisyiyah dalam pendampingan pasien TB-MDR di RSUD Labuang Baji Makassar. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 256-263.

Sari, I. D., Mubasyiroh, R., & Supardi, S. (2016). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan berobat pada pasien TB paru yang rawat jalan di Jakarta tahun 2014. Media

Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 26(4), 243-248.

Sianturi, E., Situmorang, B., & Simaremar, A. (2022). Modul Pelatihan Berbasis Organizational Citizenship Behavior (OCB): Dalam Pencegahan Penyakit TBC. Penerbit P4I.

Sumartini, N. P. (2018). Penguatan peran kader kesehatan dalam penemuan kasus tuberkulosis (TB) BTA positif melalui edukasi dengan pendekatan Theory of Planned Behaviour (TPB). Jurnal Kesehatan Prima, 8(1), 1246-1263.

Trianto, R. (2021). Teknik Komunikasi Peer educator (PE) dalam Pendampingan Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO). An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 10(1), 23-48.

Zarwita, D., Rasyid, R., & Abdiana, A. (2019). Analisis Implementasi Penemuan Pasien TB Paru dalam Program Penanggulangan TB Paru di Puskesmas Balai Selasa. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(3), 689-699.

Downloads

Published

2024-12-01