Pola peresepan obat antidiabetes pada pasien rawat jalan
DOI: https://doi.org/10.56922/msc.v3i1.389
Antidiabetes Diabetes Peresepan Obat
Abstract
Background: WHO (World Health Organization) predicts an increase in the number of people with diabetes mellitus in Indonesia in 2000, namely from 8.4 million to 21.3 million in 2030. Early combination therapy will achieve good glucose control and improve prognosis, especially microvascular complications.
Purpose: To determine the pattern of diabetes medication prescribing for outpatients at A. Dadi Tjokrodipo General Hospital Bandar Lampung for the period January 2020 - December 2021.
Method: A descriptive observational and retrospective using medical record data of hypertensive patients selected based on purposive sampling.
Results: Showed that the patient characteristics were found to be mostly women 72%, aged 51-60 years 39%, drug characteristics, namely the biguanide drug class 36.1%, with OAD therapy 81%. The use of diabetes drugs in outpatients at A. Dadi Tjokrodipo Hospital Bandar Lampung for the period January 2020 – December 2021 is that the main drug of choice is the biguanide group with a percentage of 36.1%. The use of single OAD was 81%, the combination of OAD + long-acting insulin was 19%.
Conclusion: The biguanide class of drugs is the first line for selecting long-acting insulin.
Keywords: Antidiabetic; Diabetic; Prescribing Drugs.
Pendahuluan: WHO (World Health Organization) memprediksikan kenaikan jumlah penyandang diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2000 yaitu sebanyak 8,4 juta menjadi 21,3 juta pada tahun 2030. Terapi kombinasi dini akan mendapatkan kontrol glukosa yang baik dan memperbaiki prognostik terutama komplikasi mikrovaskuler.
Tujuan: Untuk mengetahui pola peresepan obat diabetes pasien rawat jalan di RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung periode Januari 2020 – Desember 2021.
Metode: Observasional deskriptif dengan retrospektif menggunakan data rekam medik pasien diabetes yang dipilih berdasarkan purposive sampling.
Hasil: Menunjukan pada karakteristik pasien didapatkan paling banyak perempuan 72% dengan usia 51-60 tahun 39%, karakteristik obat yaitu golongan obat biguanide 36,1% dengan terapi OAD 81%. Penggunaan obat diabetes pada pasien rawat jalan di RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung periode Januari 2020 - Desember 2021 merupakan obat pilihan utama adalah golongan biguanid dengan presentase 36,1 %. Penggunaan OAD tunggal 81 %, kombinasi OAD +insulin long-acting 19%.
Simpulan: Golongan obat biguanid menjadi lini pertama untuk pemilihan insuling long-acting.
Downloads
References
Abdelrazig O. A. (2021). Perbandingan Efektivitas Penggunaan Obat Antidiabetik Tunggal dan Kombinasi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Rumah Sakit Nasional Al Amal Sudan. Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Fradina, B., & Nugroho, P. (2020). Hubungan Riwayat Keluarga Diabetes Melitus dan Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Samarinda Tahun 2019. Borneo Student Research, 1(3), 1948-1953.
Hongdiyanto, A., Yamlean, P. V. Y., & Supriati, S. (2014). Evaluasi Kerasionalan Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien Rawat Inap di Rsup Prof . Dr . R . D . 3(2), 77-87.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Pelayanan Kefarmasian Pada Diabetes Melitus. Jakarta. Kementrian Kesehatan RI
Kurniawan, I. (2010). Diabetes melitus tipe 2 pada usia lanjut. Majalah Kedokteran Indonesia, 60(12), 576-584.
Maulidya, N., & Oktianti, D. (2021). Pola Penggunaan Obat Antidiabetes di Puskesmas Grabag Magelang. Journal of Holistics and Health Sciences, 3(1), 51-59.
Nuraeni, E. (2019). Hubungan usia dan jenis kelamin beresiko dengan kejadian hipertensi di Klinik X Kota Tangerang. Jurnal Jkft, 4(1), 1-6.
Palupi, D. A., & Musyafaah, N. (2016). Analisis Peresepan Obat Antidiabetik Oral pada Resep Bpjs di Apotek Husada Farma Kabupaten Kudus Febuari 2016. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 5(2).
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2015). Pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Pb. Perkeni, 6.
Permana, H. (2005). Peran Terapi Kombinasi Diabetes Tipe 2 pada Risiko dan Progresivitas CVD.
Priharsi, A. (2015). Analisis Efektivitas Biaya Antidiabetik Oral Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan Peserta Bpjs Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Tahun 2014 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Rachmawati, D. P. (2009). Pola Penggunaan Obat Hipoglikemik Oral (OHO) Pada Pasien Geriatri Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Instalasi Rawat Jalan Rsud Dr. Moewardi Surakarta Periode Januari–Juli 2008 (Doctoral dissertation, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta).
Rita, N. (2018). Hubungan jenis kelamin, olah raga dan obesitas dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Jik-Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 93-100.
Robiyanto, R. (2016). Pola peresepan dan rasionalitas pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal, 1(2), 1-7.
Rondonuwu, R. G., Rompas, S., & Bataha, Y. (2016). Hubungan Antara Perilaku Olahraga Dengan Kadar Gula Darahpenderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur. Jurnal Keperawatan, 4(1).
Suryanita, M. A. (2020). Pola Peresepan Obat Antidiabetes Mellitustipe II pada Pasien Geriatri. Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Tecnology, 5(1), 23-27.
Tjay, T. H., & Rahardja, K. (2007). Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Elex Media Komputindo.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




