Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kubutambahan I

DOI: https://doi.org/10.56922/mchc.v4i4.894

Authors

  • Risa Arieska Poltekkes Kemenkes Jakarta I
  • Kadek Agustina Puspa Ningrum Politeknik Kesehatan Kementerian Jakarta 1

Balita Resiko Stunting

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, especially in the first 1,000 days of life. Several factors other than nutritional intake, namely food security status, social environment, access to health services (access, preventive and curative services) and residential environment (water, sanitation and living environment).

Purpose: to determine the factors related to the incidence of stunting among toddlers in the Kubucepatan I Community Health Center Working Area

Method: This type of quantitative research uses a cross-sectional design, and the research sample is mothers who have toddlers aged 24 - 59 months in the Kubuaddan I Community Health Center working area, totaling 92 toddlers. Stratified simple random sampling technique. The instruments in this research used a questionnaire and bivariate analysis used the Spearman rank test.

Results: The results of statistical tests using Spearman Rho with a p value = 0.000 < 0.05 show that the mother's level of knowledge, number of children, birth weight, influence the incidence of stunting.

Conclusion: There are factors associated with the risk of stunting in toddlers aged 24 - 59 months in the working area of ​​the Kubucepatn I Health Center in 2024

Suggestion: To the working area of ​​the Kubucepatn I Community Health Center to further improve the outreach program related to the risk of stunting incidents to the entire community.

Keywords: Risk; Stunting; Toddlers.

Pendahuluan: Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Beberapa faktor selain asupan gizi, yaitu status ketahanan pangan, lingkungan sosial, akses terhadap pelayanan kesehatan (akses, pelayanan preventif dan kuratif) dan lingkungan pemukiman (air, sanitasi dan lingkungan tempat tinggal).

Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kubutambahan I.

Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dan sampel penelitiannya adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kubutambahan I sebanyak 92 balita. Teknik pengambilan sampel stratified simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan analisi bivariat menggunakan uji rank spearman.

Hasil: Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rho dengan nilai p=0.000< 0.05 bahwa faktor tingkat pengetahuan ibu jumlah anak, berat badan lahir, berpengaruh terhadap kejadian stunting.

Simpulan: Terdapat factor-faktor yang berhubungan dengan resiko kejadian stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kubutambahan I Pada Tahun 2024

Saran: Kepada wilayah kerja Puskesmas Kubutambahan I agar lebih meningkatkan program sosialisasi yang berkaitan dengan resiko kejadian stunting kepada seluruh masyarakat.

Kata Kunci: Balita; Resiko; Stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aureliyana, T., & Sakinah, R. K. (2022). The Relationship between Exclusive Breastfeeding and The Incidence of Stunting Toddlers. Jurnal Riset Kedokteran, 67-72.

Aurima, J., Susaldi, S., Agustina, N., Masturoh, A., Rahmawati, R., & Madhe, M. T. M. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(2), 43-48.

Illahi, R. K. (2017). Hubungan pendapatan keluarga, berat lahir, dan panjang lahir dengan kejadian stunting balita 24-59 bulan di Bangkalan. Jurnal manajemen kesehatan yayasan RS. Dr. Soetomo, 3(1), 1-7.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018, Diakses dari: file:///C:/Users/gadis/Downloads/Hasil%20Riskesdas%202018-update%20122018.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS Tahun 2018. Diakses dari: Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Panduan Pemetaan Program,Kegiatan, dan Sumber Pembiayaan Untuk Mendorong Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten/Kota dan Desa. Diakses dari: Setwapres_Panduan_Pemetaan_ProgKeg_Pencegahan_Stunting_2019.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia Tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2021. Dikases dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/buku-saku-hasil-studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Diakses dari: SSGI 2022.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Indikator Program Kesehatan Masyarakat Dalam RPJM dan Restra Kementerian Kesehatan 2020-2024. Diakses dari: file:///C:/Users/gadis/Downloads/e-book%20RENSTRA%202020%20-%202024.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil Stunting Periode 2018-2024. Diakses dari: file:///C:/Users/gadis/Downloads/stranas-percepatan-pencegahan-anak-kerdil%20(1).pdf

Ramdaniati, S. N., & Nastiti, D. (2019). Hubungan karakteristik balita, pengetahuan ibu dan sanitasi terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang. Hearty, 7(2).

Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature review: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Buletin ilmu kebidanan dan keperawatan, 1(01), 32-40.

Sari, I. P., Ardillah, Y., & Rahmiwati, A. (2020). Berat bayi lahir dan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 8(2), 110-118.

Sarman, S. (2021). Hubungan ASI eksklusif dan paritas dengan kejadian stunting pada anak usia 6-12 bulan di Kota kotamobagu: Studi Retrospektif. Gema Wiralodra, 12(2), 206-216.

Setiawan, E., Machmud, R., & Masrul, M. (2018).

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 275-284.

Subandra, Y., Zuhairini, Y., & Djais, J. (2018). Hubungan pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI terhadap balita pendek usia 2 sampai 5 tahun di Kecamatan Jatinangor. Jurnal Sistem Kesehatan, 3(3).

Sundari, S., & Yunita, L. H. (2020). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Balita Stunting di Desa Canden, Jetis II Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kebidanan, 7(1), 17-28.

Tirto, D. N. K., & Mulyani, R. W. P. (2018). Jumlah Anak Ideal Menurut Pasangan Usia Subur di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Bumi Indonesia, 7(1).

Windasari, D. P., Syam, I., & Kamal, L. S. (2020). Faktor hubungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 5(1), 27-34.

Zogara, A. U., & Pantaleon, M. G. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(02), 85-92.

Downloads

Published

2025-04-29