Manajemen perawatan luka pada klien post sectio caesarea di rsud kota bandung

DOI: https://doi.org/10.56922/mchc.v4i4.474

Authors

  • Irisanna Tambunan
  • Diana Ulfah Universitas Bhakti Kencana
  • Yani Marlina Universitas Bhakti Kencana
  • Rani Ismi Oktaviani Universitas Bhakti Kencana
  • Alfi Khoerunisa Universitas Bhakti Kencana

Luka Manajemen Perawatan Sectio Cesarae

Abstract

 Background: Cesarean section is a surgical procedure that is often performed to deliver a baby, especially when normal delivery is not possible. Cesarean section delivery is high risk for the mother and fetus, both during labor and the postpartum period, especially the risk of infection in the postoperative wound. Postoperative wound care, especially in patients who undergo caesarean section (CS), is an important aspect of recovery.

Purpose: To get an overview of the application of wound management in patients with post-cesarean section.

Method: Descriptive method with case study approach. The object of the research is three post sectio caesarea clients at Bandung City Hospital. Data collection used in this case study is interviews, observation and documentation using several research instruments as support in data collection.

Results: Good wound healing on the seventh day after standard wound care. Factors that affect wound healing include education, age, and mobilization. One client who was 38 years old (high risk) and had just started mobilizing on the third day, experienced slower healing than the other two patients who had mobilized faster.

Conclusion: Proper wound care management and a positive client attitude can accelerate wound healing, reduce pain, and increase mobility.

Suggestion: improve the quality of wound care and provide health education to create a positive attitude in patients, which will support the wound healing process.

Keywords: Management; Nursing Care; SC (Section Caesarea); Wound.

 Pendahuluan: Sectio caesarea adalah prosedur bedah yang sering dilakukan untuk melahirkan bayi, terutama ketika persalinan normal tidak memungkinkan. Persalinan sectio caesarea berisiko tinggi bagi ibu dan janin, baik selama persalinan maupun masa nifas, terutama risiko infeksi pada luka pasca operasi. Perawatan luka pasca operasi, khususnya pada pasien yang menjalani sectio caesarea (SC), merupakan aspek penting dalam pemulihan.

Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran penerapan manajemen luka pada pasien dengan post sectio caesarea.

Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian tiga orang klien post sectio caesarea di RSUD Kota Bandung. pengumpulan data yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan beberapa instrument penelitian sebagai pendukung dalam pengambilan data.

Hasil: Penyembuhan luka yang baik pada hari ketujuh setelah perawatan luka sesuai standar. Faktor-faktor yang memengaruhi penyembuhan luka antara lain pendidikan, usia, dan mobilisasi. Salah satu klienyang berusia 38 tahun (risiko tinggi) dan baru mulai mobilisasi pada hari ketiga, mengalami penyembuhan lebih lambat dibandingkan dua pasien lainnya yang lebih cepat melakukan mobilisasi.

Simpulan: Manajemen perawatan luka yang tepat dan sikap positif klien dapat mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan meningkatkan mobilitas.

Saran: Meningkatkan kualitas perawatan luka dan memberikan penyuluhan kesehatan untuk menciptakan sikap positif pada pasien, yang akan mendukung proses penyembuhan luka.

Kata Kunci: Luka; Manajemen; Perawatan; SC (Sectio Caesarea).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, W. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria. Professional Health Journal, 2(1), 22-37.

Aprina, A., & Puri, A. (2016). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Sectio Caesarea di RSUD dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Jurnal Kesehatan, 7(1), 90-96.

Basri, B., & Wibowo, H. P. (2023). Efektivitas Discharge Planning Tentang Perawatan Luka Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Sectio Caesarea. Jurnal Keperawatan Priority, 6(2), 29-39.

Brodersen, F., Wagner, J., Uzunoglu, F. G., & Petersen-Ewert, C. (2023). Impact of preoperative patient education on postoperative recovery in abdominal surgery: a systematic review. World journal of surgery, 47(4), 937-947.

Eriyani, T., Shalahuddin, I., & Maulana, I. (2018). Pengaruh mobilisasi dini terhadap penyembuhan luka post operasi sectio caesarea. Buletin Media Informasi Kesehatan, 14(2), 1-10.

Febiantri, N., & Machmudah, M. (2021). Penurunan nyeri pasien post sectio caesarea menggunakan terapi Teknik relaksasi benson. Ners Muda, 2(2), 31.

Jama, F., & Alam, R. I. (2022). Edukasi Penerapan Perawatan Luka Pada Klien Pot Sectio Caesarea. Borneo Community Health Service Journal, 2(2), 38-41.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2017. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2017

Munandar, I. (2018). Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perawatan Luka dengan Kejadian Infeksi Luka Operasi Post Sectio Caesaria. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 8(02), 422-428.

Nasution, Z. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Tindakan Mobilisasi Dini Pasca Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Herna Medan. Elisabeth Health Jurnal, 6(2), 150-156.

Purwaningsih, U., & Linggardini, K. (2021). Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Luka Dan Kejadian Infeksi Daerah Operasi Di RSUD Banyumas. Adi Husada Nursing Journal, 6(2), 75-78.

Rahman, M., Hariyanto, T., & Ardiyani, V. M. (2018). Hubungan antara pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi pada pasien post operasi dengan proses penyembuhan luka di Rumah Sakit Islam UNISMA Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 3(1).

Rangkuti, N. A., Zein, Y., Batubara, N. S., Harahap, M. A., & Sodikin, M. A. (2023). Hubungan mobilisasi dini post sectio caesarea dengan proses penyembuhan luka operasi di RSUD Pandan. Jurnal Education and Development, 11(1), 570-575.

Safitri, N. D., & Andriyani, A. (2024). Penerapan Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Post Sectio Caesarea di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. NAJ: Nursing Applied Journal, 2(4), 63-73.

Sihotang, H. M., & Yulianti, H. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka post sectio caesarea. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 6(2), 175-183.

Subandi, E. (2017). Pengaruh mobilisasi dini terhadap tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di ruang melati rsud gunung jati kota cirebon tahun 2017. Syntax Literate, 2(5), 58-74.

Tampilang, T. S. A., Rambi, C. A., & Gansalangi, F. (2018). Penerapan manajemen perawatan luka pada klien post sectio caesarea di RSD Liun Kendage Tahuna. Jurnal Ilmiah Sesebanua, 2(2), 126-136.

Trisnawati, R. E., Manggul, M. S., & Hamat, V. (2023). Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Luka Sectio Caesarea: Determinants Associated with the Incident of Caesarea Sectio Wound Infection. Quality: Jurnal Kesehatan, 17(2), 149-156.

Wiles, M. D. (2022). Management of traumatic brain injury: a narrative review of current evidence. Anaesthesia, 77, 102-112.

World Health Organization. (2015). Global Strategy on Women’s, Children’s and Adolescents’ Health (2016-2030). Diakses dari: https://www.ohchr.org/en/health/global-strategy-womens-childrens-and-adolescents-health-2016-2030#:~:text=Launched%20by%20the%20Secretary%20General%20in%20September%202015,,on%20the%20health%20of%20women,%20children%20and%20adolescents.

Downloads

Published

2025-04-30