Hubungan antara edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi setelah menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi di Desa Pondok Panjang
DOI: https://doi.org/10.56922/mchc.v2i1.275
Regurgitasi, Edukasi Kesehatan, Teknik Menyusui, Menyendawakan
Abstract
Backgrounds: Regurgitation is the return of part of the contents of the stomach of the baby after a while given breast milk intake. The factors that influence regurgitation are health education, breastfeeding techniques and burping infants with the incidence of regurgitation in infants in Pondok Panjang Village, in 2022.
Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between health education, breastfeeding techniques and burping infants after breastfeeding with the incidence of regurgitation in infants in Pondok Panjang Village Sub-District, in 2019.
Methods: The design of this research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this study all mothers who have babies aged 0-6 months. The sample in this study were 95 babies and sampling using the Total Sampling Population. The analytical method uses Chi-Square Test using SPSS version 24.0.
Results: That there is a relationship between health education and the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.001), there is a relationship between breastfeeding techniques with the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.031), there the relationship between burping the baby with the incidence of regurgitation in infants (P-Value 0.029).
Conclusion: there is a significant relationship between health education, breastfeeding techniques, burping infants with the incidence of regurgitation in infants.
Suggestions: are expected to the health workers to provide counseling or health education more often even during posyandu, baby regurgitation events so that mothers are more motivated to know how to deal with regurgitation and the husband is also encouraged to provide support to mothers in overcoming the regurgitation incident.
Pendahuluan: Regurgitasi ialah keluarnya kembali sebagian isi lambung bayi setelah beberapa saat diberi asupan ASI. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi regurgitasi adalah edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi di Desa Pondok Panjang Tahun 2022.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara edukasi kesehatan, teknik menyusui dan menyendawakan bayi setelah menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi Desa Pondok Panjang Tahun 2022.
Metode: Desain Penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 bayi dan pengambilan sampel dengan menggunakan Total Populasi Sampling. Metode analisis menggunakan Uji Chi-Square menggunakan SPSS versi 24.0
Hasil: Hasil statistic yaitu ada hubungan antara pendidikan kesehatan dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,001), ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,031), ada hubungan antara menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi (P-Value 0,029).
Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara edukadi kesehatan, teknik menyusui, menyendawakan bayi dengan kejadian regurgitasi pada bayi.
Saran: Diharapkan kepada pihak tenaga kesehatan harus lebih sering memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan bahkan pada saat posyandu berlangsung, tentang kejadian regurgitasi bayi agar ibu lebih termotivasi untuk mengetahui cara mengatasi regurgitasi dan suami juga terdorong untuk memberikan dukungan kepada ibu dalam mengatasi kejadian regurgitasi tersebut.
Downloads
References
Azizah, N. (2014). Teknik Menyusui Dengan Kejadian Regurgitasi pada Bayi Umur 0-12 Bulan. Eduhealth, 4(1).
Bernadus, K. L., & Lestari, I. D. (2012). Hubungan Antara Pengeta huan Ibu Tentang Cara Menyendawakan Bayi Usia 0-6 Bulan Dengan Kejadian Gumoh Sesudah Menyusui Di Puskesmas Manukan Kulon. Jurnal Kebidanan, 1(1), 12.
Febriyanti, E. R. (2021). HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN REGURGITASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN (Doctoral dissertation, STIKes Ngudia Husada Madura).
Garusu, M., (2020). Hubungan menyendawakan setelah menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi usia 0-6 bulan (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Kendari).
Lestari, c. (2018). Hubungan posisi menyusui dengan terjadinya regurgitasi pada bayi berusia 0-6 bulan di Kelurahan Sumber Mulyorejo Kecamatan Binjai Timur tahun 2018 (Doctoral dissertation, Institut Kesehatan Helvetia).
Mauluddina, F., & Anggeni, U. (2021). Penyuluhan dan konseling tentang teknik menyusui yang benar. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 902-906.
Mellinda, D. E., & Ardani, M. H. (2012). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang regurgitasi terhadap praktik ibu dalam mencegah dan menangani regurgitasi pada bayi (0-3 bulan) di kelurahan pudakpayung Kota semarang. Jurnal Keperawatan Diponegoro, 1(1), 205-212.
Nurhafni, N., Yarmaliza, Y., & Zakiyuddin, Z. (2021). Analisis Faktor Risiko Terhadap Angka Kematian Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlwan (Rundeng) Kabupaten Aceh Barat. Jurmakemas (Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat), 1(1), 9-20.
Samsuri, A. E. (2016). Hubungan menyendawakan setelah menyusui dengan kejadian regurgitasi pada bayi usia 0–6 bulan di Kelurahan Noborejo Kota Salatiga.
Sari, I., Sapitri, A., & Septiana, M. (2022). Edukasi Pentingnya Asi Eksklusif Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak. Jurnal Abdi Masyarakat Kita, 2(1), 126-136.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 THE JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









