Hubungan Sikap Ibu, Dukungan Keluarga Dan Peran Tenaga Kesehatan Dengan Pemberian Mp-Asi Pada Bayi Umur Kurang Dari 6 Bulan Di Desa Kadujangkung Kabupaten Pandeglang

DOI: https://doi.org/10.56922/mchc.v2i1.274

Authors

  • Sylvia Sri Febriyanti Fakultas Vokasi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Indonesia Maju
  • Agustina Sari Fakultas Vokasi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Indonesia Maju
  • Agus Santi Br Ginting Fakultas Vokasi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Indonesia Maju

MP-ASI Sikap Ibu Dukungan Keluarga Peran Tenaga Kesehatan

Abstract

Background: Giving complementary foods to breast milk too early is dangerous for babies, because it can cause digestive infections that are at risk of experiencing intestinal intussusception/intussusception, even if not treated immediately can lead to death in infants. Based on a preliminary study conducted by researchers in Kadujangkung Village, Pandeglang Regency in February 2022. Of the fifteen mothers who had babies aged less than six months, there were eleven (73 percent) mothers who said they had given complementary foods to breast milk, in the form of formula milk, bananas, watery porridge or packaged foods, for various reasons ranging from not smooth breast milk, fussy babies, and some because they were given by their parents or grandmothers. Meanwhile, four (27 percent) mothers already understood the provision of complementary feeding and exclusive breastfeeding.

Objective: To determine the relationship between mother's attitude towards family support and the role of health workers with the provision of complementary feeding to infants aged less than 6 months in Kadujangkung village, Pandeglang district.

Methods: The research method used is descriptive analytic research with a cross sectional approach, which is a study to study the dynamics of the correlation between risk factors (independent variables) and observed effects (dependent variables) or data collection at the same time. The number of samples used were 42 mothers who had babies aged less than 6 months. The research analysis used is univariate and bivariate analysis using chi square statistical test.

Results: The results of the research conducted showed that 57.1 percent of mothers had given complementary foods to breast milk, there was a significant relationship between mother's attitude (p value = 0.001), family support (p value = 0.001) and the role of health workers (p value = 0.001). 0.003) with complementary feeding for infants less than 6 months of age.

Conclusion: From the research conducted, there is a significant relationship between the independent variables, namely the attitude of the mother, family support and the role of health workers with the dependent variable, namely the provision of complementary feeding to infants aged less than 6 months.

Suggestion: Suggestions from this study are that health workers are able to provide information and counseling more actively to mothers and families, so that the attitudes of mothers and families can provide support to mothers who have babies aged 0-6 months to give exclusive breastfeeding.

 

Pendahuluan: Pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini berbahaya bagi bayi, karena dapat menyebabkan infeksi pencernaan yang beresiko mengalami invaginasi usus/ intususepsi, bahkan jika tidak di tangani dengan segera dapat mengakibatkan kematian pada bayi. Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan peneliti di Desa Kadujangkung Kabupaten Pandeglang pada bulan februari tahun 2022. Dari lima belas ibu yang memiliki bayi umur kurang dari enam bulan, terdapat sebelas (73 persen) ibu yang mengatakan sudah memberikan makanan pendamping ASI, berupa susu formula, pisang, bubur encer atau makanan kemasan, dengan berbagai alasan mulai dari ASI yang tidak lancar, bayi rewel, dan ada karna di berikan oleh orang tua atau neneknya. Sedangkan empat (27 persen) ibu sudah mengerti tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan ASI Ekslusif.

Tujuan: Mengetahui hubungan sikap ibu dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan di desa kadujangkung kabupaten pandeglang.

Metode: Metode penelitian yang di gunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko (variabel independent) dengan efek (variabel dependen) yang diobservasi atau pengumpulan datanya sekaligus pada suatu saat yang sama. Jumlah sampel yang digunakan adalah 42 orang ibu yang memiliki bayi umur kurang dari 6 bulan. Analisa penelitian yang digunakan adalah Analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square.

Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebanyak 57,1 persen ibu sudah memberikan makanan pendamping ASI, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu (p value = 0,001), dukungan keluarga (p value = 0,001) dan peran tenaga Kesehatan (p value = 0,003) dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan.

Simpulan: Dari penelitian yang dilakukan terdapat hubungan yang bermakna antara variable independent yaitu sikap ibu, dukungan keluarga dan peran tenaga Kesehatan dengan variabel dependen yaitu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi umur kurang dari 6 bulan.

Saran: Saran dari penelitian ini adalah petugas kesehatan mampu memberikan informasi dan konseling lebih giat lagi kepada ibu dan keluarga, agar sikap ibu dan keluarga dapat memberikan dukungan kepada ibu yang memiliki bayi umur 0-6 bulan agar memberikana ASI ekslusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anas, A. M. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Ketepatan Waktu Pemberian Makanan Pendamping Asi Di Puskesmas Sukajadi Palembang Tahun 2021. http://rama.binahusada.ac.id:81/id/eprint/392/1/amalia anas meliyanie.pdf.

Andarmoyo, S. (2012). Keperawatan Keluarga Konsep Teori, Proses dan Praktik Keperawatan. Graha Ilmu.

Azwar, S. (2015). Sikap Manusia (Teori dan Pengukurannya). Pustaka Pelajar.

Batubara, A. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Pemberian Makanan Pendamping Asi Dini Di Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung Tahun 2015. J. Ilm. Kebidanan Imelda 2.

Budi, S. (2013). Kumpulan Resep MPASI Harian Untuk 6-24 Bulan. Anak Kita.

Dewi, M., & Wawan, A. (2011). Teori Dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Dinas Kesehatan Provinsi Banten. (2017). Data ASI Ekslusif.

Dwi, S. N. dkk. Pemberian MP-ASI Dini Sebagai Salah Satu Faktor Kegagalan ASI Ekslusif Pada Ibu Primipara. Kesehat. Masyarakat(Undip) 6, (2018).

Fifi, E. (2021). Hubungan Usia Awal Pemberian MP-ASI Dengan Kejadian Diare Di Desa Lebuk Palas Kec.Silau Laut Tahun 2021. Matern. Kebidanan 6.

Friedman, M. (2013). Buku Ajar Keperawatan Keluarga. EGC.

Heryanto, E. (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini. Aisiah J. Ilmu Kesehat. 2.

Hidayat, H. (2015). Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisis Data. Salemba Medika.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kementerian Pendidikan Dan Budaya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pemberian (Air Susu Ibu) ASI Ekslusif. https://www.depkes.go.id/.

Krisnatuti, D. (2013). Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Puspa Swara.

Mufida, L., Widyaningsih, T. D., & Maligan, J. M. (2015). Prinsip Dasar Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Untuk Bayi 6–24 Bulan: Kajian Pustaka [In Press September 2015]. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(4).

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Nuraini, S., Nusri, T. M., & Pebriani, U. (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Perilaku Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Posyandu Anggrek Vi Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi Tahun 2017. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 5(1).

Sartika, M. (2020). Hubungan Faktor Budaya dan Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Pada Bayi Di Bidan Praktik Mandiri Desi Fitriani Oku. J. Penelit. Ikest Muhammadiyah Palembang 8.

Setiadi, S. (2012). Keperawatan Keluarga. EGC.

Sobur, A. (2016). Psikologi Umum. CV. Pustaka Setia.

Sugiyono, S. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. CV. Alfabeta.

Supariasa, S. (2016). Penilaian Status Gizi. Kedokteran EGC.

Sutopo, S. (2013). Pelayanan Prima Bahan AjarDiklat Prajabatan Golongan III. Lembaga Administrasi Negara.

Tarwoto, T. (2021). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. (Salemba Medika,

Taylor. E. S. (2012). Psikologi Sosial. Kencana Predana Media.

Walgito, W. (2015). Psikologi sosial. Andi Offset.

Zulfan, W. (2012). Psikologi Keperawatan. Rajawali Pers.

Downloads

Published

2023-01-03