Hubungan Peran Bidan, Keadaan Psikologis, Dan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan

DOI: https://doi.org/10.56922/mchc.v1i2.272

Authors

  • Siti Jaojiah Fakultas Vokasi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Universitas Indonesia Maju

Perilaku Kunjungan ANC TM III, Peran Bidan, Dukungan Keluarga, Kecemasan

Abstract

Backgrounds: Hypertension is an increase in diastolic and systolic blood pressure that is intermittent or protracted which is characterized by a systolic pressure above 140 mmHg and a diastolic pressure above 90 mmHg. Hypertension is a fairly dominant health problem because the cases are always increasing in both developed and developing countries.

Methods: This study used descriptive analytic with a cross sectional approach. The population in this study were all elderly in the Jawilan Health Center working area as many as 504 elderly and the sampling technique used was using the formula and obtained as many as 84 samples.

Results: The results of this study indicate that there is a significant relationship between the role of midwives and the incidence of hypertension in the elderly, a P value of 0.000 and the results of OR = 8,286 (2,986-22,989), there is also a significant relationship between psychological conditions and the incidence of hypertension in the elderly, a P value of 0.000 is obtained. and the results of OR = 65,143 (15,632-271,467), and there is a significant relationship between family support and the incidence of hypertension in the elderly and obtained a P value of 0.000 and the results of OR = 11,773 (4,184-33,129).

Suggestions: So that midwives and also families can provide as much support and information as possible about hypertension so that confidence in the elderly can be built.

 

Pendahuluan: Hipertensi merupakan kenaikan tekanan darah diastolik maupun sistolik yang intermiten atau berlarut-larut yang ditandai dengan tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang cukup dominan karena kasusnya selalu meningkat baik di negara-negara maju maupun negara berkembang.

Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Jawilan sebanyak 504 lansia dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu menggunakan rumus dan didapat sebanyak 84 sampel.

Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara peran bidan dengan kejadian hipertensi pada lansia diperoleh nilai P Value 0,000 dan hasil OR = 8,286 (2,986-22,989), ada hubungan yang signifikan pula antara keadaan psikologis dengan kejadian hipertensi pada lansia diperoleh nilai P Value 0,000 dan hasil OR = 65,143 (15,632-271,467), dan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia dan diperoleh nilai P Value 0,000 dan hasil OR = 11,773 (4,184-33,129).

Saran: Supaya bidan dan juga keluarga dapat memberikan support dan informasi sebanyak-banyaknya tentang hipertensi agar kepercayaan diri pada lansia dapat terbangun.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dinas Kesehatan Provinsi Banten. (2021). Angka Kejadian Hipertensi Se-Provinsi Banten Dengan Usia > 18 Tahun. diakses dari: https://dinkes.bantenprov.go.id/

Dyah, A. S. P., & Fourianalistyawati, E. (2018). Peran trait mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia. Jurnal Psikologi Ulayat, 5(1), 109-122.

Fetriwahyuni, R., & Rahmalia, S. (2015). Pengaruh Senam Aerobik Low Impact Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi (Doctoral dissertation, Riau University).

Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: Riset, teori, dan praktik, alih bahasa, Akhir Yani S. Hamid dkk.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016. Pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-2016.pdf

Lolo, L. L., & Nurlaela, N. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo. Diakses dari: https://stikeskjp-palopo.e-journal.id/JFK/article/view/44

Notoatmodjo S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. In Jakarta: Rineka Cipta.

Noviyanti, R. D., Mintarsih, S., & Fatimah, S. N. (2016). Hubungan Status Gizi Terhadap Usia Menarche Siswi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kismoyoso Ngemplak Boyolali. KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1).

Nugroho, W. (2015). Keperawatan gerontik dan Geriatrik. Jakarta. EGC.

Nuraeni, E., Habibi, A., & Baejuri, M. L. (2022). Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi di Puskesmas Balaraja. Simposium Nasional Mulitidisiplin (SinaMu), 2.

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa medis & Nanda.

Pakpahan, J. Y. (2020). Hubungan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang cara pencegahan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Panei Tongah Kabupaten Simalungun Tahun 2019. Ensiklopedia of Journal, 2(4), 149-155.

Riduwan, M. B. A. (2007). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alf. Bandung.

Senewe, M. S., Rompas, S., & Lolong, J. (2017). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar di puskesmas tongkaina kecamatan bunaken kota madya manado. Jurnal Keperawatan, 5(1).

Susanto, A. (2019). Hubungan peran keluarga dengan manajemen hipertensi pada lansia di dusun nyampuran dan karang wetan wilayah kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Ngudi Waluyo).

Tambayong, J. (2000). Patofisiologi untuk keperawatan. EGC.

World Health Organization. (2013). A global brief on hypertension: silent killer, global public health crisis: World Health Day 2013 (No. WHO/DCO/WHD/2013.2). World Health Organization.

Downloads

Published

2022-12-19