Faktor-faktor yang memengaruhi ibu dalam pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun (Baduta)
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i3.932
Anak Bawah Dua Tahun (Baduta) Ibu Pemberian Makanan Tambahan
Abstract
Background: Toddlers (under two years old) are the first 1000 days of life, which is the period that begins from the formation of the fetus until the child is 2 years old. This period is the most important period in the growth and development period as an individual who will continue the nation and is expected to produce a reliable generation in competition in the global arena. To produce a reliable generation during this period, good growth and development stimulation is needed. Growth and development stimulation in the form of providing adequate nutrition and growth and development stimulation carried out by parents.
Purpose: To analyze the factors that influence mothers in providing additional food to children under two years of age (toddlers).
Method: Quantitative research with cross-sectional design. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-24 months in Banyuasin Regency. In determining the sample of this study, the formula used was the Lemeshow formula with sampling using a simple random sampling technique. The independent variables in this study include; age, education, occupation, number of children in the family, and income, while the dependent variable is the provision of additional food. Data collection was carried out using a questionnaire method that was distributed directly to respondents. Data analysis carried out in this study used univariate analysis and bivariate analysis of the chi-square statistical test.
Results: Based on the characteristics of the respondents' age, they are in the range of 20-34 years, as many as 57 respondents (53.8%) with a p value of 0.069 (>0.05). In general, respondents are included in the higher education category as many as 69 respondents (65.1%) with a p value of 0.010. Most respondents have a good level of knowledge as many as 65 respondents (61.3%) with a p value of 0.000 (<0.05). Almost all respondents are unemployed as many as 89 respondents (84.0%) with the results of the statistical test analysis showing a p value of 0.006. Most families have children >2 as many as 60 respondents (56.6%) with a p value of 0.000. Furthermore, most respondents' income < regional minimum wage as many as 73 respondents (68.9%) obtained a p value of 0.001 (<0.05). The variables of education, knowledge, occupation, number of children in the family, and parental income have a significant relationship to the provision of additional food. Meanwhile, there is one variable, namely age, which does not have a significant influence.
Conclusion: The variables of education, knowledge, work, number of children in the family, and parental income have an effect on the provision of additional food with a p value <0.05. Meanwhile, the age variable does not significantly affect the provision of additional food in children under two years old.
Keywords: Additional Food; Mother; Under Two Years (Toddlers).
Pendahuluan: Baduta (bawah dua tahun) merupakan 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode mulai dari janin terbentuk sampai nak berusia 2 tahun. Pada periode ini merupakan periode terpenting pada masa pertumbuhan dan perkembangan sebagai individu penerus bangsa yang dapat diharapakan untuk mencetak generasi yang handal dalam persaingan di kancah global. Agar menghasilkan genarasi yang handal pada periode tersebut memerlukan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Stimulasi pertumbuhan berupa pemberian gizi yang adekuat dan stimulasi perkembangan yang dilakukan oleh orang tua.
Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ibu dalam pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun (Baduta).
Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di wilayah Kabupaten Banyuasin. Dalam penentuan sampel penelitian ini, rumus yang digunakan adalah rumus Lemeshow dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi; umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan, sedangkan variabel dependennya adalah pemberian makanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket yang dibagi langsung ke responden. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate uji statistic chi-square.
Hasil: Berdasarkan karakteristik usia responden berada pada kisaran 20-34 sebanyak 57 responden (53.8%) dengan nilai p 0.069 (>0.05). Secara umum, responden masuk dalam kategori pendidikan tinggi sebanyak 69 (65.1%) dengan nilai p 0.010. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 65 (61.3%) dengan nilai p sebesar 0.000 (<0.05). Hampir seluruh responden tidak bekerja sebanyak 89 (84.0%) dengan hasil analisis uji statistik menunjukkan nilai p 0.006. Sebagian besar dalam satu keluarga memiliki jumlah anak >2 anak sebanyak 60 (56.6%) dengan nilai p 0.000. Selanjutnya mayoritas pendapatan responden < UMR sebanyak 73 (68.9%) diperoleh nilai p 0.001 (<0.05). Variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan orangtua memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemberian makanan tambahan. Sementara, terdapat satu variabel yaitu umur tidak berpengaruh secara signifikan.
Simpulan: Variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan orang tua berpengaruh terhadap pemberian makanan tambahan dengan perolehan p-value < 0.05. Sementara itu, variabel umur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun.
Kata Kunci: Anak Bawah Dua Tahun (Baduta); Ibu; Pemberian Makanan Tambahan.
Downloads
References
Ahmed, K. Y., Page, A., Arora, A., & Ogbo, F. A. (2020). Trends and factors associated with complementary feeding practices in Ethiopia from 2005 to 2016. Maternal & child nutrition, 16(2), e12926.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin. (2021). Publikasi Hasil Pengukuran Stunting Tahun 2021. Diakses dari: https://banyuasinkab.go.id/2021/12/hasil-analisis-data-pengukuran-stunting-kabupaten-banyuasin-tahun-2021/
Ginting, J. C. (2019). Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendapatan Keluarga dan Pemberian MP-ASI Dini dengan Status Gizi Bayi Usia 6-7 Bulan Serdang Bedagai Tahun 2018 (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
Handajany, S., Agustin, D., Auliat, N. F., & Dewi, N. A. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita di Wilayah Posyandu Kedung Waringin Kabupaten Bekasi. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 20(2), 152-160.
Issadikin, D. T. (2023). Hubungan Jumlah Anak Dalam Keluarga Dengan Status Gizi Pada Balita Di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Community Health Nursing Journal, 1(1), 1-16.
Jati, W. D. P. (2021). Literasi Digital Ibu Generasi Milenial terhadap Isu Kesehatan Anak dan Keluarga. Jurnal Komunikasi Global, 10(1), 1-23.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Angka Stunting Tahun 2022 Turun Menjadi 21,6 Persen. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/angka-stunting-tahun-2022-turun-menjadi-216-persen/
Mardhiyah, A. (2017). Analisis Pengetahuan dan Sikap Kader tentang Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak di Desa Pananjung, Kabupaten Pangandaran. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(6).
Mustajab, A. A., & Aristiyani, I. (2023). Dampak Status Ekonomi pada Status Gizi Balita. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(2).
Pamarta, D., & Andriani, K. (2018). Pengaruh Faktor Predisposisi (Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan, Sikap) Ibu Terhadap Ketepatan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) di Desa Kenep Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo (Doctoral dissertation, Universitas Muhammaadiyah Surakarta).
Probowati, R., Wibowo, H., Prihatini, M. S., & Ratnawati, M. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Pemberian Nutrisi Pada Baduta (Bawah Dua Tahun) Di Kabupaten Jombang. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 7(2), 296-307.
Salvia, D., Rahma, C., Mulyani, I., & Marniati, M. (2024). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Memberikan Makanan Tambahan bagi Balita di Desa Rundeng. Polyscopia, 1(4), 248-253.
Sari, M., & Yuliawati, R. (2020). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Dengan Angka Kejadian Balita Bawah Garis Merah (BGM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Baru Kota Samarinda. Borneo Studies and Research, 1(2), 730-734.
Septikasari, M. (2018). Status gizi anak dan faktor yang mempengaruhi. Yogyakarta. UNY Press.
Soleha, M., & Zelharsandy, V. T. (2023). Pengaruh Paritas Di Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Balita: Literature Review. Lentera Perawat, 4(1), 71-85.
Sulfiyani, S., Ruwiah, R., & Fithria, F. (2023). Hubungan Pola Makan, Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga Dengan Status Gizi Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Parigi Kabupaten Muna Tahun 2021. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Indonesia, 3(4), 138-145.
Sumarni, S. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Memberikan Makanan Tambahan Pada Bayi Di Puskesmas Lendah I Kulon Progo (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta).
Sutrisno, S., & Tamim, H. (2023). Hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi pada balita di Posyandu Abung Timur Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Agung Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020. Jurnal Ilmu Medis Indonesia, 2(2), 77-83.
Wandani, Z. S. A., Sulistyowati, E., & Indria, D. M. (2021). Pengaruh Status Pendidikan, Ekonomi, dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Status Gizi Anak Balita di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine), 9(1).
Widyaningsih, A., & Listiyaningsih, M. D. (2024). Pendidikan dan Pekerjaan Ibu Merupakan Faktor yang Berpengaruh Langsung terhadap Praktik Pemberian Makanan pada Anak (PMBA). Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 7(2), 164-175.
Yunitasri, E., Al Faisal, A. H., Efendi, F., Kusumaningrum, T., Yunita, F. C., & Chong, M. C. (2022). Factors associated with complementary feeding practices among children aged 6–23 months in Indonesia. BMC pediatrics, 22(1), 727.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.