Pengaruh terapi okupasi hidroponik terhadap tingkat harga diri penerima manfaat di unit rehabilitasi sosial eks psikotik

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i2.843

Authors

  • Robi Romadhan Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Suci Ratna Estria Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Etlidawati Etlidawati Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Rikhan Luhur Prasetya Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Harga Diri Rendah Hidroponik Terapi Okupasi

Abstract

Background: Mental health issues encompass a range of challenges, such as schizophrenia disorders that are often associated with decreased self-esteem in individuals. Patients with schizophrenia who have low self-esteem exhibit poor self-perception, feelings of worthlessness, and lack of self-confidence. Occupational therapy, as an effective non-pharmacological intervention, can improve self-esteem through targeted activities.

Purpose: To assess the effect of hydroponic occupational therapy intervention on the level of self-esteem of beneficiaries in a social rehabilitation unit for ex-psychotics.

Method: Pre-experimental one group pretest-posttest design, conducted on beneficiaries who experience low self-esteem at the Social Rehabilitation Unit for Ex-Psychotics "Martani" Cilacap. The sample was selected by total sampling and the instrument used was the Rosenberg Self-Esteem Scale. The data were tested for normality using Shapiro Wilk, after the normality test was normally distributed, then using the paired sample t-test.

Results: The low self-esteem score before the intervention was 28.82 and after the intervention increased to 30.00. The normality test obtained a score before the intervention p-value of 0.105 and after the intervention it became 0.093. This figure shows that the data is normally distributed (> 0.05), meaning that there is an effect of occupational therapy intervention on the level of low self-esteem.

Conclusion: Agricultural hydroponic occupational therapy intervention can increase the self-esteem score of patients with mental disorders. Hydroponic occupational therapy can help patients with mental disorders who have low self-esteem.

 

Keywords: Hydroponics; Low Self-Esteem; Occupational Therapy.

 

Pendahuluan: Masalah kesehatan mental mencakup berbagai tantangan, seperti gangguan skizofrenia yang sering dikaitkan dengan penurunan harga diri pada individu. Pasien dengan skizofrenia yang memiliki harga diri rendah menunjukkan persepsi diri yang buruk, perasaan tidak berharga, dan kurangnya rasa percaya diri. Terapi okupasi sebagai intervensi non-farmakologis dapat meningkatkan harga diri melalui aktivitas yang terarah.

Tujuan: Untuk menilai pengaruh intervensi terapi okupasi hidroponik terhadap tingkat harga diri penerima manfaat di unit rehabilitasi sosial eks psikotik.

Metode: Desain pre-experimental one group pretest-posttest, dilakukan kepada penerima manfaat yang mengalami harga diri rendah di Unit Rehabilitasi Sosial Eks Psikotik “Martani” Cilacap. Sampel dipilih secara total sampling dan instrumen yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale. Data di uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, setelah uji normalitas berdistribusi normal, maka menggunakan paired sample t-test.

Hasil: Skor harga diri rendah sebelum intervensi adalah 28.82 dan setelah intervensi meningkat menjadi 30.00. Uji normalitas didapatkan skor sebelum intervensi p-value 0.105 dan setelah intervensi menjadi 0.093. Angka tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (>0.05), artinya terdapat pengaruh intervensi terapi okupasi terhadap tingkat harga diri rendah.

Simpulan: Intervensi terapi okupasi hidroponik pertanian dapat meningkatkan skor harga diri pasien gangguan jiwa. Terapi okupasi hidroponik dapat membantu pasien gangguan jiwa yang memiliki harga diri rendah.

 

Kata Kunci: Harga Diri Rendah; Hidroponik; Terapi Okupasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajis, S., Marni, E., & Sari, S. M. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Harga Diri Pasien Kanker Yang Menjalani Menjalani Kemoterapi. Journal of Nursing Innovation, 1(1), 26-33.

Ardika, N. A., Mubin, M. F., Rejeki, S., Pohan, V. Y., & Samiasih, A. (2021). Pengaruh terapi afirmasi positif terhadap quality of life pasien harga diri rendah pada skizofrenia di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. In Prosiding Seminar Nasional Unimus (Vol. 4).

Atmojo, B. S. R., & Purbaningrum, M. A. (2021). Literature review: penerapan latihan kemampuan positif terhadap peningkatan harga diri rendah pada klien yang mengalami skizofrenia dengan gangguan konsep diri harga diri rendah. Nursing Science Journal (NSJ), 2(1), 55-62.

Candra, I. W., & Sudiantara, I. K. (2014). Terapi okupasi aktivitas menggambar terhadap perubahan halusinasi pada pasien skizofrenia. Jurnal Gema Keperawatan, 7(2), 124-129.

Chairani, A., Suryadi, B., & Wahyuni, Z. I. (2018). Pengaruh Harga Diri Dan Gender Terhadap Cyberbullying Pada Remaja. Jurnal Psikologi, 11(1), 1–9.

Fitri, N. Y. (2019). Pengaruh Terapi Okupasi terhadap Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Rawat Inap di Yayasan Aulia Rahma Kemiling Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 7(1), 33-40.

Kinasih, L. P. (2020). Literature Review: Efektivitas Terapi Okupasi Pada Pasien Harga Diri Rendah. Caring: Jurnal Keperawatan, 9(2), 110-117.

Magfirah, M. (2018). Pengaruh terapi berkebun terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di panti sosial tresna werdha minaula kendari. Journal of Islamic Nursing, 3(2), 7-15.

Kam, M. C., & Siu, A. M. (2010). Evaluation of a horticultural activity programme for persons with psychiatric illness. Hong Kong journal of occupational therapy, 20(2), 80-86.

Nadeem, S. (2019). Horticultural Therapy in Pakistan. Acta Scientific Agriculture, 3(7), 100-101.

Nurlela, L., Sya’diyah, H., Ilmy, S. K., Kusumawati, H., Widiarta, M. B. O., Kirana, S. A. C., & Yusrini, Y. (2023). Keperawatan Jiwa. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Ponto, D. L., Bidjuni, H., & Karundeng, M. (2015). Pengaruh Penerapan Terapi Okupasi Terhadap Penurunan Stres Pada Lansia Di Panti Werdha Damai Ranomuut Manado. Jurnal Keperawatan UNSRAT, 3(2), 112781.

Pradana, V. W., Dewi, N. R., & Fitri, N. L. (2023). Penerapan Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Tanda dan Gejala Pasien Halusinasi Pendengaran di Ruang Kutilang RSJD Provinsi Lampung. Jurnal Cendikia Muda, 3(1), 149-154.

Prawiraharja, A., & Fakihuddin, M. (2022). The Role of Room Attendants On Customer Satisfaction at The Ibis Acardia Hotel Jakarta. Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel, 6(2), 316-326.

Rafik, A., Febrianti, Y., & Lusiyana, N. (2020). Terapi Okupasi pada Orang dengan Skizofrenia (ODS) di Desa Sindumartani Yogyakarta. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 11(3), 373-381.

Rahayu, S., Mustikasari, M., & Daulima, N. (2019). Perubahan tanda gejala dan kemampuan pasien harga diri rendah kronis setelah latihan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga. Journal Education Of Nursing (Jen).

Ridfah, A., Wardiman, S. L., Rezkiyana, T., Azizah, W. N., & Hasianka, Z. (2021). Penerapan Terapi Okupasi “Menanam” Pada Pasien Jiwa RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1).

Rokhimmah, Y., & Rahayu, D. A. (2020). Penurunan Harga Diri Rendah dengan menggunakan Penerapan Terapi Okupasi (Berkebun). Ners Muda, 1(1), 18.

Wijayati, F., Nasir, T., Hadi, I., & Akhmad, A. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian harga diri rendah pasien gangguan jiwa. Health Information: Jurnal Penelitian, 12(2), 224-235.

World Health Organization. (2023). World Health Statistic Report. Geneva. Diakses dari: https://www.who.int/data/gho/publications/world-health-statistics

Zaini, M. (2019). Asuhan Keperawatan Jiwa Masalah Psikososial Di Pelayanan Klinis dan Komunitas. Sleman: Deepublish.

Downloads

Published

2025-05-01