Hubungan risiko postur tubuh dan status merokok dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i3.838

Authors

  • Mawar Medika Manik Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Grace Debbie Kandou Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Paul Arthur Tennov Kawatu Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Aktivitas Kerja Keluhan Muskuloskeletal Nelayan Postur Tubuh Status Merokok

Abstract

Background: Musculoskeletal complaints are commonly experienced by workers due to improper body posture or poor body mechanics. These complaints manifest as pain, stiffness, and decreased body function due to prolonged physical strain. Fishermen are among the occupational groups at high risk of developing musculoskeletal disorders due to the nature of their work. Additionally, smoking habits are frequently observed among fishermen, which may influence their health conditions.

Purpose: To analyze the relationship between the risk of work posture and smoking status with musculoskeletal complaints in fishermen.

Method: Quantitative analytical approach with cross-sectional design. Data collection using Nordic Body Map (NBM) to assess musculoskeletal complaints and Rapid Whole Body Assessment (REBA) to measure body posture in a sample of 100 respondents. Univariate analysis was performed to describe the characteristics of each variable, while bivariate analysis was performed using Spearman's rho correlation test.

Results: Showed that 59 respondents (59%) reported musculoskeletal complaints as slightly painful, while 41 respondents (41%) experienced severe complaints (pain). The assessment of body posture risk showed that 59 respondents (59%) were in the very high risk category, 29 respondents (29%) were in the high risk category, and 12 respondents (12%) were in the moderate risk category. Based on smoking status, 35 respondents (35%) were moderate smokers, 31 respondents (31.%) were light smokers, and 19 respondents (19.%) were heavy smokers. A significant relationship was found between the risk of work posture and musculoskeletal complaints (p = 0.001). However, no significant relationship was found between smoking status and musculoskeletal complaints (p = 0.478).

Conclusion: The risk of work posture has a significant relationship with musculoskeletal complaints in fishermen. However, smoking status did not show a significant relationship with musculoskeletal complaints in this population.  

 

Keywords: Body Posture; Fishermen; Musculoskeletal Complaints; Smoking Status; Work Activities.

 

Pendahuluan: Keluhan muskuloskeletal umum dialami oleh pekerja akibat postur tubuh yang tidak tepat atau mekanika tubuh yang buruk. Keluhan ini ditandai dengan nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi tubuh akibat tekanan fisik yang berkepanjangan. Nelayan termasuk dalam kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi mengalami keluhan muskuloskeletal karena sifat pekerjaannya. Selain itu, kebiasaan merokok sering ditemukan di kalangan nelayan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara risiko postur kerja dan status merokok dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan.

Metode: Pendekatan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan nordic body map (NBM) untuk menilai keluhan muskuloskeletal dan rapid entire body assessment (REBA) untuk mengevaluasi postur tubuh pada  sampel sebanyak 100 responden. Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel, sementara analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s rho.

Hasil: Menunjukkan bahwa 59 responden (59%) melaporkan keluhan muskuloskeletal agak sakit, sementara 41 responden (41%) mengalami keluhan berat (sakit). Penilaian risiko postur menunjukkan bahwa 59 responden (59%) masuk dalam kategori risiko sangat tinggi, 29 responden (29%) dalam kategori risiko tinggi, dan 12 responden (12%) dalam kategori risiko sedang. Berdasarkan status merokok, 35 responden (35%) merupakan perokok sedang, 31 responden (31.%) perokok ringan, dan 19 responden (19.%) perokok berat. Ditemukan hubungan yang signifikan antara risiko postur dan keluhan muskuloskeletal (p = 0.001). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status merokok dan keluhan muskuloskeletal (p = 0.478).

Simpulan: Risiko postur kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan. Namun, status merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal pada populasi ini.

 

Kata Kunci: Aktivitas Kerja; Keluhan Muskuloskeletal; Nelayan; Postur Tubuh; Status Merokok.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Briansah, A., O. (2018). ‘Analisa Postur Kerja yang Terjadi Untuk Aktivitas Dalam Proyek Konstruksi Bangunan Dengan Metode RULA di CV. Basani (Studi Kasus VC. Basani Bidang Konstruksi, Yogyakarta)’. Universitas Islam Indonesia.

Dienye, P. O., Birabi, B. N., Diete-Spiff, K. O., & Dienye, N. P. (2016). The burden of low back pain among fishermen: A survey in a rural fishing settlement in Rivers State, Nigeria. American journal of men's health, 10(6), NP89-NP98.

Erliana, C. I., & Zaphira, M. Z. (2019). Analisis Postur Kerja Untuk Mengurangi Tingkat Risiko Kerja Menggunakan Metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA). In Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE) (Vol. 2, No. 3).

Fadilah, S., N. (2021). ‘Hubungan Body Mass Index dengan Gangguan Muskuloskeletal pada Mahasiswa STIKES Hang Tuah Surabaya’. STIKes Hang Tuah Surabaya.

Gleadhill, C., Kamper, S. J., Lee, H., & Williams, C. M. (2021). ‘Exploring Integrated Care for Musculoskeletal and Chronic Health Conditions’. Journal Of Orthopaedic dan Sports Physical Therapy, 51(6), 264–268.

Jordan, A. R., Wardani, P. S., Subagiada, K., Putri, D. R. P. S., & Natalisanto, A. I. (2023). ‘Penilaian Tingkat Risiko Postur Kerja Menggunakan Metode REBA dan Biomekanika Pada Aktivitas Mengangkat Beban’. Progressive Physics Journal, 4(1), 231.

Joseph, G., Sumampouw, O. J., & Kandou, G. D. (2023). Keluhan Muskuloskeletal pada Nelayan. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 12(1), 34-40.

Kattang, S. G. P., Kawatu, P. A., & Tucunan, A. A. (2018). Hubungan antara masa kerja dan beban kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pengrajin gerabah di Desa Pulutan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(4), 1-10.

Kumbea, N. P., Sumampouw, O. J., & Asrifudin, A. (2021). ‘Gambaran Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Nelayan di Kelurahan Malalayang 1 Timur Kota Manado’, Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 10(4).

Manoppo, F., Malonda, N. S. H., & Kawatu, P. A. T., (2017). ‘Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Nelayan Desa Kalinaun Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara’. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 6(3).

Mondigir, B. V. J., Malonda, N. S. H., & Rumayar, A. A. (2017). ‘Hubungan Antara Karakteristik Individu Dan Kebiasaan Merokok Dengan Keluhan Musculoskeletal Pada Nelayan Di Desa Kalinaun Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara’. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 6(3).

Occupational Health and Safety Council of Ontario. (2016). ‘Musculoskeletal Disorders Prevention Series Part 1: MSDs Prevention Guideline for Ontario’. (OHSCO), 36. Diakses dari: http://www.ohcow.on.ca/edit/files/workbooks/MSD_Guideline_Part_1.pdf.

Rembet, J. C., Woodford, B. S. J., & Pinontoan, O. R., (2022). ‘Hubungan Antara Masa Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Nelayan di Kelurahan Batuputih Bawah Kota Bitung’. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 11(4), 44–51.

Remmen, L. N., Heiberg, R. F., Christiansen, D. H., Herttua, K., & Berg-Beckhoff, G. (2021). Work-related musculoskeletal disorders among occupational fishermen: a systematic literature review. Occupational and environmental medicine, 78(7), 522-529.

Santoso, H. (2022). ‘Ergonomic Approaches to Reducing Musculoskeletal Disorders in Puskesmas Staff’. Dissertation, Universitas Airlangga, Surabaya.

Smuck, M., Schneider, B. J., Ehsanian, R., Martin, E., & Kao, M. C. J. (2020). Smoking is associated with pain in all body regions, with greatest influence on spinal pain. Pain Medicine, 21(9), 1759-1768.

Suistainable Fisheries Partnership. (2024). ‘The Global Seafood Trade Depends on The Prosperity of Small-Scale and Artisanal Fisheries’. SFP. Available at: https://sustainablefish.org/impact-initiatives/supporting-small-scale-fisheries/.

Sutajaya, I. M. (2018). Ergonomi. Depok: Rajawali Pres.

Tarwaka, H. (2015). Ergonomi Industri Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Badan Penerbit Harapan Press: Surakarta.

Tita, T. (2017). Hubungan faktor peregangan otot dan faktor kebiasaan merokok terhadap musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja proyek pembangunan rumah sakit umum YARSI Jakarta tahun 2017 ditinjau dari kedokteran dan islam (Doctoral dissertation, Universitas YARSI).

Tjahayuningtyas, A. (2019). ‘Factors Affecting Musculoskeletal Disorders (MSDs) in Informal Workers’. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 8(1), 1–10.

World Health Organization. (2019) ‘Diseases Caused by All Forms of Tobacco Diseases Caused By Tobacco Smoke’. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/itm.

Downloads

Published

2025-05-31