Faktor yang memengaruhi kunjungan penderita hipertensi di posbindu penyakit tidak menular (PTM)

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i2.807

Authors

  • Raden Nurhasanah Manajemen Informasi Kesehatan, Universitas Esa Unggul, Jakarta
  • Witri Zuama Qomarania Manajemen Informasi Kesehatan, Universitas Esa Unggul, Jakarta
  • Hosizah Hosizah Manajemen Informasi Kesehatan, Universitas Esa Unggul, Jakarta
  • Nauri Anggita Temesvari Manajemen Informasi Kesehatan, Universitas Esa Unggul, Jakarta

Hipertensi Kunjungan Penyakit Tidak Menular (PTM) Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu)

Abstract

Background: The results of the 2023 Indonesian Health Survey show that the prevalence of hypertension in Indonesia based on measurements of the population aged ≥18 years is 30.8%, but only 8.6% are diagnosed by doctors, while cases of hypertension at the Sukasari Health Center between 2020 and 2023 have doubled from 3.428 to 6.229 people. Integrated non-communicable disease development posts are one strategy in dealing with hypertension. On the other hand, hypertension sufferers who routinely visit integrated non-communicable disease development posts are still low at 45.7%.

Purpose: To determine the factors that influence visits by hypertension sufferers to integrated non-communicable disease development posts.

Method: An observational quantitative study using a cross-sectional method was conducted at the Sukasari Health Center, Sukasari Village, Tangerang District, Tangerang City, Banten in March-June 2024. The sampling technique used was total sampling and 155 samples were obtained. The research data collection was carried out by reviewing documents (secondary data) and the instrument used was a document review sheet to review data on visits to the integrated non-communicable disease development post.

Results: This study shows that the most influential factors on visits by hypertension sufferers to the integrated non-communicable disease development post are primary education level (p-value = 0.007 OR = 11.140), secondary education (p-value = 0.026 OR = 7.266), prehypertension blood pressure (p-value = 0.041 OR = 2.698), and hypertension blood pressure level 2 (p-value = 0.045 OR = 0.369). Meanwhile, the variables that had no effect were gender (p-value=0.205), occupation (p-value=0.743), and comorbidity (p-value=0.497).

Conclusion: The most influential factors on visits by hypertension sufferers to the integrated non-communicable disease development post were education level and blood pressure status.

Suggestion: There should be efforts to increase the active role and support of health cadres and village officials in promoting the activities of the integrated non-communicable disease development post, through social media groups for residents in each region so that the community can diligently visit the integrated non-communicable disease development post.

 

Keywords: Hypertension; Visit; Integrated Development Post; Non-Communicable Diseases.

 

Pendahuluan: Hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, menunjukan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ≥18 tahun sebesar 30.8%, namun hanya sebesar 8.6% yang terdiagnosis dokter, sedangkan kasus penyakit hipertensi di Puskesmas Sukasari antara tahun 2020 dan 2023 meningkat dua kali lipat dari 3.428 menjadi 6.229 jiwa. Posbindu PTM merupakan salah satu strategi dalam penanggulangan hipertensi. Di sisi lain, penderita hipertensi yang rutin berkunjung ke posbindu PTM masih rendah dengan persentase 45.7%.

Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kunjungan penderita hipertensi di posbindu penyakit tidak menular (PTM).

Metode: Penelitian kuantitatif observasional menggunakan metode cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Sukasari, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten pada Bulan Maret-Juni 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan didapatkan sebanyak 155 sampel. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara telaah dokumen (data sekunder) dan instrumen yang digunakan adalah lembar telaah dokumen untuk melakukan tinjauan data kunjungan posbindu PTM.

Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kunjungan penderita hipertensi di posbindu PTM adalah jenjang pendidikan dasar (p-value=0.007 OR=11.140), pendidikan menengah (p-value=0.026 OR=7.266), tekanan darah prehipertensi (p-value=0.041 OR=2.698), dan tekanan darah hipertensi tingkat 2 (p-value=0.045 OR=0.369). Sementara itu, variabel yang tidak ada pengaruh adalah jenis kelamin (p-value=0.205), pekerjaan (p-value=0.743), dan komorbiditas (p-value=0.497).

Simpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kunjungan penderita hipertensi di posbindu PTM adalah jenjang pendidikan dan status tekanan darah.

Saran:  Adanya upaya untuk meningkatkan peran aktif dan dukungan kader kesehatan serta perangkat desa dalam mempromosikan kegiatan posbindu PTM, melalui grup media sosial warga pada tiap wilayah agar masyarakat dapat rajin berkunjung ke posbindu PTM.

 

Kata Kunci: Hipertensi; Kunjungan; Penyakit Tidak Menular (PTM); Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Appel, L. J. (2003). Lifestyle modification as a means to prevent and treat high blood pressure. Journal of the American Society of Nephrology, 14(suppl_2), S99-S102.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian tindakan kelas. Jakarta: Bumi aksara.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hipertensi. Pharmaceutical Care Untuk Pasien Penyakit Arthritis Rematik. Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id

Dinas Kesehatan Kota Tangerang. (2022). Profil Kesehatan Daerah Kota Tangerang Tahun 2022. Diakses dari: https://dinkes.tangerangselatankota.go.id/storage/section/download/4_PROFIL%20KESEHATAN%202022.pdf

Dramawan, A. (2018). Kepatuhan Keperawatan Dengan Tekanan Darah Terkontrol Pada Pasien Hipertensi. Jurnal Keperawatan, 53(9), 1689–1699.

Emiliana, N., Fauziah, M., Hasanah, I., & Fadlilah, D. R. (2021). Analisis Kepatuhan Kontrol Berobat Pasien Hipertensi Rawat Jalan pada Pengunjung Puskesmas Pisangan Tahun 2019. Jurnal Kajian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, 1(2), 119–132.

Ernawati, E., & Kolasari, R. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan kunjungan ulang pasien hipertensi stadium II di Puskesmas Ngombol Kabupaten Purworejo. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 11(2).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Diakses dari: https://p2ptm.kemkes.go.id/dokumen-ptm/petunjuk-teknis-pos-pembinaan-terpadu-penyakit-tidak-menular-posbindu-ptm

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Hipertensi. Diakses dari: https://p2ptm.kemkes.go.id/dokumen-ptm/pedoman-teknis-penemuan-dan-tatalaksana-hipertensi

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015. Tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/172102/permenkes-no-71-tahun-2015.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/ski/ketersediaan-data/ski-2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Buku Pedoman Pengendalian Hipertensi difasilitas kesehatan tingkat pertama 2024. Diakses dari: https://2024-07-31-1722386720-buku_pedoman_hipertensi_2024.pdf

Notoadmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan & prilaku kesehatan. Jakarta: EGC.

Pakpahan, M. (2021). Promosi Kesehatan & Prilaku Kesehatan. Jakarta: EGC.

Prihatin, K., Fatmawati, B. R., & Suprayitna, M. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram, 10(2), 7–16.

Putri, A., Parinduri, S. K., & Anggraini, S. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Penderita Hipertensi di POSBINDU Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor Tahun 2021. In Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak, 1 (1), pp. 187-202.

Rachmawati, W. C. (2019). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Rasajati, Q. P., Raharjo, B. B., & Ningrum, D. N. A. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Unnes Journal of Public Health, 4(3), 16–23.

Sukma, A. N., Widjanarko, B., & Riyanti, E. (2018). Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pasien Hipertensi Dalam Melakukan Terapi Di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(5), 687-695.

Wijayanto, W., & Satyabakti, P. (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan Komplikasi Hipertensi dengan Keteraturan Kunjungan Penderita Hipertensi Usia 45 Tahun Ke Atas. Jurnal Berkala Epidemiologi, 2(1), 24–33.

World Health Organization. (2023). Global Report on Hypertension. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240081062.

Downloads

Published

2025-05-01