Dampak terapi handicraft ‘meronce’ terhadap penurunan frekuensi halusinasi pendengaran

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i1.771

Authors

  • Ade Leta Alfianti Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Arum Pratiwi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Halusinasi Meronce Pendengaran Skizofrenia Terapi Handicraft

Abstract

Background: Hallucinations are a typical symptom of schizophrenia characterized by impaired sensory perception, so that sufferers will feel unreal sensations. One therapy to reduce the frequency of hallucinations is distraction by doing handicraft stringing activities, namely handicraft activities carried out by stringing or arranging materials, such as beads, seeds, or other materials using rope or thread.

Purpose: To determine the effect of handicraft stringing therapy on reducing the frequency of auditory hallucinations.

Method: Pre-experimental research with a before-after study design, the number of samples used was 5 patients selected through observation and interviews. The sample inclusion criteria were aged 20-59 years, hospitalized for at least 3 days in the sub-acute room, and experiencing auditory hallucinations and being cooperative. Patients were given therapy in the form of making meronce handicrafts for 3 days in 1 week with a duration of 30 minutes.

Results: All patients were male, Muslim, the patient's education was elementary school to high school graduates, 3 patients were married, and 2 patients were single and worked as farmers, laborers, students, and unemployed. Paired sample test analysis, the average frequency of pre-test hallucinations was 31.60 and post-test was 23.00 with an average difference of 8.6 and a confidence level between 6.717-10.483.

Conclusion: Handicraft bead therapy applied to patients with auditory hallucinations effectively helps reduce the frequency and control the recurrence of hallucinations.

 

Keywords: Craft Therapy; Hallucination; Hearing; Stringing; Schizophrenia.

 

Pendahuluan: Halusinasi adalah gejala khas skizofrenia yang ditandai dengan gangguan persepsi sensori, sehingga penderita akan merasakan sensasi yang tidak nyata. Salah satu terapi untuk menurunkan frekuensi halusinasi adalah distraksi dengan cara melakukan kegiatan handicraft meronce, yaitu kegiatan kerajinan tangan yang dilakukan dengan menyusun atau merangkai bahan-bahan, seperti manik-manik, biji-bijian, atau bahan lainnya menggunakan seutas tali atau benang.

Tujuan: Untuk mengetahui dampak terapi handicraf meronce terhadap penurunan frekuensi halusinasi pendengaran.

Metode: Penelitian pre-experimental dengan desain before-after study, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 5 pasien dipilih melalui observasi dan wawancara. Kriteria inklusi sampel yaitu berusia 20-59 tahun, menjalani rawat inap minimal 3 hari di ruang subacute, dan mengalami halusinasi pendengaran dan kooperatif. Pasien diberikan terapi berupa membuat kerajinan tangan meronce selama 3 hari dalam 1 minggu dengan durasi 30 menit.

Hasil: Seluruh pasien berjenis kelamin laki-laki, beragama islam, pendidikan pasien tamatan SD hingga SMA,  3 pasien berstatus menikah, dan 2 pasien lajang serta bekerja sebagai petani, buruh, pelajar dan tidak bekerja. Analisis paired sample test, rata-rata frekuensi halusinasi pre-test adalah 31.60 dan post-test adalah 23.00 dengan selisih rata-rata sebesar 8.6 dan tingkat kepercayaan antara 6.717-10.483.

Simpulan: Terapi handicraft meronce yang diterapkan pada pasien dengan halusinasi pendengaran secara efektif membantu menurunkan frekuensi dan mengendalikan kekambuhan halusinasi.

 

Kata Kunci: Halusinasi; Meronce; Pendengaran; Skizofrenia; Terapi Handicraft.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amilatusholiha, D., & Pratiwi, A. (2024). Aplikasi distraksi ekspresi perasaan pada klien skizofrenia tak terinci dengan halusinasi pendengaran: Studi kasus. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 7(2).

Annisa, A. N., Oktaviana, W., & Su’ib, A. (2024). Penerapan Intervensi Terapi Seni terhadap Kognitif dan Psikomotor Pasien dalam Mengontrol Halusinasi. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(2), 983-990.

Ciufalo, J., Zaccone, S., Fatiga, G., & Caputo, G. B. (2024). Creative puppet therapy reduces hallucinations in patients diagnosed with schizophrenia: Preliminary findings. Psychiatry Research, 342, 116211.

Dondé, C., Haesebaert, F., Poulet, E., Mondino, M., & Brunelin, J. (2020). Validation of the French Version of the Auditory Hallucination Rating Scale in a Sample of Hallucinating Patients with Schizophrenia: Validation de la version française de l’échelle d’évaluation des hallucinations auditives dans un échantillon de patients souffrant de schizophrénie et ayant des hallucinations. The Canadian Journal of Psychiatry, 65(4), 237-244.

Eack, S. M. (2013). Cognitive enhancement therapy. Social Cognition in Schizophrenia: From Evidence to Treatment, 335.

Febrianto, T., Livana, L., & Indrayati, N. (2019). Peningkatan pengetahuan kader tentang deteksi dini kesehatan jiwa melalui pendidikan kesehatan jiwa. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1), 33-40.

Firmawati, F., Syamsuddin, F., & Botutihe, R. (2023). Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Perubahan Tanda Dan Gejala Halusinasi Pada Pasien Dengan Gangguan Presepsi Sensori Halusinasi Di Rsud Tombulilato. Jurnal Medika Nusantara, 1(2), 15-24.

Kaunnil, A., Kaunnil, K., Permpoonputtana, K., Sirisatayawong, P., Srikhamjak, T., Chupradit, S., & Thichanpiang, P. (2022). Craft activities as a meaningful occupation among clients with schizophrenia in Thailand. Occupational Therapy in Mental Health, 38(3), 236-257.

Larasati, N. D., & Widodo, A. (2023). Pengkajian Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Masalah Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran pada Ny. E di Ruang Larasati Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(3), 2100-2109.

Lavenia, A., Febriana, M., Rahayu, S., Fadhila, M., Faridah, S., & Budianto, Z. (2023). Kegiatan Melukis sebagai Media Rekreasional pada Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 27-36.

Manurung, R. D. (2021). Penerapan Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn. M Dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran.

McCutcheon, R. A., Marques, T. R., & Howes, O. D. (2020). Schizophrenia—an overview. JAMA psychiatry, 77(2), 201-210.

Muliani, N., & Yanti, T. R. (2021). Pengetahuan Tentang Gangguan Jiwa Berhubungan Dengan Sikap Masyarakat Pada Penderita Gangguan Jiwa. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 6(4).

Nuuru, H. R. A., & Pratiwi, A. (2024). Efektivitas terapi musik sebagai intervensi mengontrol halusinasi pendengaran: Case report. Jurnal Keperawatan Jiwa, 12(2), 297-304.

Parnas, J., Yttri, J. E., & Urfer-Parnas, A. (2024). Phenomenology of auditory verbal hallucination in schizophrenia: An erroneous perception or something else?. Schizophrenia Research, 265, 83-88.

Pratiwi, A., & Sudaryanto, A. (2018). Acceptance of music stimulation therapy for auditory hallucination patients. Indonesian Nursing Journal Of Education And Clinic (Injec), 2(1), 97-102.

Pratiwi, A., Subekti, R. T., Kristanto, B., & Muhlisin, A. (2023). Relaxation technique to reduce stress for a caregiver of a mental illness patient. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 367-372.

Rosmalina, A. (2018). Peran komunikasi interpersonal dalam mewujudkan kesehatan mental seseorang. Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 1(01).

Saputra, F. A., Ranimpi, Y. Y., & Pilakoannu, R. T. (2018). Kesehatan Mental dan Koping Strategi di Kudangan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah: Suatu Studi Sosiodemograf. Humanitas (Jurnal Psikologi), 2(1), 63-74.

Tripathi, A., Kar, S. K., & Shukla, R. (2018). Cognitive deficits in schizophrenia: understanding the biological correlates and remediation strategies. Clinical Psychopharmacology and Neuroscience, 16(1), 7.

Wahyuningsih, S., Dartiningsih, B. E., Hafidori, M., Shodiqin, M. A., Firdaus, M. N. A., Sari, N. F. P. M., & Sholikhah, A. P. M. A. (2023). Therapy in making handicrafts for patients with mental disorder at the Bani Amrini psychiatric home care. Community Empowerment, 8(7), 1005-1010.

Wang, J., Dong, W., Li, Y., Wydell, T. N., Quan, W., Tian, J., & Xu, P. (2023). Discrimination of auditory verbal hallucination in schizophrenia based on EEG brain networks. Psychiatry Research: Neuroimaging, 331, 111632.

Downloads

Published

2025-03-14