Penerapan terapi okupasi ecoprint terhadap penurunan frekuensi halusinasi pendengaran
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i1.770
Ecoprint Halusinasi Pendengaran Skizofrenia Terapi Okupasi
Abstract
Background: Schizophrenia is one of the cases often found in Indonesia, one of the symptoms is hallucinations. Hallucinations are sensory perception disorders experienced by sufferers such as feeling unreal sensations. One therapy that can be done on individuals who experience hallucinations is occupational therapy with ecoprint batik media.
Purpose: To determine the impact of the application of ecoprint therapy on reducing the frequency of auditory hallucinations.
Method: A pre-experimental design with a before-after study approach. This study involved 6 respondents who met the inclusion criteria, namely patients who were hospitalized for at least 3 days in the sub-acute room, experienced auditory hallucinations and were cooperative. The intervention given was in the form of eco-print batik-making activities.
Results: Based on demographic data, it is known that the patients are aged between 28-67 years and all are male. All patients are Muslim and most of them have elementary and high school education. From the total sample, 3 patients are married and 3 patients are single. The patients' occupations vary, including farmers, laborers, students, and some are unemployed. Paired sample test analysis obtained an average frequency of pre-test hallucinations of 33.33, while in the post-test 24.00, the average difference is 9.3 and the confidence level ranges from 7,496-11,171. The p-value obtained shows a significance value of 0.00 (<0.05).
Conclusion: Ecoprint therapy is effective in reducing the signs and symptoms of hallucinations in patients with auditory hallucinations.
Keywords: Auditory Hallucinations; Cognitive; Ecoprint; Occupational Therapy; Schizophrenia.
Pendahuluan: Skizofrenia merupakan kasus yang banyak ditemukan di Indonesia, salah satu gejalanya yaitu halusinasi. Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori, dimana penderitanya merasakan sensasi yang tidak nyata. Salah satu terapi yang dapat dilakukan pada individu yang mengalami halusinasi adalah terapi okupasi dengan media batik ecoprint.
Tujuan: Untuk mengetahui dampak dari penerapan terapi ecoprint terhadap penurunan frekuensi halusinasi pendengaran.
Metode: Desain pre-eksperimental dengan pendekatan before-after study. Penelitian ini melibatkan 6 responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang dirawat inap minimal 3 hari di ruang subacute, mengalami halusinasi pendengaran, dan bersikap kooperatif. Intervensi yang diberikan berupa kegiatan membuat batik ecoprint.
Hasil: Berdasarkan data demografi, diketahui bahwa pasien berusia antara 28-67 tahun dan seluruhnya adalah laki-laki. Semua pasien memeluk agama Islam dan sebagian besar memiliki pendidikan terakhir di tingkat SD dan SMA. Dari total sampel, 3 pasien berstatus menikah dan 3 pasien lajang. Pekerjaannya bervariasi, termasuk sebagai petani, buruh, pelajar, dan ada yang tidak bekerja. Analisis paired sample test didapatkan rata-rata frekuensi halusinasi pre-test adalah 33.33, sedangkan pada post-test 24.00, selisih rata-rata sebesar 9.3 dan tingkat kepercayaan berkisar antara 7.496-11.171. Perolehan p-value menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.00 (<0.05).
Simpulan: Terapi ecoprint efektif dalam mengurangi tanda dan gejala halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran.
Kata Kunci: Ecoprint; Halusinasi Pendengaran; Skizofrenia; Terapi Okupasi.
Downloads
References
Abdurkhman, R. N., & Maulana, M. A. (2022). Psikoreligius terhadap perubahan persepsi sensorik pada pasien halusinasi pendengaran di rsud arjawinangun kabupaten cirebon. Jurnal Education and Development, 10(1), 251-253.
Azzahra, F., & Suara, M. (2022). Efektivitas Terapi Okupasi Menggambar pada Pasien Skizofrenia terhadap Penurunan Gejala Skizofrenia di RSJ Islam Klender Jakarta Timur.
Dondé, C., Haesebaert, F., Poulet, E., Mondino, M., & Brunelin, J. (2020). Validation of the French Version of the Auditory Hallucination Rating Scale in a Sample of Hallucinating Patients with Schizophrenia. Canadian Journal of Psychiatry, 65(4), 237–244.
Harkomah, I. (2019). Analisis Pengalaman Keluarga Merawat Pasien Skizofrenia dengan Masalah Halusinasi Pendengaran Pasca Hospitalisasi. Jurnal Endurance, 4(2), 282-292.
Keliat, B. A. (2019). Asuhan keperawatan jiwa. Jakarta: EGC.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta. ISBN 978-602-373-118-3. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/
Khotijah, S., Wahyuni, L., & Azzura, U. P. H. (2021). Terapi Okupasi sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian dan Pengetahuan Pasien ODGJ di Rumah Singgah Al-Hidayah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan. 7(1), 23-26.
Kusuma, R. & Ayu, A. (2024). Bimbingan Penderita Gangguan Jiwa Melalui Keterampilan Batik Untuk Meningkatkan Kemandirian Balai RSBKL. Jurnal ADIMAS, 8(1), 67- 74.
Mashudi, S., Nasriati, R., & Oktarina, E. (2020). Terapi okupasi sebagai sarana peningkatan kesehatan jiwa penderita skizofrenia.1(5), 313–317.
Nafiah, H., & Kamalah, A. D. (2021). Gambaran Pengetahuan dan Peran Kader dalam Penanganan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. In Prosiding University Research Colloquium (pp. 336-340).
Nasution, E. K., Rahmawati, A., Azizah, S. A. N., Ismail, P. N., Sukma, R. A., & Megawati, E. (2024). Cultural Eco-Print Sebagai Sarana Healing Motivasi Hidup Gelandang Pengemis (GePeng) Penerima Manfaat Sentra Terpadu Pangudi Luhur. PROFICIO, 5(1), 399-407.
Oktaviana, W., & Aprilliana, A. (2023). Intervensi Social Skills Training (SST) pada Pasien Skizofrenia yang Mengalami Isolasi Sosial; A Systematic Review. Jurnal Keperawatan, 15(4), 243-250.
Oktaviani, S., Hasanah, U., & Utami, I. T. (2022). Penerapan terapi Menghardik Dan Menggambar pada Pasien Halusinasi Pendengaran. Journal Cendikia Muda,2(September),407–415.
Persatuan Perawan Nasional Indonesia. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Pradana, A., & Riyana, A. (2022). Penerapan terapi musik klasik terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran di Puskesmas Cikoneng. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 2(2), 137-147.
Pratiwi, A., Subekti, R. T., Kristanto, B., & Muhlisin, A. (2023). Relaxation technique to reduce stress for a caregiver of a mental illness patient. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 367–372.
Purwani, N., Bahrudin, M. L., Fauziah, S. M., & Achmad, H. N. A. (2024). Terapi okupasi jiwa untuk ODGJ melalui batik ecoprint dan batako. IJCE (Indonesian Journal of Community Engagement), 5(2), 160-168.
Sulistiani, N. (2023). Penerapan terapi okupasi aktivitas menggambar guna menurunkan tanda dan gejala pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran.4(1), 88–100.
Syulthoni, Z. B., & Gunadi, I. G. N. (2020). Cognitive Enhancement Therapy in Schizophrenia. J Psikiatri Surabaya, 9, 7-13.
Valensy, A., Suryani, D., & Zikir, T. P (2021). Penerapan terapi psikoreligius zikir pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran palembang.1–8.
Wahyudi, H., Suwandi, C., & Ananda, EW (2020). Pengaruh terapi okupasi aktivitas waktu luang terhadap perubahan halusinasi pendengaran pada pasien jiwa.2(2), 1–8.
World Health Organization. (2022). Schizophrenia. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/schizophrenia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.