Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i1.736
Balita Pola Asuh Orang Tua Stunting
Abstract
Background: Stunting is a condition in which toddlers have a length or height that is less when compared to age. The factor of bad parenting in the family is one of the causes of nutritional problems. A preliminary study conducted by researchers at the Sumber Arum village obtained data have a stunting toddler with a total of 41 children under five from the target number of 0-5 years as many as 267 and designated as 10 areas with locus stunting.
Purpose: To relationship of parenting with the incidence of stunting in children aged 24-59 months.
Method: Analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were toddlers aged 24-59 months totaling 108 people with a sampling technique using the Slovin formula. The sample in this study amounted to 85 respondents. Data analysis used univariate and bivariate chi square tests.
Results: The relationship analysis using the chi square test, obtained a p-value of 0.000 (p<0.05), which means that there is a significant relationship between maternal parenting patterns and the incidence of stunting in Sumber Arum Village, Kotabumi I Health Center Working Area in 2023 and obtained OR amounting to 0.066 (95% CI 0.023-0.192) indicating that toddlers who receive parenting are 0.066 times the determining factor in the occurrence of stunting.
Conclusion: There is a relationship between maternal parenting patterns and the incidence of stunting in children aged 24-59 months, indicated by the results of p-value = 0.000 and OR = 0.066.
Suggestion: Further research can add to the experience and insight of science about stunting. In addition, it can use the same variables, but the respondent groups and characteristics are different.
Keywords: Parenting; Stunting; Toddlers.
Pendahuluan: Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan balita seumurannya. Faktor pola asuh yang tidak baik dalam keluarga merupakan salah satu penyebab timbulnya permasalahan gizi. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Desa Sumber Arum diperoleh data memiliki balita stunting dengan jumlah 41 balita dari jumlah sasaran anak usia 0-5 tahun sebanyak 267 dan ditetapkan sebagai 10 daerah dengan locus stunting.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan.
Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 108 balita berusia 24-59 bulan dengan teknik sampel menggunakan rumus slovin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 responden. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat uji chi square.
Hasil: Analisis menggunakan uji chi square diperoleh p-value sebesar 0.000 (p<0.05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting dan diperoleh OR sebesar 0.066 (95% CI 0.023-0.192) menunjukkan balita yang mendapat pengasuhan, 0.066 kali lipat dari faktor penentu terjadinya stunting.
Simpulan: Ada hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan, ditunjukkan dengan hasil p-value =0.000 dan OR =0.066.
Saran: Penelitian selanjutnya dapat menambah pengalaman dan wawasan ilmu pengetahuan tentang stunting. Selain itu, dapat menggunakan variabel yang sama, tetapi kelompok responden dan karakteristik yang berbeda.
Kata Kunci: Balita; Pola Asuh; Stunting.
Downloads
References
Anisa, P. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada balita usia 25-60 bulan di Kelurahan Kalibaru Depok tahun 2012. Universitas Indonesia, 1-125.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2022). Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa. Diakses dari: https://stunting.go.id/panduan-pelaksanaan-pendampingan-keluarga-dalam-upaya-percepatan-penurunan-stunting-di-tingkat-desa-kelurahan/
Bella, F. D., Fajar, N. A., & Misnaniarti, M. (2020). Hubungan antara pola asuh keluarga dengan kejadian balita stunting pada keluarga miskin di Palembang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 5(1), 15-22.
Boucher, N. L. (2016). Feeding style and a child's body mass index. Journal of Pediatric Health Care, 30(6), 583-589.
Eveline, E., & Djamaludin, N. (2010). Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Diakes dari: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=80363
Helmyati, S., Atmaka, D. R., Wisnusanti, S. U., & Wigati, M. (2020). Stunting: Permasalahan dan Penanganannya. Yogyakarta: UGM press.
Hidayah, N., Rita, W., Anita, B., Podesta, F., Ardiansyah, S., Subeqi, A. T., & Riastuti, F. (2019). Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting (rekomendasi pengendaliannya di Kabupaten Lebong). Riset Informasi Kesehatan, 8(2), 140-151.
Hidayat, M. S., & Pinatih, G. N. I. (2017). Prevalensi stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sidemen Karangasem. E-Jurnal Medika, 6(7), 1-5.
Juarni, J., Ketaren, S. O., & Sinaga, N. J. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Suka Mulia Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022. Journal Of Healthcare Technology And Medicine, 8(2), 1069-1086.
Juliani, U. (2019). Hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di PAUD Al Fitrah kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2018.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Hasil Studius Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi dan kabupaten/ kita Tahun 2021. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4899/1/Hasil%20SSGI%20Tahun%202021%20Tingkat%20Kabupaten_Kota.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2021
Ni’mah, K., & Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Media gizi Indonesia, 10(1), 13-19.
Ningtias, L. O., & Solikhah, U. (2020). Perbedaan Pola Pemberian Nutrisi pada Balita dengan Stunting dan Non-Stunting di Desa Rempoah Kecamatan Baturaden. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 3(1), 1-8.
Nurmalasari, Y., & Septiyani, D. F. (2019). Pola asuh ibu dengan angka kejadian stunting balita usia 6-59 bulan. Jurnal Kebidanan, 5(4), 381-388.
Putri, M. R. (2019). Hubungan pola asuh orangtua dengan status gizi pada balita di wilayah kerja puskesmas bulang kota batam. Jurnal Bidan Komunitas, 2(2), 96.
Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225-229.
Sari, C. O., Arum, C. N. S., & Maryani, T. (2019). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sentolo I Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta Tahun 2018 (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Sunarty, K., & Dirawan, G. D. (2015). Development parenting model to increase the independence of children. International Education Studies, 8(10), 1-213.
Yudianti, Y., & Saeni, R. H. (2017). Pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Manarang, 2(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.