Determinan job insecurity sumber daya manusia unit rekam medis di RSUD Masohi

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i1.735

Authors

  • Stella Florence Imanuela Latumapina Program Studi Terapan Manajemen Informasi Kesehatan, Universitas Esa Unggul
  • Hosizah Hosizah Program Studi Terapan Manajemen Informasi Kesehatan, Universitas Esa Unggul

Job Insecurity Sumber Daya Manusia Unit Rekam Medis

Abstract

Background: Job Insecurity is a condition when employees feel threatened by their jobs and are powerless to do anything about the situation. Related to job insecurity, companies need to create a safe and comfortable work environment for their employees. Therefore, job insecurity must be immediately fixed by every company by reducing unsafe conditions.

Purpose: To determine the determinants of job insecurity of human resources in the medical records unit.

Method: Quantitative research with cross-sectional design. The population of the study was 29 employees of the medical record unit of Masohi Regional Hospital and data collection used multinomial logistic regression.

Results: Most respondents experienced moderate job insecurity as much as 79.3%. The partial effect between age and job insecurity obtained a p value of 0.578, length of service with a p value of 0.333, education level with a p value of 0.010, and employment status with a p value of 0.00.

Conclusion: The variables of education and employment status have a significant influence on job insecurity with a p value for the education variable of 0.010 and employment status of 0.007 (<0.05).

Suggestion: Further research can consider additional variables such as working conditions, relationships between employees, and organizational culture in research on job insecurity. 

 

Keywords: Job Insecurity; Human Resources; Medical Records Unit

 

Pendahuluan: Job Insecurity merupakan suatu keadaan ketika para karyawan merasa terancam oleh pekerjaannya dan tidak berdaya untuk melakukan apapun pada keadaan tersebut. Dalam hal job insecurity, perusahaan perlu untuk membuat sebuah lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi karyawannya. Oleh karena itu, job insecurity harus dapat ditingkatkan oleh setiap perusahaan dengan cara mengurangi kondisi yang tidak aman.

Tujuan: Untuk mengetahui determinan job insecurity sumber daya manusia unit rekam medis.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah 29 pegawai unit rekam medis di RSUD Masohi dan pengumpulan data menggunakan regresi logistik multinomial.

Hasil: Sebagian besar responden mengalami job insecurity sedang sebanyak 79.3%. Pengaruh secara parsial antara usia terhadap job insecurity diperoleh p-value 0.578, masa kerja terhadap job insecurity p-value 0.333, pendidikan terhadap job insecurity p-value 0.010, dan status kepegawaian terhadap job insecurity p-value 0.00.

Simpulan: Variabel pendidikan dan status kepegawaian memiliki pengaruh signifikan terhadap job insecurity dengan p-value pendidikan sebesar 0.010 dan status kepegawaian sebesar 0.007 (<0.05).

Saran: Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan variabel tambahan, seperti kondisi kerja, hubungan antar pegawai, dan budaya organisasi dalam studi job insecurity.

 

Kata Kunci: Job Insecurity; Sumber Daya Manusia; Unit Rekam Medis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alhempi, R. R. (2015). Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Ketidakamanan Pekerjaan (Job Insecurity) Terhadap Intensi Turnover Tenaga Pengajar Di Sekolah Abc Pekanbaru. Jurnal Ekonomi KIAT, 26(2), 1-28.

Aulia, H., Pristiyono, P., Syahputra, R., Zuriani, Z., & Hasibuan, D. (2021). Analisis lingkungan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention dengan work-life balance sebagai variabel moderating pada PT. Kereta Api Indonesia Stasiun Besar Rantauprapat. Manage Account Res Econ Entrep, 1(2), 323-339.

Desvarani, R., & Tamami, S. (2019). Pengaruh Job Insecurity, Kepuasan Kerja, dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention pada Pt Bpr Artha Prima Perkasa Pulau Batam. GEMA: Journal of Gentiaras Management and Accounting, 11(1), 70-77.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Jakarta. Diakses dari: https://peraturan.go.id/id/permenkes-no-55-tahun-2013.

Kurniawan, D., Purwana, E. S. D., & Widiyastuti, U. (2017). Job insecurity, kepuasan kerja, dan turnover intention: Studi pada karyawan PT “X” di Jakarta. JPEB, 4(1), 92-105.

Lee, W. W., Park, J. B., Min, K. B., Lee, K. J., & Kim, M. S. (2013). Association between work-related health problems and job insecurity in permanent and temporary employees. Annals of Occupational and Environmental Medicine, 25(1), 15.

Mawei, R. (2016). Job Insecurity, komitmen organisasi karyawan dan kepuasan kerja serta dampaknya terhadap intention to quit. Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen, 4(1), 17-32.

Mayora, L. I., & Sihombing, M. (2023). Pengaruh job insecurity dan beban kerja terhadap turnover intention pada karyawan Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan. Transekonomika, 3(2), 302-310.

Meliala, S., Siregar, I. M., Nursiti, D., & Waruwu, T. U. (2020). Pengaruh Job Insecurity Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Rumah Sakit Umum X Di Medan. Jurnal Psychomutiara, 3(2), 81-117.

Multazam, M. (2022). Hubungan Dukungan Sosial dengan Job Insecurity pada Karyawan Outsourcing di PT. Perkebunan Nusantara IV Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Nadhiroh, E., & Budiono, B. (2002). Pengaruh Job Insecurity terhadap Turnover Intention melalui Organizational Commitment pada Karyawan Perbankan di Surabaya. Jurnal Ilmu Manajemen, 607-618.

Permatasari, C., & Laily, N. (2021). Pengaruh Job Insecurity Dan Burnout Terhadap Turnover Intention Melalui Komitmen Organisasional Sebagai Variable Intervening (Studi Pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit di Surabaya). Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen (JIRM), 10(11).

Puspita, D. A. (2022). Pengaruh Job Insecurity, Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Turnover Intention (Studi Empiris Pada Karyawan Trio Plaza Swalayan Magelang) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Magelang).

Rasip, A., Kurniawan, H., & Syahrina, I. A. (2020). Hubungan Antara Job Insecurity Dengan Burnout Pada Karyawan Outsourching Fifgroup Cabang Padang. Psyche 165 Journal, 140-146.

Rigotti, T. (2009). Enough is enough? Threshold models for the relationship between psychological contract breach and job-related attitudes. European Journal of work and organizational psychology, 18(4), 442-463.

Rikardo, T., & Susanti, F. (2019). Pengaruh job insecurity dan beban kerja terhadap stres kerja pada PT Garda Total Security Padang [Internet]. INA-Rxiv, 1-15.

Rumah Sakit Umum Daerah Masohi. (2021). Laporan Survei Kepuasan Masyarakat Rsud Masohi Kab. Maluku Tengah Tahun 2021. RSUS Masohi. Diakses dari https://rsudmsh.wixsite.com/malukutengah/copy-of-rawat-jalan.

Sverke, M., Hellgren, J., & Näswall, K. (2006). Job insecurity: A literature review. Stockholm: Arbetslivsinstitutet. (Vol. 1, pp. 1-30).

Yuhansyah, Y., Afiyanti, Y., & Riyadi, M. (2019). Faktor yang Memengaruhi Ketidaknyamanan Kerja (Job Insecurity) pada Perawat di RSUD Datu Sanggul Rantau dan RSUD H. Badaruddin Tanjung. Khatulistiwa Nursing Journal, 1(2).

Yuhansyah, Y., Fuadi, A. M., & Sirait, N. A. J. (2019). Hubungan Antara Status Kepegawaian Dengan Ketidakamanan Kerja (Job Insecurity) Pada Perawat Di RSUD Datu Sanggul Rantau Dan Rsud H. Badaruddin TANJUNG. Borneo Nursing Journal (BNJ), 1(1), 32-47.

Downloads

Published

2025-03-16