Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Mengetahui Skrining Hepatitis B di Indonesia
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i5.712
Antigen HbsAg Hepatitis B Skrining
Abstract
Background: Hepatitis is an inflammation of the liver cells caused by viral, bacterial, or parasitic infections, smoking, alcohol consumption, and autoimmune disorders.
Purpose: To analyze factors associated with hepatitis B screening in Indonesia.
Method: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. Secondary data were obtained from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS), a survey program of the United States Agency for International Development (USAID), collected in 2017 with a total sample of 4,218 people.
Results: The distribution of respondent characteristics showed that of the 4,218 respondents, the majority were aged 2,282 (54.1%) and above, 2,331 (55.3%), most of whom lived in rural areas (2,877 (68.2%), and 2,927 (69.4%) had a high level of education. A total of 4,168 (98.8%) were non-smokers. Data analysis showed age (p-value 0.698), gender (p-value 0.000*), residence (p-value 0.000*), education level (p-value 0.090), and smoking status (p-value 0.000*).
Conclusion: There is a significant relationship between gender, type of residence, and smoking status. However, there is no significant relationship between age and education level and hepatitis B screening in Indonesia.
Suggestion: More intensive education regarding the importance of hepatitis B screening is recommended, especially for pregnant women and their children and partners, to increase awareness of the risk of hepatitis B transmission. Information campaigns about transmission, prevention, and treatment can help reduce transmission rates.
Keywords: HbsAg Antigen; Hepatitis B; Screening.
Pendahuluan: Hepatitis adalah suatu peradangan pada sel-sel hati yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau parasit, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan gangguan autoimun.
Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan mengetahui skrining hepatitis B di Indonesia.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Indonesian Demographic Health Survey (IDHS), sebuah program survei dari United States Agency for International Development (USAID) dan data yang diambil pada tahun 2017 dengan total sampel 4,218.
Hasil: Distribusi karakteristik responden menunjukkan bahwa dari 4,218 responden, mayoritas berusia >35 tahun sebanyak 2,282 (54.1%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 2,331 (55.3%), sebagian besar tinggal di daerah pedesaan sebanyak 2,877 (68.2%), dan memiliki tingkat pendidikan tinggi sebanyak 2,927 (69.4%) dengan status tidak merokok sebanyak 4,168 (98.8%). Analisis data menunjukkan usia (p-value 0.698), jenis kelamin (p-value 0.000*), tempat tinggal (p-value 0.000*), tingkat pendidikan (p-value 0.090), dan status merokok (p-value 0.000*).
Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara variabel jenis kelamin, jenis tempat tinggal, dan status merokok. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel usia dan tingkat pendidikan dengan skrining hepatitis B di Indonesia.
Saran: Penyuluhan yang lebih intensif mengenai pentingnya skrining hepatitis B diharapkan lebih dilakukan secara ketat, terutama di kalangan ibu hamil dan pasangan, sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan resiko penularan virus hepatitis B. Kampanye informasi tentang cara penularan, pencegahan, dan pengobatan dapat membantu mengurangi angka penularan.
Kata Kunci: Antigen HbsAg; Hepatitis B; Skrining.
Downloads
References
Angeli, T., & Irfani, F. N. (2024). Gambaran Hasil Pemeriksaan Hbsag (Hepatitis B Surface Antigen) Pada Ibu Hamil Di Rsud Wates. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 7903-7910.
Annisa, A. (2019). Virus Hepatitis B di Indonesia dan Risiko Penularan Terhadap Mahasiswa Kedokteran. Anatomica Medical Journal| Amj, 2(2), 66-72.
Basri, M., Nababan, D., & Manurung, J. (2022). Analisis Kualitatif Peran Petugas Kesehatan Terhadap Upaya Pengendalian Penyakit Hepatitis B Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kabupaten Bener Meriah (Puskesmas Bukit, Puskesmas Panteraya Dan Puskesmas Lampahan) Tahun 2021. Journal Of Healthcare Technology And Medicine, 7(2), 1055-1076.
Denando, R. K., & Cahyati, W. H. (2022). Faktor Risiko Hepatitis B pada Ibu Hamil di Kota Semarang Tahun 2020-2021 (Studi Kasus di Puskesmas Genuk & Puskesmas Bangetayu). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(6), 656-665.
Gobel, F. A., & Kurnaesih, E. (2021). Faktor Risiko Hepatitis B Pada Ibu Hamil Di Kota Makassar Tahun 2019. Journal of Muslim Community Health, 2(3), 22-45.
Gozali, A. P. (2020). Diagnosis, Tatalaksana, dan Pencegahan Hepatitis B dalam Kehamilan. Cermin Dunia Kedokteran, 47(5), 354-358.
Karim, A., Mutia, C., & Putri, A. T. (2024). Waspada penyakit liver dan kanker hati maka perlu pemberian vaksin Hepatitis B. Scientifica: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, 2(4), 116-123.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Angka Hepatitis B dan C. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/angka-hepatitis-b-dan-c-di-indonesia-turun
Manik, F. A., Windayanti, H., Septianasari, R., Seftiyani, I. B., Shintiya, D., & Sintama, D. (2023). Literature Review: Sikap dan Pengetahuan Catin Terhadap Pemeriksaan Hepatitis B dan HIV pada Skrining Pranikah. In Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo, 2(1), 266-278.
Nofiani, P., & Sanjaya, R. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan hepatitis b. Journal of Current Health Sciences, 2(2), 67-72.
Nurhidayati, N., Gobel, F. A., & Kurnesih, E. (2021). Faktor Risiko Hepatitis B Pada Ibu Hamil Di Kota Makassar Tahun 2019. Journal of Muslim Community Health (JMCH), 22-45.
Ritonga, P. T., Siburian, U. D., & Siregar, E. H. (2022). Edukasi Pencegahan Hepatitis Pada Anak Sekolah dan Cuci Tangan Bersih di SD Negeri 174567 Pancurnapitu Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2022.
Ruggieri, A., Gagliardi, M. C., & Anticoli, S. (2018). Sex-dependent outcome of hepatitis B and C viruses infections: synergy of sex hormones and immune responses?. Frontiers in Immunology, 9, 2302.
Sabilla, F. F., Agustina, T., Lestari, N., & Raharja, S. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Usia Ibu Hamil Terhadap Perilaku Kunjungan Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas Sumberlawang Sragen. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 93-101.
Sayogo, W., Lindarto, W. W., Sekarputri, C. H., Santoso, J. L., Nurhadi, S., Tannus, F. A., & Prajitno, I. P. (2022). Efektivitas Pasca Vaksinasi Hepatitis B di Kecamatan Pakal, Surabaya, Jawa Timur. Gorontalo Journal of Public Health, 5(2), 176-182.
Subagya, A. R. (2023). Perokok Aktif dan Perokok Pasif. Jakarta: Bumi Aksara.
Suryantoro, S. D., Romadhon, P. Z., Kurniawan, F., Makhfudli, M., Pramesti, N. A., & Maulida, V. S. (2023). Hubungan Pengetahuan Hepatitis B dan Perilaku Berisiko Tinggi dengan Kejadian Hepatitis B pada Remaja. Faletehan Health Journal, 10(01), 23-31.
Wiraguna, I. M. (2024). Diagnosis hepatitis B melalui pemeriksaan laboratorium: sebuah tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis, 15(3), 1164-1167.
World Health Organization. (2023). Hari Hepatitis B. Diakses dari: https://www.who.int/indonesia/news/events/world-hepatitis-day/2023
Yulia, D. (2020). Virus hepatitis B ditinjau dari aspek laboratorium. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.