Hubungan riwayat pemberian ASI dan kejadian wasting pada balita: Analisis data SSGI 2022

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v18i12.694

Authors

  • Yulianty Sanggelorang Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Nancy Swanida Henriette Malonda Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Maureen Irinne Punuh Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Vidya Novita Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

ASI Eksklusif Balita Kolostrum Wasting

Abstract

Background: One of the nutritional issues arising in toddlers due to inadequate nutrient intake is wasting. Toddlers who experience wasting have relatively thin bodies compared to their height, characterized by a weight-for-height z-score of less than -2 SD. Exclusive breastfeeding is one of the contributing factors to wasting.

Purpose: To analyze the relationship between exclusive breastfeeding and wasting among toddlers.

Method: Quantitative research with a cross-sectional design using secondary data. The study population was all toddlers aged 0-23 months in the Talaud Islands Regency who were included in the census block based on the 2022 SSGI. Data analysis used univariate and bivariate analysis.

Results: Based on univariate analysis, toddlers who experienced wasting were 13.1%, toddlers who received colostrum were 88.7%, and those who received exclusive breastfeeding were 56.1%. Based on the bivariate test, the history of colostrum administration with wasting incidents obtained a p value = 0.000 (<0.05) which indicated a relationship between the two variables.

Conclusion: Wasting is influenced by various factors including nutritional intake, history of infectious diseases, and completeness of immunization. In addition, colostrum and exclusive breastfeeding have a significant relationship with wasting incidents. Lack of maternal knowledge and family support are also factors that influence the provision of breast milk and colostrum, so increasing education and family support is very important to reduce the prevalence of thinness in toddlers.

 

Keywords: Colostrum; Exclusive Breasting Feeding; Toddlers; Wasting.

 

Pendahuluan: Salah satu masalah gizi yang timbul pada balita dari asupan nutrisi yang tidak memadai adalah wasting. Balita yang menderita wasting akan memiliki tubuh yang relatif kurus dibandingkan dengan tinggi badannya ditandai dengan z-score BB/TB -2 SD. Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya wasting.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dan wasting pada balita.

Metode: Penelitian kuantitatif desain cross sectional menggunakan data sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 0-23 bulan di Kabupaten Kepulauan Talaud yang masuk dalam blok sensus berdasarkan SSGI 2022. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat.

Hasil: Berdasarkan analisis univariat, balita yang mengalami kejadian wasting sebesar 13.1%, balita yang mendapatkan kolostrum 88.7%, dan yang mendapatkan ASI eksklusif 56.1%. Berdasarkan uji bivariat, riwayat pemberian kolostrum dengan kejadian wasting memperoleh nilai p = 0.000 (<0.05), menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel.

Simpulan: Wasting dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk asupan nutrisi, riwayat penyakit infeksi, dan kelengkapan imunisasi. Selain itu, pemberian kolostrum dan ASI eksklusif memiliki hubungan signifikan dengan kejadian wasting. Kurangnya pengetahuan ibu dan dukungan keluarga juga menjadi faktor yang memengaruhi pemberian ASI dan kolostrum, sehingga peningkatan edukasi dan dukungan keluarga sangat penting untuk mengurangi prevalensi wasting pada balita.

 

Kata Kunci: ASI Eksklusif; Balita; Kolostrum; Wasting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriyani, R., Malahayati, N., & Hartati, H. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Wasting pada Balita Usia 1-5 Tahun di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang. Jurnal Kesehatan, 7(1), 66-72.

Akbar, M. T., Ridwan, M., & Sari, P. (2023). Factors Related to Exclusive Breast Feeding To Mothers Who Have Babies in the Working Area of Semerap Public Health Center Kerinci District 2022. International Journal of Health Science, 3(1), 161-169.

Batubara, N. S., & Rangkuti, J. A. (2022). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Barulahir di Desa Siamporik Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 7(1), 234-243.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud. (2021). Renstra 2020-2025. Diakses dari: https://www.talaudkab.go.id/wp-content/uploads/2023/02/1.-Renstra-DINKES-2020-2025.pdf

Erika, E., Sari, Y., & Hajrah, W. O. (2020). Kejadian Wasting pada Balita Usia 6-59 Bulan: Wasting Incidence among Toddlers aged 6-59 Months. Jurnal Bidan Cerdas, 2(3), 154-162.

Hamid, N. A., Hadju, V., Dachlan, D. M., Jafar, N., & Battung, S. (2020). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Baduta Usia 6-24 Bulan Di Desa Timbuseng Kabupaten Gowa. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition), 9(1).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Ketahui Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi dan Ibu. Diakses dari: https://upk.kemkes.go.id/new/ketahui-manfaat-asi-eksklusif-bagi-bayi-dan-ibu

Lestari, N. W. (2023). Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dan Ketepatan Waktu Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi (Studi Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Plalangan, Kec. Kalisat, Kab. Jember) (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Jember).

Muliyati, H., Mbali, M., Bando, H., Utami, R. P., & Mananta, O. (2021). Analisis faktor kejadian wasting pada anak balita 12-59 bulan di Puskesmas Bulili Kota Palu: Studi cross sectional. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 6(2), 111-117.

Noflidaputri, R., Reni, G., & Sari, M. (2022). Determinan Faktor Penyebab Kejadian Wasting Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan. Human Care Journal, 7(2), 496-507.

Pratasis, N. N., Malonda, N. S., & Kapantow, N. H. (2018). Hubungan Antara Karakteristik Ibu dengan Status Gizi pada Balita Didesa Ongkaw Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(3).

Pertiwi, F. D., Prastia, T. N., & Nasution, A. (2021). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(04), 208-216.

Pusung, B. L., Malonda, N. S., & Momongan, N. (2018). Hubungan antara riwayat imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Touluaan kabupaten Minahasa Tenggara. Kesmas, 7(4).

Rochmawati, R., Marlenywati, M., & Waliyo, E. (2016). Gizi kurus (wasting) pada balita di wilayah kerja puskesmas Kota Pontianak. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(2), 132-138.

Sari, N. I. Y., & Maringga, E. G. (2022). Faktor biologis dan sosial yang berpengaruh terhadap kejadian wasting pada balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(06), 511-519.

Sitoayu, L., Imelda, H., Dewanti, L. P., & Wahyuni, Y. (2021). Hubungan Riwayat Pemberian Makan Pada Bayi Anak (PMBA) dan Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Kurang (Wasting) Pada Balita Usia 6-24 bulan di Puskesmas Poris Plawad. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 28.

Sukoco, O., Punuh, M. I., & Malonda, N. S. (2019). Hubungan Antara Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Anak Umur 12-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).

Sulaimah, S. (2019). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Kebidanan, 5(2), 97-105.

Sumilat, M. F., Malonda, N. S., & Punuh, M. I. (2019). Hubungan antara status imunisasi dan pemberian asi eksklusif dengan status gizi balita usia 24-59 bulan Di Desa Tateli Tiga Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Kesmas, 8(6).

World Health Organization. (2018). Breastfeeding. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/facts-in-pictures/detail/breastfeeding

Yocom, J. F., Punuh, M. I., & Malonda, N. S. (2018). Hubungan antara Riwayat Pemberian ASI dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(3).

Downloads

Published

2025-02-27