Hubungan ketuban pecah dini dan preeklampsia dengan persalinan preterm

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i5.693

Authors

  • Eva Yunitasari STIKes Baitul Hikmah, Lampung
  • Feni Elda Fitri STIKes Baitul Hikmah, Lampung
  • Grasiana Florida Boa Poltekkes Kemenkes Waikabubak

Ketuban Pecah Dini (KPD) Preeklampsia Persalinan Preterm

Abstract

Background: Prematurity is the leading cause of neonatal death and is now the second leading cause of death in infants. The incidence of preterm birth generally ranges from 6-10%, with only 1.5% of births occurring at less than 32 weeks' gestation and 0.5% at less than 28 weeks' gestation.

Purpose: To determine the relationship between premature rupture of membranes and preeclampsia and preterm birth.

Method: This quantitative study, using a case-control approach, was conducted on February 13-14, 2025, at Bhayangkara Hospital in Bandar Lampung. The sample consisted of 206 respondents divided into two groups: a case group consisting of 103 respondents with preterm labor and a control group consisting of 103 respondents with term (non-preterm) labor. The sampling technique used was simple random sampling. Data were collected using a checklist based on medical records, then analyzed univariately and bivariately. The statistical test used was Chi-square, as all data were categorical.

Results: 86 respondents (83.5%) from the case group and 41 respondents (39.8%) from the control group experienced premature rupture of membranes. Furthermore, 84 respondents (81.6%) from the case group and 48 respondents (46.6%) from the control group experienced preeclampsia. There was a significant association between premature rupture of membranes and preterm labor (p-value = 0.000) with an odds ratio (OR) of 7.6. Similarly, there was a significant association between preeclampsia and preterm labor (p-value = 0.001) with an OR of 5.0.

Conclusion:  Premature rupture of membranes and preeclampsia play a significant role in increasing the risk of preterm birth.

Suggestion: Hospitals can provide more intensive care and treatment for preterm births in accordance with established protocols. This can be achieved by providing outreach through the distribution of brochures, leaflets, and other media to inform pregnant women about the risk factors for preterm birth.

 

Keywords: Pre-Eclampsia; Premature Rupture of Membranes; Preterm Labor.

 

Pendahuluan: Prematuritas adalah penyebab utama kematian neonatal dan sekarang menjadi penyebab utama kedua kematian pada anak-anak bawah lima tahun. Angka kejadian persalinan preterm pada umumnya adalah sekitar 6-10%, hanya 1.5% persalinan terjadi pada umur kehamilan kurang dari 32 minggu dan 0.5% pada kehamilan kurang dari 28 minggu.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan ketuban pecah dini dan preeklampsia dengan persalinan preterm.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control yang dilaksanakan pada tanggal 13–14 Februari 2025, di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Sampel terdiri dari 206 responden yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kasus sebanyak 103 responden dengan persalinan preterm dan kelompok kontrol sebanyak 103 responden dengan persalinan maturitas (non-preterm). Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui lembar checklist berdasarkan data rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square karena seluruh data bersifat kategorik.

Hasil: Responden yang mengalami ketuban pecah dini berjumlah 86 responden (83.5%) dari kelompok kasus dan 41 responden (39.8%) dari kelompok kontrol. Selain itu, responden yang mengalami preeklampsia tercatat sebanyak 84 responden (81.6%) dari kelompok kasus dan 48 responden (46.6%) dari kelompok kontrol. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketuban pecah dini dengan persalinan preterm (p-value = 0.000) dengan nilai odds ratio (OR) sebesar 7.6. Demikian pula, terdapat hubungan yang signifikan antara preeklampsia dan persalinan preterm (p-value = 0.001) dengan OR sebesar 5.0.

Simpulan: KPD dan preeklamsia memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan risiko terjadinya persalinan preterm.

Saran: Rumah sakit dapat memberikan penanganan dan perawatan yang lebih intensif terhadap kejadian persalinan preterm sesuai dengan protap yang ada dengan cara memberikan pemahaman melalui penyebaran brosur, leaflet dan lain sebagainya, sehingga ibu hamil memperoleh informasi tentang faktor yang berisiko terhadap kejadian persalinan preterm.

 

Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini (KPD); Preeklampsia; Persalinan Preterm.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustini, D., Yulizar, Y., & Rahmawati, E. (2022). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Persalinan Preterm Tahun 2020. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1787-1791.

Amalina, N., Kasoema, R. S., & Mardiah, A. (2022). Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil. Voice Of Midwifery, 12(1), 8-21.

Andini, H. Y., Lestari, L. S. I., & Sulastin, N. (2021). Hubungan Ketuban Pecah Dini Dengan Kejadian Asfiksia Literature Review: The Correlation Of Premature Rupture Of Membranes (Prom) With The Incidence Of Asphyxia. Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas, 5(1), 49-55.

Annafi, M. I., Jumsa, M. R., & Budyono, C. (2022). Gambaran Preeklampsia Berat dengan Komplikasi di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode Januari 2018 sampai Desember 2019. Lombok Medical Journal, 1(1), 17-22.

Ayu, B. F., & Syarif, S. (2021). Hubungan Ketuban Pecah Dini Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD H. Abdoel Madjid Batoe Batang Hari, Jambi. Jurnal Medika Hutama, 3(1), 1380-1389.

Badan Pusat Statistik. (2012). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 (SDKI12). Diakses dari: https://www.bps.go.id/id/news/2012/05/28/6/survei-demografi-dan-kesehatan-indonesia-2012--sdki12-.htm

Darmawan, A. N., & Tihardimanto, A. (2021). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Rsia Sitti Khadiah 1 Periode Agustus-Oktober 2019. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(2), 187-194.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Lampung. Diakses dari: https://dinkeskotabalam.com/pdf/PROFIL_2022.pdf

Gusmawati, G., Hamudi, J. P., & Zakiah, V. (2023). Pengaruh ketuban pecah dini terhadap kejadian Persalinan Premature di Puskesmas Towea Kabupaten Muna. Journal Pelita Sains Kesehatan, 3(5), 16-22.

Habibah, G. N., & Hadi, E. N. (2022). Hubungan antara persalinan preterm dengan preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Sumedang. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 13(1), 211-214.

Haryanti, Y., Masan, L., Amartani, R., Juliansyah, E., & Montessori, Y. (2022). Determinan penyebab kejadian persalinan prematur pada ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Ade Mohammad Djoen. Journal of Midwifery and Health Administration Research, 2(2), 65-72.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2020. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2020

Khofifah, A. A., Anggraini, H., & Indriani, P. L. N. (2022). Hubungan Kelainan Letak Janin, Kehamilan Ganda dan Preeklamsia dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin di RSI Siti Khadijah Palembang Tahun 2021. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), 700-705.

Lieskusumastuti, A. D., Setyorini, C., Hanifah, L., & Hapsari, I. A. (2022). Hubungan Preeklamsia Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Pada Ibu Bersalin Di Rs Pku Muhammadiyah Delanggu. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(1), 139-147.

Mutiara, V. S., Absari, N., Rahmawati, I., & Andini, P. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Prematur. Professional Health Journal, 2(2), 112-121.

Nopalia, P., Purwanti, H., Masyita, G., & Wahyuni, R. (2023). Hubungan preeklamsi dengan persalinan preterm. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(8), 1791-1798.

Norhayati, E., Zulliati, Z., & Haryono, I. A. (2022). Hubungan Ketuban Pecah Dini (KPD) Terhadap Persalinan Preterm: Literatur Review. In Proceeding Of Sari Mulia University Midwifery National Seminars (1),120-129.

Oktarosada, D., & Yunitasari, E. (2024). Pengaruh Terapi Murottal Al-Quran Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III. Health Research Journal of Indonesia, 3(1), 44-49.

Rachmantiawan, A., & Rodiani, R. (2022). Persalinan Preterm pada Kehamilan Remaja. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(4), 1135-1142.

Mutiara, V. S., Absari, N., Rahmawati, I., & Andini, P. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Prematur. Professional Health Journal, 2(2), 112-121.

Raidanti, D., & Wahidin, W. (2021). Hubungan Preeklampsia dan Paritas Tinggi dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah. Hubungan Preeklampsia dan Paritas Tinggi dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah, 1(1), 11-15.

Rosmaladewi, R. (2023). Hubungan persalinan preterm dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksianeonatorum di RSU UMMI Bengkulu tahun 2023 (Doctoral dissertation, Universitas Dehasen Bengkulu).

Siswari, B. D., Yanti, E. M., & Priyatna, E. (2023). Hubungan Kelahiran Prematur dengan Kejadian Ikterus Neonatorum pada Bayi Baru Lahir di RSUD. Journal of Pharmaceutical and Health Research, 4(2), 319-325.

Sudarmi, N. L., Budiani, N. N., & Dewi, I. G. A. A. N. (2022). Gambaran Persalinan Preterm di RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2020. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 10(1), 86-93.

Sukma, H. A. D., & Tiwari, S. (2021). Risk factors for premature birth in Indonesia. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 10(1), 61-7.

Syahbandi, S., Fajriana, E., & Muna, S. (2021). hubungan berat badan ibu hamil dengan kejadian preeklampsia di rumah sakit umum daerah dr. Zainoel abidin banda aceh. Midwifery Care Journal, 2(4), 156-163.

Widjaja, C. R., Suparman, E., & Wantania, J. J. (2024). Hubungan Preeklamsia Berat dengan Kejadian Persalinan Preterm di RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Periode 2021–2022. Medical Scope Journal, 6(2), 269-275.

World Health Organization. (2020). Implementing the new recommendation on the clinical. Diakses dari: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8176349/

Yuanita, V. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian kelahiran preterm di rsud banyuasin tahun 2017-2018. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 11(22), 84-96.

Yunitasari, E., Marliyana, M., Suharti, S., & Novita, D. (2024). Correlate Factor With Teenage Pregnancy. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1).

Downloads

Published

2025-07-28