Perbedaan efektivitas pemberian jus wortel dan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi derajat 1
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i1.635
Hipertensi Jus Tomat Jus Wortel Tekanan Darah
Abstract
Background: Hypertension is known as "the silent disease" because it often occurs without obvious symptoms. High blood pressure causes the heart to work harder, which can ultimately cause enlargement and stiffness of the heart muscle. Prevention of complications can be done through pharmacological or non-pharmacological approaches. Non-pharmacological management to control blood pressure includes increasing consumption of nutritious vegetables and fruit, such as papaya, Ambon banana, melon, noni, star fruit, carrots and tomatoes.
Purpose: To determine the difference in the effectiveness of administering carrot juice and tomato juice in reducing blood pressure in sufferers of grade 1 hypertension.
Method: Quasi-experimental research with a non-equivalent control group research design. This study used a purposive sampling technique with a sample size of 32 respondents. The statistical analysis used was the T-Independent test. The study was conducted on March 1, 2024 at the integrated coaching post in the working area of the Kalijati health center regional technical implementation unit, Subang Regency.
Results: The average systolic and diastolic blood pressure before giving carrot juice was 156.68 mmHg and 96.68 mmHg, after the intervention it dropped to 126.18 mmHg and 82 mmHg. The average systolic and diastolic blood pressure before giving tomato juice was 156.5 mmHg and 97.06 mmHg, after the intervention it dropped to 132 mmHg and 84.31 mmHg.
Conclusion: There is a difference in the effectiveness of carrot juice and tomato juice in lowering blood pressure in hypertensive patients. Carrot juice therapy is considered more effective than tomato juice therapy in lowering blood pressure.
Keywords: Blood Pressure; Carrot Juice; Hypertension; Tomato Juice.
Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai “the silent disease” karena sering terjadi tanpa gejala yang jelas. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih keras, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pembesaran dan kekakuan pada otot jantung. Pencegahan komplikasi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologi dan nonfarmakologi. Penatalaksanaan non-farmakologi untuk mengendalikan tekanan darah meliputi peningkatan konsumsi sayuran dan buah yang berkhasiat, seperti pepaya, pisang ambon, melon, mengkudu, belimbing, wortel, dan tomat.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas pemberian jus wortel dan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi derajat 1.
Metode: Penelitian quasi eksperiment dengan desain non-equivalent control group. Pengumpulan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan didapat sebanyak 32 partisipan. Analisis statistik yang digunakan adalah uji T-Independent. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 maret 2024 di Posbindu Gg Mangga di RW 04 Kelurahan Kalijati Barat, wilayah kerja UPTD Puskesmas Kalijati, Kabupaten Subang.
Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum pemberian jus wortel adalah 156.68 mmHg dan 96.68 mmHg, setelah intervensi turun menjadi 126.18 mmHg dan 82 mmHg. Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum pemberian jus tomat adalah 156.5 mmHg dan 97.06 mmHg, setelah intervensi turun menjadi 132 mmHg dan 84.31 mmHg.
Simpulan: Terdapat perbedaan efektivitas pemberian jus wortel dan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi jus wortel dinilai lebih efektif daripada terapi jus tomat dalam menurunkan tekanan darah.
Kata Kunci: Hipertensi; Jus Tomat; Jus Wortel; Tekanan Darah.
Downloads
References
Andriani, D., Iting, I., & Damayanti, Y. (2023). Pengaruh Pemberian Jus Wortel (Daucus Carota L.) terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(1), 225-233.
Cholifah, N. (2021). Pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah pada penderita Hipertensi di Puskesmas Purwosari Kudus. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(2), 404-410.
Dayuningsih, D., Gobel, S., & Maisaroh, S. (2022). Blood Pressure Overview of Hypertension Patients With Complementary Therapy Implementation of Tomato Juice in RT 05 RW 04 Pulo Gebang Village, Cakung District, East Jakarta. Journal Educational Of Nursing (JEN), 5(1), 55-59.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2021). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah 2021. Diakses dari: https://bpkad.jogjakota.go.id/assets/instansi/bpkad/files/lakip-bpkad-tahun-2021-6700.pdf
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2022). profil kesehatan kabupaten subang tahun 2022. Diakses dari:https://diskes.jabarprov.go.id/informasipublik/unduh/STBaaW43VlJaMDdMcVJJeGo1UDM1UT09
Hadi, A. S. (2023). Khasiat buah tomat (solanum lycopersicum) berpotensi sebagai obat berbagai jenis penyakit. Empiris: Journal of Progressive Science and Mathematics, 1(1), 7-15.
Hulu, R., Sari, M., Junita, U. A., Lubis, L., & Nurhayati, E. L. (2024). Pengaruh Latihan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Penderita Hipertensi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(4), 1375-1386.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hipertensi Dewasa. 1–85. Diakses dari: https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/1700108499655598d3c61e16.60954826.pdf
Lasanuddin, H. V., Syamsuddin, F., & Diu, G. (2023). Pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas telaga. Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional, 1(2), 39-50.
Nuraisyah, F., & Saputri, E. I. (2023). Intervensi Jus Wortel terhadap Pasien Hipertensi: Systematic Literature Review of True-Experimental Design. Jurnal Kesehatan, 14(3), 561-568.
Nurdin, N. (2020). Pemanfaatan Jus Wortel Terhadap Penderita Hipertensi di RT 002 RW 004 Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguk Panjang Kota Bukittinggi. Empowering Society Journal, 1(1).
Pratiwi, B. V., Sagita, Y. D., & Retno, S. N. (2024). Pengaruh pemberian jus wortel madu (honeycarrot) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah puskesmas gading rejo kecamatan gading rejo tahun 2023. Wellness and healthy magazine, 6(1), 310-325.
Septimar, Z. M., Rustami, M., & Wibisono, A. Y. G. (2020). Pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di tangerang tahun 2020: A literature Review. Menara Medika, 3(1).
Tika, T. T. (2021). Pengaruh pemberian daun salam (Syzygium polyanthum) pada penyakit hipertensi: sebuah studi literatur. Jurnal medika hutama, 3(01 Oktober), 1260-1265.
Vacuita, A., S. (2020). Perbedaan Pemberian Terapi Jus Wortel Dan Jus Tomatterhadap Penurunan Hipertensi Pada Lansa Di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura (Doctoral dissertation, Universitas Kusuma Husada Surakarta).
Yuningshih, D., Enawati, S., Astuti, A. P., Hafiddudin, M., & Sarifah, S. (2022). Pengaruh Pemberian Jus Wortel Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 1(2), 75-80.
Yusuf, J., & Boy, E. (2023). Manifestasi Klinis pada Pasien Hipertensi Urgensi. Jurnal Implementa Husada, 4(1), 1-9.
World Health Organization. (2021). Hipertensi. Diakses dari: https://www.who.int/health-topics/hypertension#tab=tab_1
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.