Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan pos bina terpadu penyakit tidak menular

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v18i12.628

Authors

  • Ni Putu Sri Wulan Sari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Program Magister Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat
  • Izaak Zoelkarnain Akbar Program Studi Kesehatan Masyarakat, Program Magister Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat
  • Roselina Panghiyangani Program Studi Kesehatan Masyarakat, Program Magister Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat
  • Musafaah Musafaah Program Studi Kesehatan Masyarakat, Program Magister Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat
  • Muhammad Abdan Shadiqi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Program Magister Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat

Faktor Risiko Pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu)

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs) continue to increase and become a global health problem, including in Indonesia. Integrated development post for non-communicable diseases was developed to detect and control NCD risk factors early. However, the utilization of community health center Cempaka Banjarbaru has decreased, from 12.18% in 2022 to 10.17% in 2023 and is still far from the 70% target. Low utilization of non-communicable disease integrated service centers can increase non-communicable disease rates and burden community health center budgets, as well as affect the achievement of minimum service standards (MSS).

Purpose: To analyze the factors associated with the utilization of integrated development post for non-communicable diseases services.  

Method: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population of this study were people aged 18-59 years in the community health center Cempaka Banjarbaru working area. The sample was taken using stratified random sampling technique with a total of 110 respondents. Data collection was done through distributing questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate using chi-square test, and multivariate using multiple logistic regression test.

Results: The chi-square test showed that the knowledge variable had a p value = 0.0001 (<0.05) and PR = 1.851, employment status p value = 0.014 (<0.05) and PR = 1.580, distance traveled had a p value = 1.000 (>0.05) and PR = 1.012, family support had a p value = 0.0001 (<0.05) and PR = 2.847, and ease of obtaining information had a p value = 0.0001 (<0.05) and PR = 1.655. This means that there is a relationship between knowledge, employment status, family support, and ease of obtaining information with the utilization of integrated service center for non-communicable diseases services. However, the travel distance variable was not associated with the utilization of integrated service center for non-communicable diseases services. Based on multiple linear regression tests, the family support variable is the most dominant variable associated with the utilization of integrated service center for non-communicable diseases services with an EXP B value of 34,108.

Conclusion: This study showed that knowledge, employment status, family support, and ease of obtaining information were associated with the utilization of integrated service center for non-communicable diseases, with family support as the dominant factor. Meanwhile, travel distance was not associated with the utilization of integrated service center for non-communicable diseases.

Suggestion: The community is expected to make more use of an integrated service center for non-communicable diseases, while the community health center needs to organize regular counseling, with various media to increase understanding about health.

 

Keywords: Integrated Development Post; Non-communicable Diseases (NCDs); Risk Factors; Services.

 

Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia.  Posbindu PTM dikembangkan untuk mendeteksi dini dan mengendalikan faktor risiko PTM. Namun, pemanfaatan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka Banjarbaru mengalami penurunan, yaitu 12.18% pada 2022 menjadi 10.17% pada 2023 dan masih jauh dari target 70%. Rendahnya pemanfaatan posbindu PTM dapat meningkatkan angka penyakit tidak menular dan membebani anggaran kesehatan puskesmas, serta memengaruhi capaian standar pelayanan minimal (SPM).

Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan pos bina terpadu penyakit tidak menular.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah berusia 18-59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Cempaka. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 110. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda.

Hasil: Uji chi-square menunjukkan variabel pengetahuan memiliki nilai p= 0.0001 (< 0.05) dan PR = 1.851, status pekerjaan nilai p = 0.014 (< 0.05) dan PR = 1.580, jarak tempuh memiliki nilai p = 1.000 (> 0.05) dan PR = 1.012, dukungan keluarga memiliki nilai p = 0.0001 (< 0.05) dan PR = 2.847, serta kemudahan memperoleh informasi memiliki nilai p = 0.0001 (< 0.05) dan PR = 1.655. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, status pekerjaan, dukungan keluarga, dan kemudahan memperoleh informasi dengan pemanfaatan pelayanan Posbindu PTM. Namun, variabel jarak tempuh tidak berhubungan dengan pemanfaatan posbindu PTM tersebut. Berdasarkan uji regresi linier berganda, variabel dukungan keluarga menjadi variabel yang paling dominan berkaitan dengan pemanfaatan pelayanan posbindu PTM dengan nilai EXP B sebesar 34.108.

Simpulan: Pengetahuan, status pekerjaan, dukungan keluarga, dan kemudahan memperoleh informasi berhubungan dengan pemanfaatan posbindu PTM, dengan dukungan keluarga sebagai faktor dominan. Sementara itu, jarak tempuh tidak berhubungan dengan pemanfaatan posbindu PTM.

Saran: Masyarakat diharapkan dapat lebih memanfaatkan posbindu PTM, sementara puskesmas perlu menyelenggarakan penyuluhan berkala, dengan berbagai media untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.

 

Kata Kunci: Faktor Risiko; Pelayanan; Penyakit Tidak Menular (PTM); Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, F., Harmendo, H., & Rizkiah, F. (2024). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Kunjungan ke Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(5), 1865-1878.

Anggraeni, S., & Fauziah, E. (2020). Determinan Pemanfaatan posbindu PTM di Desa Uwie Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya Kabupaten Tabalong. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 138-144.

Asmin, E., Tahitu, R., Que, B. J., & Astuty, E. (2021). Penyuluhan penyakit tidak menular pada masyarakat. Communnity Development Journal, 2(3), 940-944.

Basith, Z. A., & Prameswari, G. N. (2020). Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(1), 52-63.

Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. (2024). Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Tahun 2023. Diakses dari https://data.banjarbarukota.go.id/data/690/profil-kesehatan-dinas-kesehatan-kota-banjarbaru-tahun-2023/2024/download

Duha, S., Utami, T. N., & Rifai, A. (2021). Analisis Faktor Yang Memengaruhi Minat Berkunjung Masyarakat Ke Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Di UPTD Puskesmas Lahusa Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Kesmas Prima Indonesia, 5(2), 52-61.

Fardiansyah, A., & Putri, S. W. (2021). Motivasi Dan Dukungan Keluarga Dengan Keaktifan Masyarakat Mengikuti Program Posbindu PTM. Indonesian Journal of Professional Nursing, 2(1), 22-27.

Fauziah, E. (2020). Pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(Special 4), 747-758.

Fitri, L., Febriyanti, H., & Sanjaya, R. (2021). Factors Related to Examination of IVA In Reproductive Women. J Res Soc Sci Humanit, 1(1), 27-36.

Green, L. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach. Mountain View.

Hotmarito, H., Ardiansyah, A., & Arjuna, A. (2023). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemamfaatan Posbindu PTM. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 4(2), 121-130.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Kurnia, A. R., Widagdo, L., & Widjanarko, B. (2017). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Masyarakat Usia Produktif (15-64 Tahun) di Posbindu PTM Puri Praja Wilayah Kerja Puskesmas Mulyoharjo, Pemalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(5), 949-957.

Lisma, Y., & Ruwayda, R. (2021). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Remaja ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bulian. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(2), 336-343.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugraheni, R., Chintya, R., & Cahyono, T. (2022). Evaluasi Pelaksanaan Program Posbindu PTM di Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 13(1), 83-87.

Nurhayati, I., Yuniarti, T., Sunaryanti, S. S. H., Iswahyuni, S., & Hidayat, A. R. (2020). Faktor Determinan Pemanfaatan Posbindu. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 226-236.

Purnamasari, N. K. A., Muliawati, N. K., & Faidah, N. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Masyarakat Usia Produktif Dalam Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu Ptm): Relationship Between Knowledge Level and Compliance of Productive Age Communities In Utilizing Integrated Coaching Post Of Non-Communicable Diseases (Posbindu PTM). Bali Medika Jurnal, 7(1), 93-104.

Puspa, E. A., Jafar, N., & Alwi, M. K. (2020). Faktor Yang Memperingati Keaktifan Kunjungan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) di Wilayah Kerja PUSKESMAS Baturube Kabupaten Morowali Utara Tahun 2020. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 1(2), 58-73.

Rusmiati, R., Hidayat, W., & Silitongga, E. (2022). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pos Pelayanan Terpadu (POSBINDU) Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 7(2), 1625-1638.

Sandora, T., & Listiawaty, R. (2021). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Puskesmas Oleh Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Terusan. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 100-109.

Santosa, K. S., & Pratomo, H. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Literasi Kesehatan Pasien Pelayanan Kedokteran Keluarga. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 681-692.

Sari, D. W. R., & Savitri, M. (2018). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Setia Budi Kota Jakarta Selatan Tahun 2018. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 7(2), 49-56.

Sholehah, S. A. A., Yenni, M., & Listiawaty, R. (2023). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemanfaatan Program Pos Pembinaan Terpadupenyakit Tidak Menular Di Desa Sungai Tawar Kecamatan Mendahara Tanjung Jabung Timur Tahun 2022. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(10), 4039-4044.

Supriyatna, E., Pertiwiwati, E., & Setiawan, H. (2020). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemanfaatan integrated service center for non-communicable diseases Oleh Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2. J Publ Kesehat Masy Indones, 7(1), 1.

World Health Organization. (2018). Noncommunicable diseases country profiles 2018. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/ncd-country-profiles-2018

Wulandari, E, Ramadhaniati, Y., & Subani, P. (2024). Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Dukungan Keluarga Dengan Keteraturan Kunjungan Posbindu Penyakit Tidak Menular. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 7(1), 168-177.

Zulkhairani, S., & Gurning, F. P. (2022). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemanfaatan Posbindu PTM pada Masa Pandemi COVID-19 di Puskesmas Dalu Sepuluh Kecamatan Tanjung Morawa. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(4), 409-422.

Downloads

Published

2025-02-27