Pengaruh spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap skor kecemasan narapidana

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i2.615

Authors

  • Grandis Dwi Annas Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Suci Ratna Estria Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Kris Linggardini Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Tina Muzaenah Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Kecemasan Narapidana Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)

Abstract

Background: Anxiety is a feeling of worry, discomfort, uncertainty, or fear that arises from real or perceived events. It is often characterized by vague fears, accompanied by feelings of helplessness, isolation, and insecurity. Anxiety is a common mental health problem that can affect anyone, including their superiors. Anxiety experienced by revenge can stem from various events and experiences that occur during the isolated period. Several factors contribute to the development of anxiety disorders, including compensation, including age, length of sentence, time remaining before custody, and level of family and social support from the community.

Purpose: To determine the effect of spiritual emotional freedom technique (SEFT) on anxiety scores of prisoners.

Method: Quantitative research with pre-experimental design using one-group pretest-posttest methodology. This study was conducted on prisoners at Class IIB Purbalingga Penitentiary who had served more than four years. The sampling method used total sampling because the population was less than 100. The total number of participants in this study was 42 prisoners. This study used the Zung Self Anxiety Rating Scale (ZSAS), a questionnaire to measure anxiety.

Results: The anxiety scores of the participants were at a mild level of 35.7%, a moderate level of 47.6%, and a severe level of 16.7%. The results of the analysis showed that there was a significant difference in anxiety scores from SEFT therapy in participants before and after the intervention with a p value of 0.001 ≤ ɑ (0.05) which indicated a decrease in anxiety scores before and after the intervention.

Conclusion: There was an effect before and after the SEFT intervention with a p value = 0.001 and there was a difference in the decrease in score of 29.6 which shows that SEFT had an effect in reducing participants' anxiety scores.

 

Keywords: Anxiety; Prisoners; Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).

 

Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan khawatir, tidak nyaman, tidak pasti, atau takut yang muncul dari peristiwa nyata atau yang dipersepsikan. Sering kali ditandai dengan ketakutan yang samar, disertai perasaan tidak berdaya, terasing, dan tidak aman. Kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang umum dan dapat memengaruhi siapa saja, termasuk narapidana. Kecemasan yang dialami oleh narapidana dapat berasal dari berbagai peristiwa dan pengalaman yang dihadapi selama masa penahanan.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh spiritual emotional freedom technique (SEFT) terhadap skor kecemasan narapidana.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan metodologi one-group pretest-posttest. Studi ini berkaitan dengan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purbalingga yang telah menyelesaikan lebih dari empat tahun masa hukuman. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling karena ukuran populasi kurang dari 100. Jumlah total partisipan dalam penelitian ini adalah 42 narapidana. Studi ini menggunakan Zung Self Anxiety Rating Scale (ZSAS) yaitu kuesioner untuk mengukur kecemasan.

Hasil: Skor kecemasan partisipan berada dalam tingkat ringan sebanyak 35.7%, tingkat sedang 47.6%, dan berat 16.7%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan skor kecemasan yang signifikan dari terapi SEFT terhadap partisipan sebelum dan sesudah intervensi dengan p value 0.001 ≤ ɑ (0.05), menunjukkan terdapat penurunan skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi.

Simpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan setelah dilakukan intervensi SEFT dengan p value = 0.001, dan terdapat selisih penurunan skor sebanyak 29.6, menunjukkan bahwa SEFT berpengaruh dalam menurunkan skor kecemasan partisipan.

 

Kata Kunci: Kecemasan; Narapidana; Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adams, L. Y. (2017). Peplau’s contributions to psychiatric and nursing knowledge. Journal of Mental Health and Addiction Nursing, 1(1), e10-e18.

Adiari, G. A. A., & Yudhawati, N. L. P. S. (2022). Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Warga Binaan Perempuan Di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar. Bali Health Published Journal, 4(2), 59–69.

Arini, D. P. (2021). Emerging Adulthood : Pengembangan Teori Erikson Mengenai Teori Psikososial Pada Abad 21. Jurnal Ilmiah Psyche, 15(1), 11–20.

Assyifa, F., Fadilah, S., Wasilah, S., Fitria, Y., & Muthmainah, N. (2023). Hubungan Jenis Kelamin Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Pskps Fk Ulm Tingkat Akhir Dalam Pengerjaan Tugas Akhir. Homeostasis, 6(2), 333-338.

Dattani, S., Rodes-Guirao, L., Ritchie, H., & Roser, M. (2024). Mental Health. Our World in Data. Diakses dari: https://ourworldindata.org/mental-health

Erawan, W., Opod, H., & Pali, C. (2013). Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Pasien Laki-Laki dan Perempuan Pada Pre Operasi Laparatomi di RSUP. Prof. dr. RD Kandou Manado. eBiomedik, 1(1).

Estria, S. R., Elsanti, D., & Sari, A. A. (2024). Pengaruh Direct Contact Challenge terhadap Stigma dan Empati Kader Kesehatan Jiwa terhadap ODGJ. Jurnal Keperawatan, 16(2), 671-682.

Fair, H., & Walmsley, R. (2024). World Prison Population List 14th Edition. Birkbeck Institutional Research Online. Diakses dari https://www.prisonstudies.org/sites/default/files/resources/downloads/world_prison_population_list_14th_edition.pdf

Ghufron, M. N., & Risnawati, R. (2020). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Hadiyamsah, F. I. K. I. (2020). Perbedaan Tingkat Kecemasan antara Narapidana Laki-Laki dan Narapidana Perempuan Menjelang Bebas di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember. Universitas Muhammadiyah Jember, 9.

Hartini, N., Hidayati, N. O., & Amira, I. (2023). Kecemasan Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Menjelang Bebas: Literatur review. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(3), 196–205.

Irawan, R., Sawitri, H., & Herlina, N. (2024). Gambaran Tingkat Kecemasan pada Pasien TB Paru di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara. GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 3(1), 15-26.

Mafudiah, L., Khayati, Y. N., & Susanti, R. (2022). Efektifitas Terapi Komplementer untuk Mengurangi Kecemasan dalam Persiapan Persalinan. In Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo (Vol. 1, No. 2, pp. 1022-1028).

Mandira, T. M., Marojahan, & Fernandes, F. (2019). Gambaran kecemasan narapidana wanita di Sumatera Barat. Hoslistik Jurnal Kesehatan, 13(3), 213–217.

Pratiwi, N. M. (2022). Hubungan Self Esteem Dengan Tingkat Stres Warga Binaan Perempuan Di Lembaga Permasyarakatan Banyuwangi 2022. Doctoral Dissertation, Stikes Banyuwangi.

Rutan Yogyakarta. (2024). Sejarah. Diakses dari Https://Rutanjogja.Org/Sejarah/.

Sirait, D. J. N., & Wibowo, P. (2022). Optimalisasi Fungsi Bangunan Rutan Kelas I Labuhan Deli. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(1), 501-508.

Sistem Database Pemasyarakatan Publik. (2024). Jumlah Penghuni. Diakses pada https://sdppublik.ditjenpas.go.id/analisa/jumlah-penghuni

Smart Edu Psychotest. (2024). Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Therapy. Diakses dari https://smartedupsychotest.com/terapi/spiritual-emitional-freedom-technique-seft-therapy/

Stuart, P. (2020). Uncovering the Lived Experience of Hospital Nurses Providing End-of-Life Care (Doctoral dissertation, University of Northampton).

United Nations International Children's Emergency Fund. (2024). Apa itu kecemasan?. Diakses dari: Https://Www.Unicef.Org/Indonesia/Id/Kesehatan-Mental/Artikel/Kecemasan.

Utami, M. P. S., Fathonah, S., & Lestari, F. (2023). Penerapan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Sirosis Hepatis. Healthcare Nursing Journal, 5(1), 496–500.

Waluyan, V. A., & Suharso. (2020). Kecemasan Narapidana Kasus Pembunuhan Pada Lembaga Permasyarakatan Kelas I Semarang. Indonesian Journal of Counseling & Development, 02(01), 1–17.

Welly, Gusdiansyah, E., & Rahmah, M. (2021). Teknik Relaksasi Emotional Freedom Technique (EFT) Terhadap Tingkat Kecemasan Tahanan. Jurnal Ilmu Kesehatan), 5(1).

Widyakso, R. (2021). Tahanan atau Narapidana Berhadapan Dengan Hukum Perdata (Perkawinan). Mahkamah Agung RI. Diakses dari: https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/rendra-widyakso-s-h-s-h-m-h

Yobel, S. (2019). Effect of SEFT (spiritual emotional freedom technique) therapy on decreasing levels of anxiety in students of class viii smp that will face middle semester exams in the 4th junior high school of muhammadiyah Surabaya. In International Conference of Kerta Cendekia Nursing Academy (Vol. 1, No. 1).

Yuniarsih S. M. (2020). Penggunaan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk membantu Ibu hamil menurunkan kecemasan menghadapi Persalinan. University Research Colloqium, 262–270.

Zainuddin, A. F. (2019). Teknik Kebebasan Emosional Spiritual (Pencurian) Untuk Penyembuhan Kesuksesan Kebahagiaan Keagungan. Jakarta: Penerbit Afzan.

Downloads

Published

2025-05-01