Implementasi aplikasi m-health model psikoedukasi dalam peningkatan pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v18i10.577

Authors

  • Dewi Fitriani STIKes Widya Dharma Husada Tangerang
  • Gilang Rahmatulloh STIKes Widya Dharma Husada Tangerang
  • Firman Yudiatma STIKes Widya Dharma Husada Tangerang
  • Asep Fiqri Hidayat STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Aplikasi Kepatuhan Pengetahuan Psikoedukasi Tuberculosis Paru

Abstract

Background: Many Patient Pulmonary TB sufferers don’t comply with treatment because they feel bored. Pulmonary TB treatment lasts quite a long time so that many sufferers drop out of treatment and experience psychological problems. The importance of strategies and efforts to increase knowledge and compliance with the use of technology.

Purpose: To analyze the differences in the implementation of the psychoeducational model m-health application in improving knowledge and compliance in taking medication in pulmonary tuberculosis patients.

Method: The research was carried out using a quantitative approach, with a true experimental research design using two control groups with the provision of psychoeducation. Intervention group by providing psychoeducational m-health applications. The total sample size was 140 participants, with details of 70 in the control group and 70 participants in the intervention group at the South Tangerang regional health center.

Results: The majority of participants' education was junior high school-high school graduates, in the control group there were 49 participants (70%) and the intervention group there were 46 participants (65.7%). Based on statistical tests, there were differences in the level of knowledge and compliance of the control and intervention groups with a p-value of 0.000 <0.05.

Conclusion: There is a difference between the intervention group and the control group. The intervention group using the m-health application of the psychoeducational model has a better level of knowledge and compliance than the control group because it uses the m-health application.

 

Keywords: Application; Compliance; Knowledge; Psychoeducation; Pulmonary Tuberculosis.

 

Pendahuluan: Banyak penderita tuberculosis (TB) paru yang tidak patuh terhadap pengobatan karena merasa jenuh. Pengobatan TB paru berlangsung cukup lama sehingga banyak penderita yang putus berobat dan mengalami masalah psikologi. Pentingnya strategi dan upaya dengan peningkatan pengetahuan dan kepatuhan dengan pemanfaatan teknologi.

Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan implementasi aplikasi m-health model psikoedukasi dalam peningkatan pengetahuan dan kepatuhan minum obat pasien tuberculosis paru.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain true eksperiment menggunakan dua kelompok kontrol pemberian psikoedukasi. Kelompok intervensi dengan pemberian Aplikasi m-health psikoedukasi. Total jumlah sampel 140 partisipan, dengan rincian 70 kelompok kontrol dan 70 partisipan pada kelompok intervensi pada puskesmas wilayah Tangerang Selatan.

Hasil: Mayoritas pendidikan partisipan adalah lulusan SMP-SMA, pada kelompok kontrol adalah 49 partisipan (70%) dan kelompok intervensi sebanyak 46 partisipan (65.7%). Berdasarkan uji statistik, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan kepatuhan kelompok kontrol dan intervensi dengan p-value 0.000 <0.05.

Simpulan: Terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi dengan menggunakan aplikasi m-health model psikoedukasi memiliki tingkat pengetahuan dan kepatuhan yang lebih baik daripada kelompok kontrol.

 

Kata Kunci: Aplikasi; Kepatuhan; Pengetahuan; Psikoedukasi; Tuberculosis Paru.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, L. (2020). Pengetahuan Penderita Tuberkulosis Paru Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis. Jambura Health and Sport Journal, 2(1), 12-18.

Afriansyah, R. (2023). Perancangan Aplikasi Re-Tuberis (Remember Tuberculosis) Dalam Pelayanan Informasi Dan Kepatuhan Penggunaan Obat. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 11(2).

Fitriani, D., & Ayuningtyas, G. (2019). Hubungan antara peran keluarga sebagai pengawas minum obat (pmo) dengan tingkat kepatuhan pasien tb paru terhadap program pengobatan di wilayah puskesmas serpong 1 kota tangerang selatan. Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat, 3(2), 17-23.

Fitriani, D., Handoyo, L., Setiawan, H., & Syah, F. F. (2023). Potential Of Psychoeducation Media Based On The Internet Of Things For The Optimization Of Hypertension Management In The Elderly. Jurnal EduHealth, 14(04), 688-694.

Fitriani, D., Listiana, I., Pratiwi, R. D., & Mulia, M. (2021). Korelasi perilaku kesehatan dan efek samping oat dengan kepatuhan penderita tuberkulosis paru di puskesmas keranggan tangerang selatan. Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat, 5(1), 97-106.

Goletti, D., Al-Abri, S., Migliori, G. B., Arlehamn, C. L., Haldar, P., Sundling, C., & Lee, S. S. (2024). World Tuberculosis Day 2024 theme “Yes! We can end TB” can be made a reality through concerted global efforts that advance detection, diagnosis, and treatment of tuberculosis infection and disease. International Journal of Infectious Diseases, 141.

Hasina, S. N., Rahmawati, A., Faizah, I., Sari, R. Y., & Rohmawati, R. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(2), 453-462.

Heri, M., Dewi, P. K., Widiarta, G. B., & Martini, M. (2020). Peningkatan self efficacy pada keluarga dengan penyakit TB paru melalui terapi psikoedukasi. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), 436-445.

Kementerian Kesehatan RepIublik Indonesia. (2020). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Pertemuan Konsolidasi Nasional Penyusunan STRANAS TB, 1(1), 135. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/567

Megasari, A. L. (2021). Discharge Planning Berbasis Android Terhadap Kesiapan Pulang. Lembaga Chakra Brahmana Lentera.

Octaviani, P., Ikawati, Z., Yasin, N. M., Kristina, S. A., & Kusuma, I. Y. (2024). Interventions to Improve Adherence to Medication on Multidrug-Resistant Tuberculosis Patients: A Scoping Review. The Medical Journal of Malaysia, 79(2), 212-221.

Pratiwi, R. D., Fitriani, D., & Betty, B. (2020). Penggunaan media komunikasi android apps dalam optimalisasi pengawas minum obat (PMO) terhadap tingkat kepatuhan dan kesembuhan penderita tuberkulosis paru. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(4), 624-641.

Rosadi, D. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Terhadap Obat Anti Tuberkulosis. Jurnal Berkala Kesehatan, 6(2), 80-84.

Setiyaningrum, I. P., & Alfian, T. (2023). Pengaruh Psikoedukasi Keluarga Terhadap Pengetahuan dan Ansietas Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Mengalami Tuberkulose. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(4), 1105-1114.

Siregar, I., Siagian, P., & Effendy, E. (2019). Dukungan keluarga meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru di Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(4), 309-312.

Suryani, S., Widianti, E., Hernawati, T., & Sriati, A. (2016). The effectiveness of psycho education towards depression, anxiety and stress level of patients with pulmonary tuberculosis. Jurnal Ners, 11(1), 128-133.

Swarjana, I. K. D., Sukartini, T., & Makhfudli, M. (2021). Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Pengawas Minum Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru Di Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 6(1).

Tumuhimbise, W., Atwine, D., Kaggwa, F., & Musiimenta, A. (2022). Correction: Enhancing Tuberculosis Care in Southwestern Uganda: Facilitators and Barriers to Utilizing Mobile Health Technologies. Global Implementation Research and Applications, 2(4), 415-416.

Ulfah, U., Windiyaningsih, C., Abidin, Z., & Murtiani, F. (2018). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru. Indonesian Journal of Infectious Disease, 4(1), 413292.

World Health Organization. (2019). Global Tuberculosis Report (Issue 112). World Health Organization. Diakses dari: https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/329368/9789241565714-eng.pdf

World Health Organization. (2017). Guidelines for treatment of drug-susceptible tuberculosis and patient care (Vol. 1, Issue Ganeva). World Health Organization. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789241550000

Downloads

Published

2025-01-06