Determinan kejadian malaria menggunakan rapid diagnostic test (RDT) pada wilayah endemis Puskesmas Mahu
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v18i10.550
Endemis Malaria Rapid Diagnostic Test (RDT)
Abstract
Background: Malaria is an infectious disease that is still a serious health problem in endemic areas, including in the Mahu Health Center area, East Sumba Regency. The disease is caused by protozoa of the genus Plasmodium and is transmitted through the bite of female Anopheles mosquitoes. Malaria control is an important part of efforts to achieve the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs). However, environmental factors and community behavior in endemic areas often increase the risk of transmission.
Purpose: To analyze the determination of malaria incidence using Rapid Diagnostic Test (RDT).
Method: Analytical observational study with a cross-sectional approach and 310 respondents were selected through a multistage random sampling technique. Data collection was carried out through direct observation, structured interviews, and documentation, then analyzed using a linear regression test.
Results: The distance between the house and the breeding place, the presence of livestock pens, the availability of ventilation nets, the use of nets while sleeping, and the use of mosquito repellent significantly influenced the incidence of malaria with a p value <0.05.
Conclusion: Environmental factors and community behavior such as the distance of the house from mosquito breeding sites, the presence of livestock pens, the availability of mosquito nets, the use of mosquito nets, and the use of mosquito repellent are determining factors for malaria incidence in endemic areas.
Suggestion: Environmental interventions such as rearranging the location of mosquito breeding sites and livestock pens, as well as providing education to the community about the importance of using mosquito nets and mosquito repellent as preventive measures, need to be improved.
Keywords: Endemic; Malaria; Rapid Diagnostic Tests (RDT).
Pendahuluan: Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di daerah endemis, termasuk di wilayah Puskesmas Mahu, Kabupaten Sumba Timur. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Pengendalian malaria menjadi bagian penting dari upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Namun, faktor lingkungan dan perilaku masyarakat di daerah endemis seringkali meningkatkan risiko penularan.
Tujuan: Untuk menganalisis determinan kejadian malaria menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT).
Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan sebanyak 310 responden dipilih melalui teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear.
Hasil: Jarak rumah dengan breeding place, keberadaan kandang ternak, ketersediaan kasa ventilasi, penggunaan kelambu saat tidur, dan penggunaan obat nyamuk secara signifikan memengaruhi kejadian malaria dengan perolehan p-value < 0.05.
Simpulan: Faktor-faktor lingkungan dan perilaku masyarakat, seperti jarak rumah dengan breeding place, keberadaan kandang ternak, ketersediaan kasa ventilasi, penggunaan kelambu, dan penggunaan obat nyamuk, merupakan determinan penting dalam kejadian malaria di daerah endemis.
Saran: Harus adanya peningkatan intervensi lingkungan, seperti penataan ulang lokasi breeding place dan kandang ternak, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan kelambu dan obat nyamuk sebagai upaya pencegahan.
Kata Kunci: Endemis; Malaria; Rapid Diagnostic Test (RDT).
Downloads
References
Afrina, Y., Raharjo, M., & Nurjazuli, N. (2021). Literatur Review: Faktor Lingkungan Dan Kepadatan Larva Anopheles Dengan Kejadian Malaria. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 13(1), 20-28.
Aida, P. N., Astuti, F. D., & Azka, A. (2022). Keanekaragaman Spesies dan Bionomik Anopheles spp. pada Daerah Endemis Malaria di Indonesia. ASPIRATOR-Journal of Vector-Borne Diseases Studies, 14(2), 89-104.
Akindele, S. T., Bilesanmi–Awoderu, J. B., Otuewu, O. O., & Adetunji, A. M. (2021). Comparative Analysis of Malaria Diagnosis Using Microscopy and Rapid Diagnostic Test (RDT) in Ijebu-Igbo North Local Government, Southwest Nigeria. UMYU Journal of Microbiology Research (UJMR), 6(2), 54-58.
Aprilianti, R., & Septimar, Z. M. (2022). Pemeriksaan Rapid Test Antigen Untuk Mendeteksi Dini Covid-19. Jurnal Kesehatan, 13(2), 361-367.
Avichena, A., & Anggriyani, R. (2023). The pengaruh infeksi Plasmodium sp. terhadap trombosit manusia: tinjauan literatur. EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi, 8(1), 30-37.
Desita, M. Y., Riwu, Y. R., & Limbu, R. (2021). Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Surveilans Malaria dalam Mendukung Eliminasi Penyakit Malaria di Kabupaten Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 3(2), 165-174.
Drain, P. K. (2022). Rapid diagnostic testing for SARS-CoV-2. New England journal of medicine, 386(3), 264-272.
Ferrer-Estévez, M., & Chalmeta, R. (2021). Integrating sustainable development goals in educational institutions. The International Journal of Management Education, 19(2), 100494.
Fitriani, D., & Raharjo, M. (2022). Faktor Risiko Perilaku dan Bitting Activity Anopheles Sp. Dengan Kejadian Malaria di Indonesia: Literature Review. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(1), 11-19.
Leal Filho, W., Frankenberger, F., Salvia, A. L., Azeiteiro, U., Alves, F., Castro, P., ... & Ávila, L. V. (2021). A framework for the implementation of the Sustainable Development Goals in university programmes. Journal of Cleaner Production, 299, 126915.
Lenakoly, T. Y., Wurjanto, M. A., Hestiningsih, R., Martini, M., Yuliawati, S., & Diyana, S. (2023). Kerentanan Vektor Anopheles Sp terhadap Deltametrin 0, 05% di Kabupaten Seram Maluku. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 7(4), 503-513.
Lestari, T. F. (2023). Riwayat Penyakit Malaria bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Balita. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), 1114-1120.
Lestarina, N. N. W., Kurniawaty, Y., Putri, M. O. V. U., & Kevin, J. (2022). Persepsi penderita penyakit ginjal kronik dalam menjalani Hemodialisa. Jurnal Kesehatan, 13(1), 23-30.
Lumenta, A. P., Sorisi, A. M., & Pijoh, V. D. (2021). Pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penyakit malaria di desa Kolongan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Biomedik: JBM, 13(1), 84-89.
Mansyur, T. N. (2024). Tinjauan Literatur Analisis Insidensi Faktor Resiko Kejadian Malaria pada Balita di Wilayah Endemik. ProHealth Journal, 21(1), 12-20.
Mufara, C. N., & Wahyono, T. Y. M. (2023). Faktor Perilaku Pencegahan Terhadap Kejadian Malaria di Papua: Analisis Riskesdas 2010-2018. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(5), 901-911.
Park, C., Ngo, H., Lavitt, L. R., Karuri, V., Bhatt, S., Lubell-Doughtie, P., & Patel, S. (2021). The design and evaluation of a mobile system for rapid diagnostic test interpretation. Proceedings of the ACM on Interactive, Mobile, Wearable and Ubiquitous Technologies, 5(1), 1-26.
Puspitarini, E. N., & Sukesi, T. W. (2022). Kinerja Kader Jumantik dan Pelaksanaan G1R1J terhadap Keberadaan Jentik Selama Pandemi COVID-19 di Padukuhan Santren. Jurnal Kesehatan, 10(3), 193-203.
Ramadhan, N. G., & Khoirunnisa, A. (2021). Klasifikasi Data Malaria Menggunakan Metode Support Vector Machine. Jurnal Media Informatika Budidarma, 5(4), 1580-1584.
Siregar, P. A., & Saragih, I. D. (2021). Faktor Risiko Malaria Masyarakat Pesisir di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Tropical Public Health Journal, 1(2), 50-57.
Supranelfy, Y., & Oktarina, R. (2021). Gambaran Perilaku Pencegahan Penyakit Malaria di Sumatera Selatan (Analisis Lanjut Riskesdas 2018). Journal Kolegium, 17(1), 19-28.
Syukur, M., & Winarti, E. (2024). Analisis faktor perilaku masyarakat dan kejadian malaria di Papua: Literature Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1), 1474-1484.
Yogi, R., Suci, E. S., & Wahyuni, S. (2021). Faktor Risiko Kejadian Kematian Janin Dalam Rahim (Kjdr) Pada Ibu Hamil Dengan Malaria Di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura. Intan Husada: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9(1), 60-72.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.