Analisis pengaruh pemberdayaan kader terhadap ketepatan deteksi dini risiko stunting pada balita

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i3.3296

Authors

  • Cucuk Kunang Sari Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Banten
  • Yunita Sari Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Banten
  • Kirana Candra Sari Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Banten
  • Maria Ulfa Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Banten

Balita Pemberdayaan Kader Deteksi Dini Posyandu Risiko Stunting

Abstract

Background: Introduction: Stunting is a condition of growth failure caused by chronic malnutrition, inadequate psychosocial stimulation, and recurrent infections, especially during the first 1,000 days of life. Children are classified as stunted when their height-for-age is below minus two standard deviations (-2 SD) compared to children of the same age. Stunting remains a major public health problem in Indonesia, including in the Jambe Community Health Center area of ​​Tangerang Regency, where cases continue to rise. Integrated service post cadres play a crucial role in the early detection and prevention of stunting. However, limited knowledge and skills in anthropometric measurements can reduce the accuracy of early detection. Empowering cadres through training, mentoring, and supervision is expected to improve the accuracy of early detection of stunting risk in toddlers.

Purpose: To reduce the influence of cadre empowerment on the accuracy of early detection of stunting risk in toddlers.

Method: This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pre-test and post-test with a control group. The sample consisted of 60 Integrated Health Post cadres selected from the Jambe Community Health Center area. Data were collected through structured interviews, direct observation, anthropometric measurements, and pre- and post-test assessments of cadre knowledge and skills. The intervention consisted of theoretical training, anthropometric measurements, and field mentoring. Data were analyzed using appropriate statistical tests to assess differences in the accuracy of early detection of stunting risk between the intervention and control groups, with a significance level set at p < 0.05.

Results: All variables experienced an increase in scores after the intervention. Cadre knowledge increased from 8.63 to 13.88, attitudes from 46.07 to 62.12, self-efficacy from 29.08 to 37.92, and task implementation practice from 30.52 to 38.87. Furthermore, the average score for barriers and supports in early detection of stunting risk increased from 30.33 to 38.95, while the average accuracy of early detection of stunting risk increased from 11.70 to 16.60. These results indicate improvements in knowledge, attitudes, self-efficacy, task implementation practices, support for early detection of stunting risk, and accuracy of early detection of stunting risk following the intervention.

Conclusion: Empowering cadres through training, mentoring, and supervision is expected to improve the accuracy of early detection of stunting risk in toddlers.

Suggestion: Future research is recommended to expand the sample size and scope of the study area to ensure more representative results and a higher level of generalizability.

 

Keywords: Cadre Empowerment; Early Detection; Integrated Health Post; Stunting Risk; Toddlers.

 

Pendahuluan: Stunting adalah kondisi kegagalan pertumbuhan yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis, stimulasi psikososial yang tidak memadai, dan infeksi berulang, terutama selama 1,000 hari pertama kehidupan. Anak-anak diklasifikasikan sebagai stunting ketika tinggi badan menurut usia mereka di bawah minus dua standar deviasi (-2 SD) dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Jambe, Kabupaten Tangerang, di mana kasusnya terus meningkat. kader posyandu memainkan peran penting dalam deteksi dini dan pencegahan stunting. Namun, pengetahuan dan keterampilan yang terbatas dalam pengukuran antropometri dapat mengurangi akurasi deteksi dini. Pemberdayaan kader melalui pelatihan, pendampingan, dan supervisi diharapkan dapat meningkatkan akurasi deteksi dini risiko stunting pada balita.

Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan kader terhadap akurasi deteksi dini risiko stunting pada balita.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental menggunakan pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 60 kader posyandu yang dipilih dari wilayah kerja Puskesmas Jambe. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, pengukuran antropometri, dan penilaian pre-test dan post-test terhadap pengetahuan dan keterampilan kader. Intervensi terdiri dari pelatihan teori, pengukuran antropometri, dan pendampingan lapangan. Data dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai untuk menilai perbedaan akurasi deteksi dini risiko stunting antara kelompok intervensi dan kontrol, dengan tingkat signifikansi ditetapkan pada p < 0,05.

Hasil: Seluruh variabel mengalami peningkatan skor setelah intervensi. Rata-rata pengetahuan kader meningkat dari 8.63 menjadi 13.88, sikap meningkat dari 46.07 menjadi 62.12, efikasi diri meningkat dari 29.08 menjadi 37.92, dan praktik pelaksanaan tugas meningkat dari 30.52 menjadi 38.87. Selain itu, rata-rata skor hambatan dan dukungan dalam deteksi dini risiko stunting meningkat dari 30.33 menjadi 38.95, sedangkan rata-rata ketepatan deteksi dini risiko stunting meningkat dari 11.70 menjadi 16.60. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, efikasi diri, praktik pelaksanaan tugas, dukungan dalam deteksi dini risiko stunting, serta ketepatan deteksi dini risiko stunting setelah pemberian intervensi.

Simpulan: Pemberdayaan kader melalui pelatihan, pendampingan, dan supervisi diharapkan dapat meningkatkan akurasi deteksi dini risiko stunting pada balita.

Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas jumlah sampel dan cakupan wilayah penelitian, sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih representatif dan memiliki tingkat generalisasi yang lebih tinggi.

 

Kata Kunci: Pemberdayaan Kader; Deteksi Dini; Posyandu; Risiko Stunting; Balita.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifa, I., & Setyowati, S. (2023). Pemberdayaan kader posyandu terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia: Systematic literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2260–2268.

Alpira, S. P., Yusriani, & Alwi, M. K. (2025). Stimulus pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini stunting pada anak baduta. Window of Public Health Journal, 6(6), 1102–1108.

Aryani, A., Eriyanti, E., Widiyono, W., Mufidah, N., & Indriyati, I. (2025). Optimalisasi peran kader dalam pencegahan stunting pada anak melalui edukasi deteksi dini tumbuh kembang dan gizi seimbang. Jurnal Abdi Insani, 12(3), 1311–1318.

Aulia, F. O., & Purnamawati, D. (2025). Kontribusi Kader Posyandu dalam Intervensi Stunting: Kajian Literatur Tahun 2023–2025. Jurnal Ilmu Medis Indonesia, 4(2), 155-168.

Budiastutik, I., Abdullah, A., Karisma, N., & Panemaan, A. J. (2024). Pelatihan PMBA bagi Kader Kampung Keluarga Berkualitas Desa Membangun dalam Rangka Pencegahan Stunting. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9(3), 477-480.

Dewi, R. K., Astuti, N. P., & Setiawan, A. (2023). The role of Posyandu cadres in early detection of stunting among toddlers in primary health care settings. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 112–120.

Handayani, S., Fitriani, Y., Rahmawati, D., & Lestari, P. (2019). The effectiveness of anthropometric training for Posyandu cadres in improving early detection of stunting. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 4(1), 45–52.

Handayani, H., Mamlukah, M., Suparman, R., & Iswarawanti, D. N. (2023). Pengaruh promosi kesehatan melalui media berbasis video dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap kader saka bakti husada dalam pencegahan stunting di kecamatan sukarame pada masa pandemi covid-19 tahun 2022. Journal of Health Research Science, 3(01), 39-45.

Holida, S. S., Yusfar, K. M., & Karimah, S. D. (2024). Hubungan antara pengetahuan kader Posyandu dengan keterampilan kader dalam deteksi stunting di Desa Mandalamekar. Healthy Journal, 13(2), 141–152.

Ita, M., Kosasih, K., & Utoyo, W. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Kader Posyandu Terhadap Percepatan Penurunan Stunting: Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 12(2), 219-228.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/ssgi/ketersediaan-data/ssgi-2022

Khair, Z., & Hotimah, H. (2024). Penguatan kompetensi kader kesehatan dalam deteksi dini stunting dan tumbuh kembang balita di Desa Dopang Gunung Sari Lombok Barat. UNITY: Journal of Community Service, 1(1), 10–14.

Masmuri, M., Hidayah, N., & Limansyah, D. (2025). Edukasi Digital: Optimalisasi Peran Kader Kesehatan Melalui Video Pembelajaran Peduli Stunting. Lembah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 29-35.

Maigoda, T. C., Rizal, A., & Suryani, D. (2024). Buku Ajar Perencanaan Program Gizi. Pekalongan. Penerbit NEM.

Nurhayati, A., Patriasih, R., Mahmudahtusaadah, A., & Nurani, A. S. (2024). Literasi gizi dan pola asuhan milenial: Implikasinya terhadap kejadian stunting pada anak usia dini. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(3), 1358-1368.

Purnamasari, I. (2023). Increasing literacy through interactive media in early childhood. OBSESI: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3).

Pusparina, I., Ikasari, F. S., & Rahmi, M. (2025). Stimulasi Kognitif Cegah Stunting Melalui Permainan Edukatif Ular Tangga: Cognitive Stimulation Prevents Stunting Through the Educational Game of Snakes and Ladders. Jurnal Pengabdian Intan Martapura, 1(2), 44-50.

Rahayu, Y., Ilmi, N., & Asram, A. (2026). Implementasi program deteksi dini stunting di posyandu: Tinjauan terhadap sikap dan motivasi kader. Window of Public Health Journal, 7(2), 208–216.

Rahmawati, N., Sukmawati, I., & Rahayu, Y. (2024). The Effect of Health Counseling on Maternal Knowledge Regarding Stunting: Pre-experimental Study. Genius Journal, 5(2), 299-307.

Rukmana, E., Fransiari, M. E., Damanik, K. Y., & Nurfazriah, L. R. (2024). Differences in Knowledge of Posyandu Cadres and Mothers of Toddlers Regarding Stunting and Its Association with Stunting Incidence in Toddlers. Amerta Nutrition, 8.

Safrudin, B. (2025). Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat terhadap Pencegahan Stunting pada Balita: Literature Review. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 10(2).

Sari, D. W. P., Wuriningsih, A. Y., Khasanah, N. N., & Najihah, N. (2021). Peran kader peduli stunting meningkatkan optimalisasi penurunan risiko stunting. NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan, 7(1), 45–52.

Simbolon, D., Soi, B., & Ludji, I. D. R. (2021). Peningkatan kemampuan kader kesehatan dalam deteksi stunting pada anak usia 6-24 bulan melalui pelatihan penggunaan meteran deteksi risiko stunting. Media Karya Kesehatan, 4(2).

Suharsono, S., & Isworo, A. (2025). Efektivitas Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular terhadap Efikasi Diri Kader Posyandu: The Effectiveness of Training on Non-Communicable Disease Prevention and Control toward the Self-Efficacy of Posyandu Cadres. Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran, 4(2), 204-214.

Sulistiyanto, A. D., Jauhar, M., Lestari, D. T., Rahmawati, A. M., Suwandi, E. W., Kartikasari, F., & Pusparatri, E. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini sunting berbasis masyarakat pada kader kesehatan. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 14(2), 425-436.

Syamsir, S. B., Berliana, D. H., Setiawan, A., Natashia, D., Astuti, A., Yudanagara, B. B. H., & Supriyatno, H. (2024). Optimalisasi peran kader kesehatan dalam pencegahan stunting khususnya pada periode kehamilan melalui tiga level pencegahan. Idea Pengabdian Masyarakat, 4(03), 270-280.

United Nations Children's Fund (UNICEF), World Health Organization (WHO), & World Bank Group. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates (2023 edition). UNICEF. Diakses dari: https://data.unicef.org/resources/unicef-who-world-bank-joint-child-malnutrition-estimates-2023-edition-interactive-dashboard-2/

Utario, Y., Misniarti, M., & Haryani, S. (2022). Pemberdayaan Kader Posyandu tentang Deteksi Dini Stunting, Stimulasi Tumbuh Kembang dan Gizi Seimbang Balita. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 4(3), 306–310.

World Health Organization. (2022). Stunting in children. Diakses dari: https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/72

World Health Organization. (2023). Child growth standards. Diakses dari: https://www.who.int/tools/child-growth-standards?utm_source=chatgpt.com

Downloads

Published

2026-06-04