Riwayat menyusui, kepatuhan kunjungan posyandu, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i2.3026

Authors

  • Nurrahmi Umami Jurusan S1 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
  • Tanti Tri Lestary Jurusan S1 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
  • Gusriani Gusriani Jurusan S1 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
  • Rosnawati Rosnawati Jurusan S1 Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Kepatuhan Kunjungan Posyandu Riwayat Menyusui Sanitasi Lingkungan Stunting

Abstract

Background: Stunting remains a public health problem that impacts the quality of human resources. Factors influencing stunting are multidimensional, including breastfeeding history, compliance with integrated health post visits, and environmental sanitation. Coastal areas have distinct risk characteristics, requiring a comprehensive analysis of the determinants of stunting.

Purpose: To analyze the relationship between breastfeeding history, compliance with integrated health post visits, and environmental sanitation with stunting in toddlers.

Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 46 toddler respondents aged 12–59 months, selected using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires, environmental sanitation observations, and documentation from Health Card books. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of 0.05.

Results: There was a significant association between breastfeeding history (p=0.001), compliance with integrated health post visits (p=0.005), and environmental sanitation (p=0.001) with stunting. Toddlers with a history of suboptimal breastfeeding, non-compliance with integrated health post visits, and poor environmental sanitation are more likely to experience stunting in the very short category.

Conclusion: Breastfeeding history, compliance with integrated health post visits, and environmental sanitation are important determinants of stunting in toddlers. Stunting prevention requires a multidimensional approach through optimizing breastfeeding practices, increasing the utilization of integrated health post visits, and improving environmental sanitation in an integrated manner.

Suggestion: Further research can use a longitudinal or cohort design with a larger sample size and wider coverage area to obtain a stronger causal relationship between breastfeeding history, compliance with integrated service post visits, and environmental sanitation with the incidence of stunting.

 

Keywords: Breastfeeding History; Compliance with Integrated Health Post Visits; Environmental Sanitation; Stunting.

 

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Faktor yang memengaruhi kejadian stunting bersifat multidimensional, termasuk riwayat menyusui, kepatuhan kunjungan posyandu, dan sanitasi lingkungan. Wilayah pesisir memiliki karakteristik risiko yang berbeda, sehingga diperlukan analisis determinan stunting secara komprehensif.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan riwayat menyusui, kepatuhan kunjungan posyandu, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 46 responden yang memiliki balita usia 12–59 bulan, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi sanitasi lingkungan, dan dokumentasi buku Kartu Menuju Sehat (KMS). Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0.05.

Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara riwayat menyusui (p=0.001), kepatuhan kunjungan posyandu (p=0.005), dan sanitasi lingkungan (p=0.001) dengan kejadian stunting. Balita dengan riwayat menyusui tidak optimal, tidak patuh kunjungan posyandu, serta sanitasi lingkungan tidak baik memiliki kecenderungan mengalami stunting kategori sangat pendek.

Simpulan: Riwayat menyusui, kepatuhan kunjungan posyandu, dan sanitasi lingkungan merupakan determinan penting kejadian stunting pada balita. Pencegahan stunting memerlukan pendekatan multidimensional melalui optimalisasi praktik menyusui, peningkatan pemanfaatan posyandu, dan perbaikan sanitasi lingkungan secara terintegrasi.

Saran: Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain longitudinal atau kohort dengan jumlah sampel yang lebih besar dan cakupan wilayah yang lebih luas untuk memperoleh hubungan kausal yang lebih kuat antara riwayat menyusui, kepatuhan kunjungan posyandu, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting.

 

Kata Kunci: Kepatuhan Kunjungan Posyandu; Riwayat Menyusui; Sanitasi Lingkungan; Stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alotiby, A. A. (2023). The role of breastfeeding as a protective factor against the development of the immune-mediated diseases: A systematic review. Frontiers in pediatrics, 11, 1086999.

Azanaw, J., Malede, A., Yalew, H. F., & Worede, E. A. (2024). Determinants of diarrhoeal diseases among under-five children in Africa (2013–2023): a comprehensive systematic review highlighting geographic variances, socioeconomic influences, and environmental factors. BMC Public Health, 24(1), 2399.

Cumming, O., & Cairncross, S. (2016). Can water, sanitation and hygiene help eliminate stunting? Current evidence and policy implications. Maternal & child nutrition, 12, 91-105.

Danaei, G., Andrews, K. G., Sudfeld, C. R., Fink, G., McCoy, D. C., Peet, E., & Fawzi, W. W. (2016). Risk factors for childhood stunting in 137 developing countries: a comparative risk assessment analysis at global, regional, and country levels. PLoS medicine, 13(11), e1002164.

Danefi, T. (2021). Determinan faktor mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada balita stunting di desa cikunir. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 11(03), 113-121.

Fink, G., Peet, E., Danaei, G., Andrews, K., McCoy, D. C., Sudfeld, C. R., & Fawzi, W. W. (2016). Schooling and wage income losses due to early-childhood growth faltering in developing countries: national, regional, and global estimates. The American journal of clinical nutrition, 104(1), 104-112.

Hadi, H., Fatimatasari, F., Irwanti, W., Kusuma, C., Alfiana, R. D., Asshiddiqi, M. I. N., & Gittelsohn, J. (2021). Exclusive breastfeeding protects young children from stunting in a low-income population: a study from Eastern Indonesia. Nutrients, 13(12), 4264.

Haskas, Y. (2020). Gambaran stunting di Indonesia: literatur review. Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(2), 154-157.

Headey, D., & Palloni, G. (2019). Water, sanitation, and child health: evidence from subnational panel data in 59 countries. Demography, 56(2), 729-752.

Kim, R., Mejia-Guevara, I., Corsi, D. J., Aguayo, V. M., & Subramanian, S. V. (2017). Relative importance of 13 correlates of child stunting in South Asia: Insights from nationally representative data from Afghanistan, Bangladesh, India, Nepal, and Pakistan. Social Science & Medicine, 187, 144-154.

Martony, O. (2023). Stunting di Indonesia: Tantangan dan solusi di era modern. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 1734-1745.

Nurhayani, S. (2025). Hubungan Antara Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Dan Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Paringin Selatan Tahun 2023. Jurnal Ilmu Gizi dan Kesehatan, 1(01), 28-38.

Owino, V., Ahmed, T., Freemark, M., Kelly, P., Loy, A., Manary, M., & Loechl, C. (2016). Environmental enteric dysfunction and growth failure/stunting in global child health. Pediatrics, 138(6), e20160641.

Santi, M. Y., Santoso, S., & Sholihah, N. (2020). Relationship Support of Work Places With Exclusive Breastfeeding on Working Mothers. In Kesmas Indonesia. https://doi.org/10.20884/1.ki.2020.12.1.1447

Sianti, R. N., Kartasurya, M. I., & Kartini, A. (2024). Analysis Stakeholders: Role in the Implementation of Stunting-Spesific Interventions for Breastfeeding Mothers in Karanganyar Regency. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(8), 2078-2084.

Soetono, B., & Barokah, A. S. (2024). Trends in Stunting Prevalence Reduction: an Examination of Data Toward Achieving the 2024 Target in Indonesia. The Social Perspective Journal, 3(1), 51-68.

United Nations Children's Fund. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF-WHO-World Bank joint child malnutrition estimates. Diakses dari: https://data.unicef.org/resources/unicef-who-world-bank-joint-child-malnutrition-estimates-2023-edition-interactive-dashboard-2/

Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J., França, G. V., Horton, S., Krasevec, J., & Rollins, N. C. (2016). Breastfeeding in the 21st century: epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The lancet, 387(10017), 475-490.

Wardita, Y., Suprayitno, E., & Kurniyati, E. M. (2021). Determinan kejadian stunting pada balita. Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(1), 7-12.

World Health Organization. (2020). Improving child nutrition. Dakses dari: https://reliefweb.int/report/world/improving-child-nutrition-achievable-imperative-global-progress

Downloads

Published

2026-04-29