Persepsi masyarakat tentang stunting
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i2.2984
Anak di Bawah Lima Tahun Persepsi Masyarakat Stunting
Abstract
Background: Stunting is defined as the failure of physical growth in children under five years of age due to chronic malnutrition and infection, resulting in short stature. Stunting in toddlers can cause various problems, such as impaired physical growth, mental development, and health status, requiring special attention. Several factors contribute to stunting, including malnutrition during pregnancy, cessation of breastfeeding before 6 months, insufficient feeding frequency, incomplete vaccinations, and parental height.
Purpose: To explore public perceptions of stunting.
Method: This qualitative, descriptive phenomenological study was conducted in Lhokseumawe City. The sample consisted of 10 participants (mothers of toddlers). The sample was selected using a purposive sampling technique, and data collection was conducted through in-depth interviews. Data analysis was conducted using content analysis of interview transcripts and notepads using the Giorgi analysis method.
Results: The analysis yielded three themes: the meaning of stunting, which consists of three categories: failure to thrive, malnutrition, and growth disorders; The factors causing stunting are divided into 12 categories, including child malnutrition, breastfeeding practices, incomplete immunization, genetic factors, malnutrition during pregnancy, child physical activity, socioeconomic status, education and knowledge, exposure to cigarette smoke, environmental factors, and stress. The impacts of stunting include an increased risk of degenerative diseases, parental anxiety disorders, impaired growth and development, and low self-confidence.
Conclusion: Public perception of stunting is relatively good, but needs to be further improved by increasing the active role of health workers in providing information related to stunting, thereby preventing and reducing the incidence of stunting in the community.
Suggestion: Health workers are expected to be more active in providing information about stunting, its meaning, influencing factors, and its impact. This information can be provided through community outreach, particularly to young couples and families with infants and toddlers.
Keywords: Public Perception; Stunting; Toddlers.
Pendahuluan: Stunting didefinisikan sebagai kegagalan pertumbuhan fisik pada anak di bawah usia lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi, yang mengakibatkan perawakan pendek. Stunting pada balita dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan status kesehatan pada anak, sehingga memerlukan perhatian khusus. Beberapa faktor penyebab stunting terjadi sejak kehamilan karena kekurangan gizi selama periode tersebut, penghentian pemberian ASI <6 bulan, frekuensi pemberian makan yang tidak mencukupi, dan tidak lengkapnya vaksinasi serta tinggi badan orang tua.
Tujuan: Untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat mengenai stunting.
Metode: Penelitian kualitatif fenomenologi deskriptif, dilaksanakan di kota Lhokseumawe. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 partisipan (ibu yang mempunyai anak balita). Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan analysis conten pada transkrip wawancara dan lembaran catatan dengan menggunakan metode analisis Giorgi.
Hasil: Analisis menghasilkan tiga tema, yaitu makna stunting yang terdiri dari 3 kategori, meliputi gagal tumbuh, kekurangan gizi, dan gangguan pertumbuhan; faktor-faktor penyebab stunting, terdiri dari 12 kategori, meliputi kekurangan gizi pada anak, praktik pemberian ASI, imunisasi tidak lengkap, faktor genetik, kekurangan gizi selama kehamilan, aktivitas fisik anak, status sosial ekonomi, pendidikan dan pengetahuan, paparan asap rokok, lingkungan, dan stres; dan dampak stunting terdiri dari peningkatan risiko penyakit degeneratif, gangguan kecemasan orang tua, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, dan rendahnya kepercayaan diri.
Simpulan: Persepsi masyarakat tentang stunting relatif baik, tetapi perlu ditingkatkan lebih lanjut melalui peningkatan peran aktif petugas kesehatan dalam memberikan informasi terkait stunting, sehingga mencegah dan mengurangi kejadian stunting di masyarakat.
Saran: Petugas kesehatan diharapkan untuk lebih aktif dalam memberikan informasi terkait stunting, makna stunting, faktor-faktor yang memengaruhi stunting serta dampak stunting. Pemberian informasi dapat dilakukan melalui penyuluhan kepada masyarakat, khususnya bagi pasangan muda dan keluarga yang mempunyai bayi dan balita.
Kata Kunci: Anak di Bawah Lima Tahun; Persepsi Masyarakat; Stunting.
Downloads
References
Anggryni, M., Mardiah, W., Hermayanti, Y., Rakhmawati, W., Ramdhanie, G. G., & Mediani, H. S. (2021). Faktor pemberian nutrisi masa golden age dengan kejadian stunting pada balita di negara berkembang. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1764-1776.
Annur, C. M. (2023). Daftar prevalensi balita stunting di indonesia pada 2022, provinsi mana teratas?. Diakses dari: http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/02/daftar-prevalensi-balita-stunting-di-indonesia-pada-2022-provinsi-mana-teratas.
Asmin, E., & Abdullah, M. R. (2021). ASI Eksklusif dan Imunisasi Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 9-24 Bulan di Puskesmas Rumah Tiga, Ambon. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 196-201.
Budiastutik, I., & Rahfiludin, M. Z. (2019). Faktor risiko stunting pada anak di negara berkembang. Amerta Nutrition, 3(3), 122-129.
Databoks. (2020). Prevalensi stunting balita Indonesia tertinggi ke-2 di Asia Tenggara. 2020. Diakses dari: http:// databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/25/prevalensi-stunting-balita-indonesia-tertinggi-ke-2-di-asia-tenggara.
Dewi, N. T., & Widari, D. (2018). Hubungan berat badan lahir rendah dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada baduta di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Amerta Nutrition, 2(4), 373-381.
Edayani, S., & Suryawati, I. (2019). Hambatan cakupan imunisasi pada anak di Kabupaten Aceh Utara. Idea Nursing Journal, 10(3), 50-57.
Fadilah, S. N. N., Ningtyias, F. W., & Sulistiyani, S. (2020). Tinggi badan orang tua, pola asuh dan kejadian diare sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita di kabupaten Bondowoso. Ilmu Gizi Indonesia, 4(1), 2020.
Fitriahadi, E. (2018). Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah, 14(1), 15-24.
Hapsari, W., & Ichsan, B. (2018). Hubungan pendapatan keluarga, pengetahuan Ibu tentang gizi, tinggi badan orang tua, dan tingkat pendidikan ayah dengan kejadian stunting pada anak umur 12-59 bulan (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Himawati, E. H., & Fitria, L. (2020). Hubungan Infeksi Saluran Pernapasan Atas dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Sampang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 1-5.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Buku saku pemantauan status gizi tahun 2017. Diakses dari: https://perpustakaan.unilam.ac.id/index.php?p=fstream&fid=1040&bid=3704
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 20 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. Diakses dari: https://stunting.go.id/standar-antropometri-anak-peraturan-menteri-kesehatan-nomor-2-tahun-2020/?btwaf=91733948
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Hasil Studi Status Gizi Kesehatan (SSGI) tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/buku-saku-hasil-studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Apa itu stunting? Diakses dari: http://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1516/apa-itu-stunting. 2022.
Kusnandar, V. B. (2022). Prevalensi balita stunting di 6 provinsi ini masih tinggi. Diakses dari: http:// databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/08/01/prevalensi-balita-stunting-di-6-provinsi-ini-masih-tinggi.
Latifah, N., Fajrini, F., Romdhona, N., Herdiansyah, D., Ernyasih, E., & Suherman, S. (2024). Systematic literature review: stunting pada balita di indonesia dan faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 20(1), 55-73.
Martha, E., Audia, N., Sudiarti, T., Mayangsari, A. P., Ferdina, E., Ryanthi, T. P., & Bangun, D. E. (2020). the Empowerment of Cadres and Medicasters in the Early Detection and Prevention of Stunting.
Nasrul, N., Hafid, F., Thaha, A. R., & Suriah, S. (2015). Faktor Risiko Stunting Usia 6-23 Bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(3), 139-146.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Rumahorbo, R. M. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. CHMK Health Journal, 4(2), 158-165.
Sari, E. M., & Soimah, N. (2017). Hubungan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 7-12 bulan di Desa Selomartani wilayah kerja Puskesmas Kalasan (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta).
Setiawan, E., Machmud, R., & Masrul, M. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(2), 275-284.
Sutriyawan, A., Ratna, D. K., Rahayu, S., & Habibi, J. (2020). Hubungan status imunisasi dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita: studi retrospektif.
Syahida, A. A., & Daliman, D. (2022). Literature Review: Telaah Pendekatan Teori Kognitif Sosial Albert Bandura Terhadap Stunting. 8. In Proceeding Seminar Nasional Psikologi UAD.
Tarmizi, S. N. (2023). Prevalensi stunting di indonesia turun ke 21.6% dari 24.4%. Diakses dari: http://sehatnegeriku.kemkes.go,id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/. 2023.
United Nations Children's Fund. (2012). Gizi Ibu Di Indonesia. Diakses dari: https://www.unicef.org/indonesia/media/21756/file/Gizi%20Ibu%20di%20Indonesia%20Analisis%20Landskap%20dan%20Rekomendasi.pdf
United Nations Children's Fund. (2020) Levels and trends in child malnutrition. Diakses dari: https://www.unicef.org/media/69816/file/Joint-malnutrition-estimates-2020.pdf
World Health Organization. (2023). World health statistitc 2023: monitoring health for The SDGs. Diakses dari: http://www.who.int/en/publications/i/item/9789240074323
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.