Pengaruh terapi komplementer yoga terhadap penurunan nyeri premenstrual syndrome pada remaja putri usia 16-18 tahun
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i2.2909
Nyeri Menstruasi Premenstrual Syndrome (PMS) Remaja Putri Terapi Yoga
Abstract
Background: Premenstrual syndrome (PMS) is a condition commonly experienced by adolescent girls, characterized by various physical, psychological, and emotional complaints arising from hormonal changes, which can disrupt daily activities. One alternative treatment for PMS is through complementary therapy in the form of yoga.
Purpose: To analyze the effect of yoga therapy on reducing PMS pain intensity in adolescent girls aged 16–18 years.
Method: This study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a pretest–posttest model, conducted at Samarinda Health Vocational School. The study subjects were 30 adolescent girls aged 16–18 years with Premenstrual Syndrome (PMS), selected through purposive sampling. The instruments used in this study were a pain measurement scale in the form of a Visual Analog Scale (VAS) or a Numeric Rating Scale (NRS) to assess PMS pain intensity. The intervention provided was complementary yoga therapy, which included body movements (asanas), breathing techniques (pranayama), and relaxation. Data were analyzed univariately and bivariately using paired t-tests.
Results: There was a decrease in PMS pain intensity with an average difference of 5 points and a significance value of p = 0.0001 (p < 0.05). These findings indicate that yoga therapy has a significant effect on reducing PMS pain. The relaxation effect of yoga can reduce sympathetic nerve activity and increase parasympathetic nerve activity, thereby reducing PMS symptoms.
Conclusion: Yoga therapy has been proven effective as a non-pharmacological intervention in reducing PMS pain intensity in adolescent girls.
Suggestion: Yoga is recommended as a safe, effective, affordable, and easy-to-implement non-pharmacological intervention for school-aged adolescent girls. Integrating yoga into reproductive health programs in schools and communities can be a complementary strategy to reduce PMS morbidity, improve quality of life, and support adolescent reproductive health outcomes.
Keywords: Adolescent Girls; Menstrual Pain; Premenstrual Syndrome (PMS); Yoga Therapy.
Pendahuluan: Sindrom pramenstruasi (PMS) merupakan kondisi yang banyak dialami oleh remaja perempuan, ditandai dengan berbagai keluhan fisik, psikologis, dan emosional yang muncul akibat perubahan hormonal, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu alternatif penanganan PMS adalah melalui terapi komplementer berupa yoga.
Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh terapi yoga terhadap penurunan intensitas nyeri PMS pada remaja putri berusia 16–18 tahun.
Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental menggunakan model pretest–posttest, yang dilaksanakan di SMK Kesehatan Samarinda. Subjek penelitian berjumlah 30 remaja putri berusia 16–18 tahun yang mengalami Premenstrual Syndrome (PMS), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pengukuran nyeri berupa Visual Analog Scale (VAS) atau Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri PMS Intervensi yang diberikan berupa terapi komplementer yoga yang meliputi gerakan tubuh (asana), teknik pernapasan (pranayama), dan relaksasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji t berpasangan.
Hasil: Adanya penurunan intensitas nyeri PMS dengan rata-rata selisih sebesar 5 poin dan nilai signifikansi p = 0.0001 (p < 0.05). Temuan ini menunjukkan, bahwa terapi yoga berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri PMS. Efek relaksasi yang dihasilkan oleh yoga mampu menurunkan aktivitas saraf simpatis serta meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis, sehingga keluhan PMS dapat berkurang.
Simpulan: Terapi yoga terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri PMS pada remaja putri.
Saran: Yoga direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, efektif, terjangkau, dan mudah diimplementasikan pada remaja putri usia sekolah. Integrasi yoga dalam program kesehatan reproduksi di sekolah maupun komunitas dapat menjadi strategi komplementer untuk menurunkan morbiditas akibat PMS, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung pencapaian kesehatan reproduksi remaja.
Kata Kunci: Nyeri Menstruasi; Premenstrual Syndrome (PMS); Remaja Putri; Terapi Yoga.
Downloads
References
Aprilia, N. (2021). Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer pada Remaja Putri. Indonesian Journal Of Community Empowerment (Ijce).
Chang, H. C., Cheng, Y. C., Yang, C. H., Tzeng, Y. L., & Chen, C. H. (2023). Effects of yoga for coping with premenstrual symptoms in Taiwan—A cluster randomized study. In Healthcare (Vol. 11, No. 8, p. 1193). MDPI.
Cheng, M., Jiang, Z., Yang, J., Sun, X., Song, N., Du, C., & Zhang, Z. (2025). The role of the neuroinflammation and stressors in premenstrual syndrome/premenstrual dysphoric disorder: a review. Frontiers in Endocrinology, 16, 1561848.
Chhikara, A., Jain, M., Vats, S., Kashoo, F. Z., Chahal, A., Guliya, S., & Rai, R. H. (2023). Role of yoga in minimizing stress and anxiety in women experiencing dysmenorrhea. Journal of lifestyle medicine, 13(2), 90.
Dilbaz, B., & Aksan, A. (2021). Premenstrual syndrome, a common but underrated entity: review of the clinical literature. Journal of the Turkish German Gynecological Association, 22(2), 139.
Emin, E. I., Emin, E., Papalois, A., Willmott, F., Clarke, S., & Sideris, M. (2019). Artificial intelligence in obstetrics and gynaecology: is this the way forward?. in vivo, 33(5), 1547-1551.
Hartati, B., & Pakpahan, J. E. S. (2021). Pengetahuan dan sikap remaja tentang perubahan fisik pada masa pubertas. Jurnal Keperawatan Flora, 14(1), 9-15.
Hartuti, N., & Asyima, A. (2021). Hubungan prostaglandin terhadap kejadian premenstrual syndrome (PMS) pada remaja putri.
Jeitler, M., Ortiz, M., Brinkhaus, B., Sigl, M., Hoffmann, R., Trübner, M., & Kessler, C. S. (2024). Use and acceptance of traditional, complementary and integrative medicine in Germany—an online representative cross-sectional study. Frontiers in medicine, 11, 1372924.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). laporan Profil Kesehatan Indonesia 2019. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2019
Le, J. (2000). Obstetrics and gynaecology. The fifth edition. Beijing: people’s medical publishing house, 114.
MiSrA, U., & Chetri, S. (2024). Effect of Yoga on Premenstrual Syndrome: A Systematic Review. Journal of Clinical & Diagnostic Research, 18(5).
Modzelewski, S., Oracz, A., Żukow, X., Iłendo, K., Śledzikowka, Z., & Waszkiewicz, N. (2024). Premenstrual syndrome: new insights into etiology and review of treatment methods. Frontiers in psychiatry, 15, 1363875.
Mohebi, S., Parham, M., Sharifirad, G., Gharlipour, Z., Mohammadbeigi, A., & Rajati, F. (2018). Relationship between perceived social support and self-care behavior in type 2 diabetics: A cross-sectional study. Journal of education and health promotion, 7(1), 48.
Pearce, E., Jolly, K., Jones, L. L., Matthewman, G., Zanganeh, M., & Daley, A. (2020). Exercise for premenstrual syndrome: a systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials. BJGP open, 4(3).
Pradini, V. I., & Hidayat, F. R. (2020). Hubungan nyeri haid dan perilaku tentang penanganan dismenore dengan aktivitas belajar mahasiswi program studi ilmu keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Samarinda. Borneo Studies and Research, 1(3), 2174-2180.
Putri, R. A. (2024). Pengaruh Latihan Yoga Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid (Dismenorea) Pada Remaja Putri Di Sman 8 Banjarmasin (Doctoral Dissertation, Stikes Suaka Insan Banjarmasin).
Qotrunada, H. T., & Linggardini, K. (2023). Gambaran Morbiditas Premenstrual Syndrome dan Tingkat Kecemasan pada Remaja Putri. Faletehan Health Journal, 10(02), 193-198.
Ranga, M., & Dev, K. (2024). The Effect of Yoga Therapy in Premenstrual Syndrome: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomised Controlled Trials. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 46(10), 102579.
Shaniya, Y., Musthofa, S. B., & Husodo, B. T. (2023). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tingkat Kecemasan Saat Menghadapi Premenstrual Syndrome (Studi pada Siswi SMP dan SMA Di Sumatera Utara). Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 22(1), 69-75.
Wanawati, I., & Christiani, N. (2023). Pengaruh Pemberian Yoga terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid pada Remaja Putri SMP Negeri 6 Ungaran Kabupaten Semarang. In Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo (Vol. 2, No. 2, pp. 572-579).
Yulaikhah, L., Puspitasari, D., Kumorojati, R., Eniyati, E., Wulandari, A. A., Ramadani, A. A., Arthadewi, A. P., Widyastuti, A., & Desmanita, D. (2022). Pengurangan nyeri haid melalui yoga pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Yogyakarta. Journal of Innovation in Community Empowerment, 4(1), 23–31.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.