Pharmacist-led education on beyond-use date (BUD) improves community knowledge at a community pharmacy

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i2.2858

Authors

  • Jonathan Adrian Natanael Solang Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Grace Debbie Kandou Program Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Fatimawali Fatimawali Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi

Beyond-Use Date (BUD) Community Knowledge Community Pharmacy Pharmacist-Led Education

Abstract

Background: Beyond-Use Date (BUD) refers to the time limit for using a medication after the packaging is opened or the medication is prepared, as opposed to the expiration date. Public understanding of BUD remains limited, potentially leading to medication use exceeding safe limits, reducing therapeutic effectiveness, and increasing risks to patient safety. Pharmacists play a strategic role in educating the public through health promotion activities in community pharmacies.

Purpose: To determine the effect of education provided by BUD pharmacists on the public's level of knowledge.

Method: This study used a pre-experimental design with a single-group pretest-posttest. A total of 44 participants who met the inclusion criteria were selected using random sampling at Rophin Jovins Varma (RJV) Pharmacy. The study procedure included a pretest to measure initial knowledge, followed by education provided by pharmacists about BUD, and a posttest to assess changes in knowledge after the intervention. Data were collected using a 15-question questionnaire. Data were analyzed descriptively to describe the distribution of knowledge levels and inferentially using the Wilcoxon Signed Rank Test to assess differences before and after the intervention.

Results: Before the intervention, most respondents had low to moderate levels of knowledge. After the intervention, there was a significant improvement, with the majority of participants achieving a high level of knowledge. Statistical analysis showed a significant difference between pre- and post-intervention knowledge levels.

Conclusion: Education provided by pharmacists regarding BUD significantly improved community knowledge. Educational interventions through health promotion activities within the pharmacist community were effective in increasing community understanding of the safe and rational use of medicines.

Suggestion: Pharmacists are encouraged to provide ongoing education regarding BUD to promote safe and rational use of medicines.

 

Keywords: Beyond-Use Date (BUD); Community Knowledge; Community Pharmacy; Pharmacist-Led Education.

 

Pendahuluan: Beyond-use date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka atau obat diracik, berbeda dengan tanggal kedaluwarsa. Pemahaman masyarakat mengenai BUD masih terbatas, sehingga berpotensi menyebabkan penggunaan obat melewati batas aman, menurunkan efektivitas terapi, serta meningkatkan risiko terhadap keselamatan pasien. Apoteker memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan di komunitas apoteker.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi yang diberikan oleh apoteker BUD terhadap tingkat pengetahuan masyarakat.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sebanyak 44 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik accidental sampling di Apotek Rophin Jovins Varma (RJV). Prosedur penelitian meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, dilanjutkan dengan pemberian edukasi oleh apoteker mengenai BUD, serta post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan setelah intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan dan secara inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk menilai perbedaan sebelum dan sesudah intervensi.

Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah hingga sedang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan mayoritas partisipan mencapai tingkat pengetahuan tinggi. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi.

Simpulan: Edukasi yang diberikan oleh apoteker mengenai BUD secara signifikan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Intervensi edukasi melalui kegiatan promosi kesehatan di komunitas apoteker efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.

Saran: Apoteker diharapkan memberikan edukasi berkelanjutan mengenai BUD untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.

 

Kata Kunci: Beyond-Use Date (BUD); Community Knowledge; Community Pharmacy; Pharmacist-Led Education.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cokro, F., Chiara, M. A., Arrang, S. T., & Hendra, O. S. (2023). Indonesian Pharmacists’ Application of Beyond-Use Date Interventions to Patients and Its Contributing Factors: A Cross-Sectional Study. Hospital Pharmacy, 58(6), 628-633.

Dhaneswari, P., Pranawati, E., & Pratiwi, A. D. (2025). Pendekatan Edukatif Apoteker Keluarga untuk Meningkatkan Literasi Obat pada Ibu Rumah Tangga di Dusun Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 4(3), 201-211.

Green, L., Gielen, A., & Kreuter, M. (2022). Epidemiological Assesment I: Population Health. 2022). Health Program Planning, Implementation and Evaluación. Creating behavioral, environmental, and policy change, 96-118.

Idris, V., & Ahmad, I. (2024). Peran apoteker dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Jurnal Riseta Soshum, 1(1), 05-13.

International Pharmaceutical Federation. (2020). The role of the pharmacist in public health. The Hague: International Pharmaceutical Federation Diakses dari https://www.fip.org/file/1570

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Diakses dari https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/permenkes-73-2016/

Kurniawati, N., Masni, D., Lameng, A. C. M. A., Lameng, F. X., Jemading, T., & Mogi, A. (2025). Penyuluhan Beyond Use Date (BUD) Sediaan Farmasi Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Penyimpanan Obat di Wairkoja, Maumere. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 6(2), 695-707.

Lee, H., Jin, M., Jeon, W. J., Kim, H., Jung, M., Yoo, H., & Cho, C. W. (2022). Regulatory and safe-use considerations related to stability after opening of nonsterile dosage forms. Journal of Pharmaceutical Investigation, 52(3), 319-329.

Maharani, F. D. (2026). Optimalisasi Peran Apoteker dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Lansia melalui Manajemen Terapi Obat. Jurnal Kesehatan dan Farmasi, 1(1), 34-49.

Marlina, S. (2025). Studi Stabilitas Fisik dan Kimia Sediaan Sirup Parasetamol pada Penyimpanan Suhu Ruang. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia, 1(1), 8-14.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurmayanti, L., Febrinasari, N., & Baiti, M. (2025). Evaluation of Outpatient Knowledge Level on Beyond Use Date in The Use of Thayyib Pharmaceutical Preparations at Sunan Kalijaga Regional Hospital Demak. Sains Indonesiana, 3(2), 38-44.

Ramadhany, A. S., Utami, M. R., Ramadhani, D. A., & Lismawan, G. N. (2025). Review Sistematis: Pengaruh Kondisi Penyimpanan Terhadap Stabilitas Tablet Vitamin C Dan Aspirin. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 2760-2776.

Ratanto, R., Ningtyas, R., Lubis, V. H., Afrianti, N., Deswani, D., Arini, D., & Suryati, S. (2023). Manajemen Patient Safety: Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Keselamatan Pasien. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2024). Theory, Research, And Practice In Health Behavior. Health Behavior: Theory, Research, and Practice, 10.

Saristiana, Y., & Prasetyawan, F. (2025). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Beyond Use Dates (BUD) Obat melalui Edukasi di Acara Apothecary Fun Run 2025. Mitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (MJPMM), 1(2), 56-63.

United States Pharmacopeia. (2022). General chapter <795>: Pharmaceutical compounding – nonsterile preparations. Rockville. Diakses dari https://www.usp.org/compounding/general-chapter-795

Waromi, K. (2016). Hubungan Antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga dengan Kejadian Diare di Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Tahun 2015. PHARMACON, 5(4).

World Health Organization. (2017). Promoting rational use of medicines: Core components. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/WHO-EMP-MAR-2017.01

World Health Organization. (2018). Health promotion glossary. Diakses dari https://www.who.int/publications/i/item/9789240038349

Downloads

Published

2026-04-30