Hubungan tingkat kesepian dengan tingkat depresi pada lanjut usia di balai pelayanan sosial tresna werdha (BPSTW)

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i1.2760

Authors

  • Aaz Ayu Andari Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Tiwi Sudyasih Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Suri Salmiyati Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Lansia Tingkat Depresi Tingkat Kesepian

Abstract

Background: Loneliness is a common psychological problem in older adults, especially when they are separated from family, experience the loss of a spouse, or face obstacles in daily life. This can negatively impact their psychosocial and psychological well-being, leading to depression.

Purpose: To determine the relationship between loneliness and depression in older adults.

Method: This descriptive correlational study used a cross-sectional approach. The study was conducted at the Budi Luhur Elderly Social Service Center in Yogyakarta from April 2025 to March 2026. A sample of 50 elderly people was selected using a total sampling technique. The research instruments used were the University of California Los Angeles (UCLA) questionnaire to measure loneliness and the Geriatric Depression Scale (GDS) to measure depression. Data analysis used Spearman Rank Test with a p-value <0.05.

Results: A significant correlation was observed between the majority of respondents (50%) and mild levels of loneliness, while nearly half (40%) experienced mild depression. The Spearman Rank Test yielded a p-value of 0.046 (p<0.05), indicating a significant relationship between loneliness and depression in older adults.

Conclusion: There is a relationship between loneliness and depression levels in older adults living in elderly social service center, with a p-value of 0.046 (p<0.05).

Suggestion: Future research could use a longitudinal observational design to elucidate the causal relationship between loneliness, depression, and other factors affecting older adults. It would also be important to include more than one nursing home or compare older adults living in nursing homes with those living at home.

 

Keywords: Depression; Elderly; Loneliness.

 

Pendahuluan: Kesepian sering menjadi masalah psikologis umum pada lansia, terutama ketika lansia terpisah dari keluarga, kehilangan pasangan, dan adanya hambatan dalam menjalani kehidupan. Hal ini dapat berdampak buruk dan dapat memengaruhi kesejahteraan psikososial dan psikologis lansia, sehingga menyebabkan depresi.  

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesepian dengan tingkat depresi pada lansia.

Metode: Penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan waktu cross-sectional. Penelitian dilakukan di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Budi Luhur Yogyakarta pada bulan April 2025-Maret 2026. Jumlah sampel sebanyak 50 lansia, dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner University of California Los Angeles (UCLA) untuk tingkat kesepian dan Geriatrik Depression Scale (GDS) untuk tingkat depresi. Analisis data menggunakan Spearman Rank dengan p-value <0.05.

Hasil: Terdapat hubungan sebagian besar responden (50%) memilki kesepian kategori tinggi dan hampir separuh responden (40%) memilki tingkat depresi kategori ringan. Hasil uji Spearman Rank didapatkan p-value 0.046 (p<0.05) bahwa terdapat hubungan kesepian dengan tingkat depresi pada lansia.

Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kesepian dengan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di panti dengan p-value=0.046 (p<0.05).

Saran: Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain longitudinal dengan observasi, sehingga dapat menjelaskan hubungan berdasarkan sebab-akibat antara kesepian, depresi, dan faktor lain yang berpengaruh pada lansia dan perlunya melibatkan lebih dari satu panti atau membandingkan antara lansia yang tinggal di panti dengan lansia yang tinggal dirumah.

 

Kata Kunci: Lansia; Tingkat Depresi; Tingkat Kesepian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024. Diakeses dari: https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/31/a00d4477490caaf0716b711d/statistik-penduduk-lanjut-usia-2024.html

Erfiyanti, E., Cahyati, T. N., Putri, R. W., Noveli, A. T., Aldellisa, L., & Hikmah, S. (2023). Analisis Loneliness pada Lansia di Panti Wredha Harapan Ibu. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), 167-175.

Fatimah, S., & Aryati, D. P. (2022). Gambaran Tingkat Kesepian Lansia Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Bojongbata Pemalang. Prosiding 16th Flurecol: Seri Mahasiswa Student Paper, 849-854.

Fitriana, E., Sari, R. P., & Wibisono, H. A. Y. G. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kesepian pada lansia. Nusantara Hasana Journal, 1(5), 97-104.

Herbowo, H. D. (2025). Dari Bonus Demografi Menuju Tantangan Penuaan: Relevansi Daycare Lansia Dalam Pembangunan Sosial. In Seminar Nasional dan Call For Paper 2025 dengan tema" Inovasi Inklusif Gender dalam Sociopreneurship" PSGESI LPPM UWP (Vol. 12, No. 1, pp. 312-321).

Hindriyastuti, S., & Safitri, F. (2022). Hubungan kesepian dengan tingkat depresi pada lansia di Posyandu Lansia Desa Geritan Kecamatan Pati. Jurnal Profesi Keperawatan, 9(2), 110-126.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Tematik: Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (Potret Indonesia Sehat). Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/5537/

Manurung, M. E. M., Silaban, L., & Silalahi, V. (2022). The relationship between the anxiety level of breastfeeding mothers and the amount of milk production in Mothers who have babies aged 1-12 Months in Sigumpar Dangsina Village, Sigumpar Health Center Working Area. Int J Health Eng Technol (IJHET), 1(4), 10-55227.

Maratning, A., Dias, M. F. A. A., & Mentari, M. (2024). Dukungan Keluarga pada Lansia di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru Tahun 2023. Jurnal Medika Nusantara, 2(1), 201-217.

Murniati, N., & Kamso, S. (2022). The Role of Biopsychosocial Factors on Elderly Depression in Indonesia: Data Analysis of the Indonesian Family Life Survey Wave 5. Proceedings. 19.

Nareswari, P. J., & Gunadi, E. (2021). Depresi pada lansia: faktor resiko, diagnosis dan tatalaksana. Jurnal Medika Hutama, 2, 562-570.

Novayanti, P. E., Adi, M. S., & Widyastuti, R. H. (2020). Tingkat depresi lansia yang tinggal di panti sosial. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(2), 117-122.

Pereira, D. R., Putri, R. M., & Rosdiana, Y. (2021). Self Efficacy Berhubungan Dengan Kejadian Depresi Lansia. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 9(3), 376-389.

Rere, T. B. S., Rosdiana, Y., & Rahayu, W. (2024). Hubungan Kesepian Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Panti Griya Lansia Husnul Khatimah Wajak Malang. ASSYIFA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 117-126.

Rosyanti, L., & Indriono, H. (2018). E-book: Memahami gangguan depresi mayor (Major depressive disorder). Kendari: Poltekes Kendari.

Sholekah, F., Luthfa, I., & Aspihan, M. (2024). Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Kualitas Hidup Warga Lanjut Usia: Studi Kasus Di Pusat Pelayanan Sosial Lansia. Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 10(2), 268-277.

Sofyan, A. A., Susilowati, S., & Hernanik, H. (2022). Perbedaan Tingkat Depresi pada Lansia yang Tinggal di Panti Sosial Tresna Wedha dan Yang Tinggal di Rumah di Kecamatan Bondowoso. Progresif: Media Publikasi Ilmiah, 10(2), 45-51.

Teting, B., Yani, Y., & Jho, Y. L. (2022). Dukungan Keluarga Dan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Kelompok Lansia St. Angela Samarinda. Sebatik, 26(1), 81-86.

Trisnadewi, B. A. P. (2024). Depresi pada Emerging Adults Ditinjau dari Dukungan Sosial dan Social Self-Efficacy. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 1(3), 464-472.

Wisanti, E., Putri, D. K., Wulandari, M. A., & Pradessetia, R. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Depresi Pada Lansia. Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences), 13(1), 156-166.

Downloads

Published

2026-03-26