Pengaruh intervensi pijat tui na dan temulawak (curcuma xanthorrhiza) terhadap nafsu makan balita

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i2.2712

Authors

  • Rina Yuliana Subur Program Studi Profesi Bidan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju; Program Studi Profesi Bidan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten
  • Reka Saka Dwi Arti Program Studi Profesi Bidan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju
  • Eka Desita Mustikawati Program Studi Profesi Bidan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju
  • Putry Susilowati Program Studi Profesi Bidan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju
  • Marlin Agustina Program Studi Profesi Bidan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju
  • Agustina Sari Program Studi Profesi Bidan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju
  • Ratna Wulandari Program Studi Profesi Bidan, Fakultas Vokasi, Universitas Indonesia Maju

Balita Curcuma Xanthorrhiza Nafsu Makan Pijat Tui Na Temulawak Suplementasi Herbal

Abstract

Background: Introduction: Decreased appetite in toddlers can increase the risk of growth disorders and nutritional problems, including malnutrition and stunting. Non-pharmacological interventions such as Tui Na massage and supplementary foods made from Javanese ginger (Curcuma xanthorrhiza) can be alternatives to help increase children's appetite.

Purpose: To analyze the effect of Tui Na massage and supplementary foods made from Javanese ginger on improving appetite in toddlers.

Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest. The subjects were four 4-year-old toddlers experiencing eating difficulties. Two toddlers received Tui Na massage, while the other two received supplementary foods made from Javanese ginger. The interventions were administered for 14 days. Appetite was measured using the Children's Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) through pre- and post-intervention assessments. Data were analyzed descriptively by comparing appetite scores at the pre- and post-test stages.

Results: There was an increase in appetite scores after both interventions. The Tui Na massage group experienced an average increase in scores of 6.5 points, while the ginger supplement group experienced an average increase in scores of 13 points. The increase in appetite scores in the ginger group was higher than in the Tui Na massage group.

Conclusion: Tui Na massage and ginger supplement both showed a positive effect on increasing toddlers' appetite. However, the ginger supplement showed a greater increase in scores. Ginger has the potential to be a more optimal non-pharmacological intervention to help address appetite issues in toddlers.

Suggestion: Providing ginger-based foods can be considered as the primary non-pharmacological intervention to increase appetite in toddlers, while Tui Na massage can be used as a supportive therapy. It is hoped that healthcare professionals and parents will implement both interventions consistently and according to the child's needs.

 

Keywords: Appetite; Curcuma Xanthorrhiza; Ginger; Herbal Supplementation; Toddlers; Tui Na Massage.

 

Pendahuluan: Penurunan nafsu makan pada balita dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan masalah gizi, termasuk gizi kurang dan stunting. Upaya nonfarmakologis seperti pijat Tui Na dan pemberian makanan tambahan berbahan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dapat menjadi alternatif untuk membantu meningkatkan nafsu makan anak.

Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh intervensi pijat Tui Na dan pemberian makanan tambahan berbahan temulawak terhadap peningkatan nafsu makan pada balita.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas empat balita berusia 4 tahun yang mengalami kesulitan makan. Dua balita mendapat intervensi pijat Tui Na, sedangkan dua balita lainnya mendapat makanan tambahan berbahan temulawak. Intervensi diberikan selama 14 hari. Nafsu makan diukur menggunakan Children’s Eating Behaviour Questionnaire atau CEBQ melalui penilaian sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan skor nafsu makan pada tahap pre-test dan post-test.

Hasil: Adanya peningkatan skor nafsu makan setelah pemberian kedua intervensi. Kelompok pijat Tui Na mengalami peningkatan rata-rata skor sebesar 6,5 poin, sedangkan kelompok makanan tambahan berbahan temulawak mengalami peningkatan rata-rata skor sebesar 13 poin. Peningkatan skor nafsu makan pada kelompok temulawak lebih tinggi dibandingkan kelompok pijat Tui Na.

Simpulan: Pijat Tui Na dan makanan tambahan berbahan temulawak sama-sama menunjukkan pengaruh positif terhadap peningkatan nafsu makan balita. Namun, makanan tambahan berbahan temulawak menunjukkan peningkatan skor yang lebih besar. Temulawak berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang lebih optimal dalam membantu mengatasi masalah nafsu makan pada balita.

Saran: Pemberian makanan olahan temulawak dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis utama untuk meningkatkan nafsu makan pada balita, sementara pijat Tui Na dapat digunakan sebagai terapi pendukung. Diharapkan tenaga kesehatan dan orang tua dapat menerapkan kedua intervensi ini secara konsisten dan sesuai dengan kebutuhan anak.

 

Kata Kunci: Balita; Curcuma Xanthorrhiza; Nafsu Makan; Pijat Tui Na; Temulawak; Suplementasi Herbal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, M., & Auliya, F. (2023). Hubungan pijat tuina terhadap peningkatan nafsu makan anak pada usia 1-5 tahun di Puskesmas Bogor Utara. Jurnal Kesehatan Bogor Husada, 3(1), 59-65.

Amalia, M. R., Rinata, E., Hanum, S. M. F., & Azizah, N. (2024). Akupresur dan Temulawak (Curcuma Xanthorriza) Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita. UMSIDA Preprints Server.

Anisya, S. M. K., & Farida, S. (2022). The Effectiveness of Tui Na Massage to Increase the Application Of Toddlers. In Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences (Vol. 3, No. 1, pp. 201-206).

Astuti, Y., Noorbaya, S., & Lidia, B. (2024). Efektivitas Pijat Tui Na Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Anak Usia 1-2 Tahun Di Wilayah Kerja Klinik Umum Dan Bersalin Ramlah Parjib 2 Samarinda. Jurnal Media Informatika, 5(3), 54-60.

Butarbutar, A. F., Gultom, Y. T., Tumanggor, L., & Agrifina, M. (2024). Sosialisasi Dan Edukasi Tentang Gizi Seimbang Pada Balita Di Puskesmas Padang Bulan Selayang II. Jurnal Pengabdian Masyarakat Eka Prasetya, 3(1), 1-8.

Esmianti, F., & Andini, I. F. (2021). Efektifitas Pijat Tuina Dalam Meningkatkan Nafsu Makan Pada Balitastunting Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Kebidanan Besurek, 6(1), 17-24.

Fetrisia, W., Mulia, G., & Rahmadheny, S. (2023). Effectiveness of Tui Na Massage on Eating Frequency in Batita Children at The Working Area of Lubuk Alung Puskesmas, Padang Pariaman District, 2020. International Health Sciences Journal, 1(1), 51-57.

Gannika, L. (2023). Hubungan status gizi dengan tumbuh kembang pada anak usia 1-5 tahun: Literature review. Jurnal Ners, 7(1), 668-674.

Hidayanti, A. N. (2023). Pengaruh Pijat Tuina Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kapuan Kapubaten Blora. The Shine Cahaya Dunia Ners, 8(01), 50-61.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Diakses dari: https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/ssgi/ketersediaan-data/ssgi-2022

Musthofa, R., Elfitasari, T., Windarto, S., & Herawati, V. E. (2025). The effect of different doses of curcuma extract (Curcuma xanthorrhiza) added to commercial feed on the feed efficiency, growth and survival of the Java barb, Barbonymus gonionotus (Bleeker, 1849). Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 18(2), 639-649.

Nuraidah, N., Putri, R., & Febriyani, P. A. (2025). Efektivitas Penggunaan Temulawak dan Madu untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 15(02), 58-64.

Oktaviana, N., Windayanti, H., Ridianti, N., & Wijayanti, D. (2025). Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Bayi dan Balita di Dusun Krajan Desa Candirejo Kecamatan Pringapus. In Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo (Vol. 4, No. 1, pp. 1356-1363).

Putri, S. D. Y., Wijayanti, A., Apriani, M., Yulia, Y., & Arahman, S. (2025). Pijat Tui Na Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Anak Dengan Usia 1-3 Tahun Di Poskesdes Kutapandan. Jurnal Kesehatan Abdurahman, 14(1), 99-105.

Rahmat, E., Lee, J., & Kang, Y. (2021). Javanese turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, phytochemistry, biotechnology, and pharmacological activities. Evidence‐Based Complementary and Alternative Medicine, 2021(1), 9960813.

Saputri, B. Y., Herminaju, K., Sukanto, S., & Retnowati, D. (2023). Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak terhadap Peningkatan Nafsu Makan Balita Usia 3-5 Tahun di Posyandu. Care Journal, 2(2), 48-56.

Su, H., Mao, H., Zhang, Y., Yin, H., Chen, S., Hong, J., & Li, X. (2025). Impact of pediatric Tui Na over three months on children’s growth: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. European Journal of Integrative Medicine, 102548.

World Health Organization. (2021). WHO child growth standards: Training course on child growth assessment. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240025257

Windyarti, M. L. N. Z., Martanti, A., & Wulandari, D. A. (2023). Efektifitas Pijat Bayi Sehat dan Pijat Tuina Terhadap Perilaku Makan Anak Balita Usia 1-3 Tahun dengan Gizi Kurang. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 6(2), 89-95.

Zhang, X., Liang, F., Lau, C. T., Chan, J. C., Wang, N., Deng, J., & STRICTOTM Working Group. (2023). Standards for reporting interventions in clinical trials of Tuina/massage (STRICTOTM): extending the CONSORT statement. Journal of Evidence‐Based Medicine, 16(1), 68-81.

Downloads

Published

2026-05-04