Terapi pijat punggung elektrik sebagai intervensi non-farmakologis untuk nyeri punggung pada pasien pasca percutaneous coronary intervention (PCI)

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i3.2677

Authors

  • Tri Wahyuni Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung; RSUP Dr. Kariadi Semarang
  • Wahyu Endang Setyowati Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung
  • Dwi Heppy Rochmawati Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung

Nyeri Punggung Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Pijat Punggung Elektrik Terapi Non-Farmakologis

Abstract

Background: Back pain is a common complaint in patients after percutaneous coronary intervention (PCI), particularly during the immobilization period following PCI using transfemoral access.

Purpose: To analyze the effect of electric back massage therapy on back pain intensity in post-PCI patients.

Method: This quasi-experimental study used a pretest-posttest control group design and was conducted in the cardiac ward of Kariadi Hospital, Semarang. The study involved 66 post-PCI patients. Participants were divided into an experimental group (n=33) and a control group (n=33). Pain intensity was measured using a Numeric Rating Scale (NRS). The experimental group received electric back massage therapy using an OTTO Klasse electric massager applied to the thoraco-lumbar area while the patient was in a supine position for 20 minutes during the immobilization period, while the control group received standard care. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests.

Results: The mean pain score in the experimental group decreased significantly from 6.93 to 2.06 (p<0.001), while no significant decrease was observed in the control group. A significant difference in post-intervention pain scores was found between the groups (p<0.001).

Conclusion: Electric back massage therapy is effective in reducing back pain intensity in post-PCI patients and can be implemented as a safe and practical non-pharmacological nursing intervention.

 

Keywords: Back Pain; Electric Back Massage; Non-Pharmacological Therapy; Percutaneous Coronary Intervention (PCI).

 

Pendahuluan: Nyeri punggung merupakan keluhan umum pasien setelah tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), khususnya selama periode imobilisasi setelah PCI yang menggunakan akses trans femoral.

Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh terapi pijat punggung elektrik terhadap intensitas nyeri punggung pada pasien pasca PCI.

Metode: Studi kuasi-eksperimental ini menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest dan dilakukan di bangsal jantung Rumah Sakit Kariadi, Semarang. Studi ini melibatkan 66 pasien pasca PCI, Partisipan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=33) dan kelompok kontrol (n=33). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Kelompok eksperimen menerima terapi pijat punggung elektrik menggunakan alat pijat elektrik OTTO Klasse yang diaplikasikan pada area torako-lumbal saat pasien dalam posisi telentang selama 20 menit selama periode imobilisasi, sedangkan kelompok kontrol menerima perawatan standar. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.

Hasil: Skor nyeri rata-rata pada kelompok eksperimen menurun secara signifikan dari 6.93 menjadi 2.06 (p<0.001), sedangkan tidak ada penurunan signifikan yang diamati pada kelompok kontrol. Perbedaan signifikan dalam skor nyeri pasca-intervensi ditemukan antara kelompok (p<0.001).

Simpulan: Terapi pijat punggung elektrik efektif dalam mengurangi intensitas nyeri punggung pada pasien pasca PCI dan dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang aman dan praktis.

 

Kata Kunci: Nyeri Punggung; Percutaneous Coronary Intervention (PCI); Pijat Punggung Elektrik; Terapi Non-Farmakologis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldi, F. R. N., Erwin, E., & Sari, N. Y. (2024). Pengalaman pasien dengan penyakit jantung koroner pasca intervensi koroner perkutan. Jurnal Keperawatan Profesional, 12(2), 13–28.

Arafat, H., & Purwanti, D. (2020). Efektifitas Posisi Dan Ambulasi Dini Terhadap Nyeri Punggung Pada Pasien Post Percutaneous Coronary Intervention. Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine, 7(1), 91–96.

Evinta, R., & Oktarina, Y. (2025). Pengaruh Terapi Cold Pack Pada Intensitas Nyeri dan Hematoma Pada Pasien Post PCI di Ruang ICVCU RSUD Raden Mattaher Jambi. Jurnal Ners, 9(4), 6796-6802.

Fdhala, D. R., & Al-Fayyadh, S. (2026). Effect of position changes on back pain and hemodynamic stability following percutaneous coronary intervention: A multicenter randomized controlled trial. Journal of education and health promotion, 15, 65.

Huda, M., Astrid, M., & Susilo, W. H. (2024). Pengaruh kombinasi posisi dan pijat punggung terhadap tingkat nyeri punggung pada pasien pasca-PCI di ICU Rumah Sakit Bekasi Timur. Jurnal Keperawatan, 8(2), 1836–1844.

Jumatina, J., Jumiati, W., & Fajarini, M. (2023). Penerapan Evidence Based Practice Nursing (EBPN) Modifikasi Miring Kiri dan Miring Kanan Menurunkan Back Pain Post Percutaneous Coronary Intervention. Journal of Telenursing (JOTING), 5(1), 965-971.

Komala, C. N., & Sianturi, S. R. (2024). Efektivitas terapi pijat pada lansia dengan nyeri punggung bawah. Jurnal Riset Kesehatan Modern, 6(3), 90–94.

Laksmidewi, N. K. M. A. P., Mertha, I. M., & Ngurah, I. G. K .G. (2024). Terapi Pijat Punggung dengan Alat Pijat Kayu Kaki Tiga Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi. Jurnal Gema Keperawatan, 17(1), 37-49.

Lu, Y. Z., & Chuang, P. Y. (2018). Reducing the incidence of back pain in post-percutaneous coronary intervention patients with femoral sheath. Hu li za zhi The journal of nursing, 65(4), 94–101.

Mujahidin, M. (2022). Pijat punggung dan pengaruhnya terhadap intensitas nyeri punggung pada pekerja angkut barang di Pasar Sentral Jakabaring. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 12(23), 42–49.

Pangajow, F., Langelo, W., & Ratuliu, G. (2025). Kombinasi Kompres Hangat dan Pijat Punggung Pada Lansia Sebagai Intervensi Nyeri Sendi. Lasalle Health Journal, 4(1), 1–6.

Pebriana, R., Astuti, R. P., & Wulandari, R. (2023). Efektivitas Massage Effleurage dan Kompres Hangat dalam Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil TMT III di TPMB R Kec. Haurwangi Kab. Cianjur Tahun 2024. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 4110–4119.

Rampazo, É. P., Júnior, M. A. L., Corrêa, J. B., de Oliveira, N. T. B., Santos, I. D., Liebano, R. E., & Costa, L. O. P. (2023). Effectiveness of interferential current in patients with chronic non-specific low back pain: a systematic review with meta-analysis. Brazilian journal of physical therapy, 27(5), 100549.

Soamangon, R. R. N., Budi, A. W. S., Loniza, E., Afifah, N., & Dewantoro, F. (2024). Rompi relaksasi PCI: Rompi terapi untuk pasien pasca-PCI. Techné: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 23(1), 65–76.

Subhan, S., Shehram, M., Iftikhar, M. F., Munir, A. B., Al-Ansari, A., Khan, H., Sultana, S. S., Malik, J., & Mehmoodi, A. (2024). Outcomes of ad-hoc versus planned percutaneous coronary intervention in patients with coronary artery ectasia. Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives, 14(5), Article 2.

Utami, T. S., Widiyono, W., & Mufidah, N. (2026). Pengaruh Pijat Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Post Sectio Caesarea Pada Ibu. Jurnal Pembangunan Dan Kemandirian Kesehatan, 3(01), 10-16.

Wati, Y. R., Puspitasari, P. R. P., Maharani, A. B., & Fitriyane, A. (2024). Tingkat nyeri pada pasien pasca intervensi koroner perkutan di unit cathlab. Seri Konferensi Bandung: Ilmu Kedokteran, 4(1), 928–932.

Wolfe, D., Rosenstein, B., & Fortin, M. (2023). The Effect of Transcutaneous Electrotherapy on Lumbar Range of Motion and Paraspinal Muscle Characteristics in Chronic Low Back Pain Patients: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of clinical medicine, 12(14), 4680.

Wolfe, D., Rosenstein, B., & Fortin, M. (2024). The effect of EMS, IFC, and TENS on patient-reported outcome measures for chronic low back pain: a systematic review and meta-analysis. Frontiers in pain research (Lausanne, Switzerland), 5, 1346694.

Zuraida, E., Syahrul, S., & Said, S. (2025). Terapi Nonfarmakologis Dalam Meminimalkan Risiko Komplikasi Pada Pasien Coronary Artery Disease Pasca Post Transradial Artery Catheterization. Jurnal Ners, 9(3), 3401-3408.

Downloads

Published

2026-06-04